4 Dampak Buruk Menggunakan Celana Dalam Ketat

4 Dampak Buruk Menggunakan Celana Dalam Ketat

  • November 10, 2020

Setiap orang pasti menggunakan celana dalam yang bersih dan nyaman. Hal itu agar terhindar dari berbagai hal. Seperti halnya saat kamu mengenakan celana dalam ketat. Baik pria maupun wanita, jika memakai celana dalam yang ketat akan berdampak buruk loh karena mengganggu kesehatan.

Sebuah penelitian menunjukkan, pakaian dalam yang ketat dapat mempengaruhi kesehatan mulai dari sirkulasi darah, kontingensi, dan reproduksi.

Dikutip dari Livestrong, ini yang terjadi jika menggunakan pakaian dalam terlalu ketat.

  • Mengurangi produksi sperma

Sebuah penelitian yang dilakukan Lembaga Nasional Kesehatan menyatakan, bahwa pria yang menggunakan pakaian dalam terlalu ketat dapat menghambat produksi sperma. Ini terbukti berpengaruh lebih besar dibandingkan pria yang mengkonsumsi alkohol ataupun merokok.

Berdasarkan penelitian tersebut, penyempitan pada area selangkangan dapat menurunkan kadar sperma. Pakaian dalam seperti ini cenderung menghambat produksi sperma dan meningkatkan suhu di sekitar skrotum. Skrotum adalah kantong (terdiri dari kulit dan otot) yang membungkus testis atau buah zakar.

  • Mengurangi sirkulasi darah

Seorang spesialis penyakit dalam di Manhattan, Keri Peterson mengatakan, wanita harus selalu memperhatikan pakaian dalam yang cocok dan nyaman. Ia mengatakan, jika wanita menggunakan pakaian dalam yang terlalu mengetat ke bagian perut atas atau bawah, dapat menyebabkan mulas.

Hal ini terjadi karena pakaian dalam tersebut menekan lambung, menyebabkan refluks asam, dan berjalan ke kerongkongan. Hasilnya, perut akan terasa mulas.

Sementara itu, pakaian dalam yang ketat dan terlalu rendah dapat mengurangi sirkulasi darah di daerah paha atas. Keadaan ini akan menyebabkan iritasi, kesemutan, ataupun mati rasa.

  • Sebarkan bakteri

Menggunakan thong atau G-string dapat berpotensi merusak kesehatan. Seorang konsultan kesehatan, dr Roshini Rajapaksa mengatakan, terlalu sering menggunakan G-string dapat menyebarkan bakteri ke area miss V melalui talinya.

  • Menghambat sirkulasi udara area intim

Menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat dapat menghalangi pasokan udara yang masuk ke area intim. Area organ intim membutuhkan sirkulasi udara yang memadai untuk menjaga kebersihan dan tahan terhadap infeksi ataupun iritasi.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengenakan pakaian dalam yang ketat selama berolahraga, akan meningkatkan suhu tubuh dan meningkatkan kelembaban yang mendukung pertumbuhan bakteri. Jadi, sangat disarankan untuk menggunakan pakaian dalam yang lebih longgar.

Adapun lebih baik kamu harus memilih celana dalam yang tepat. Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu coba.

  1. Pakailah celana dalam yang sesuai dengan aktivitas kamu

Jenis celana dalam pria bukan hanya satu, namun cukup banyak, dan semua itu wajib kamu tau jika ingin alat reproduksi kamu tetap sehat. Gunakan jenis celana dalam yang sesuai dengan aktifitas yang kamu lakukan. Sebab aktivitas bersantai hingga berolahraga ternyata memiliki masing-masing celana dalam yang cocok untuk digunakan.

  1. Jangan beli pakaian dalam bekas

Di Indonesia, tak jarang kita menemukan pasar yang khusus menjual pakaian-pakaian bekas. Salah satu barang bekas yang dijual adalah pakaian dalam. Apalagi pakaian dalam yang dijual adalah produk branded yang terkenal. Namun sebagus apapun merk pakaian dalam wanita yang kamu inginkan, hindari membeli yang bekas pakai. Sebab, risiko kesehatan yang ditimbulkan tidak sebanding dengan penghematan yang kamu lakukan. Bahkan, penutup organ intim bekas dapat berpotensi menjadi sarang bakteri, jamur, virus, dan parasit yang bisa menginfeksi pemilik barunya.

  1. Cermat dalam memilih bahan pakaian dalam yang berkualitas

Memilih bahan berkualitas disini bukan berarti harus mahal dan bermerk, namun gunakan bahan yang bisa membuat kalian nyaman dan tak membuat panas area kelamin. Kamu bisa memilih bahan jenis katun untuk digunakan sehari-hari. Tetapi ketika berolahraga pilihlah jenis celana dalam yang memang didesain untuk berolahraga, dengan bahan yang nyaman dan cenderung menjaga area genital tetap berada pada kadar kelembapan yang seharusnya. Dan jangan gunakan celana dalam khusus untuk berolahraga lebih dari sekali tanpa dicuci bersih terlebih dahulu.

Demikian penjelasan mengenai dampak buruk menggunakan celana dalam ketat. Semoga dapat menambah wawasanmu.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*