7 Gejala Tunjukkan Malnutrisi Energi Protein pada Anak

  • March 1, 2021

Anak Anda sulit untuk naik berat badan atau justru mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan? Berhati-hatilah sebab bisa jadi ia sedang menunjukkan tanda mengalami malnutrisi energi protein. 

Sesuai namanya, malnutrisi energi protein merupakan kondisi ketika seseorang kekurangan sumber energi, khususnya protein, yang masuk ke tubuh mereka. Kekurangan energi protein tersebut nantinya bisa berbuah berbagai komplikasi serius sebab protein sendiri sangat berguna untuk mendongkrak kinerja jantung, ginjal, sampai otak. 

image Malnutrisi Energi Protein

Karena itu, memperhatikan gejala yang dialami anak sangatlah penting untuk mengetahui ia mengalami malnutrisi energi protein atau tidak. Jika menemukan beberapa gejala di bawah ini, jangan ragu untuk membawa buah hati ke dokter guna berkonsultasi terkait masalah gizinya, ya. 

  1. Berat Badan Turun 

Jika dalam 2 bulan berat badan Anda turun terus-menerus, Anda patut curiga ada yang salah dengan nutrisi yang diasupnya. Bisa jadi ia tengah mengalami malnutrisi energi protein. Anak-anak yang mengalami kondisi ini biasanya mengalami penyusutan berat badan 10—20 persen dari berat badan awal. Hingga akhirnya, ia mengalami pertumbuhan dan berat badan yang rendah yang membuatnya lebih rentan terkena penyakit lain yang berbahaya. 

  1. Suhu Tubuh Rendah

Ada baiknya ada menyediakan termometer untuk mengecek kondisi suhu anak agar jika ia demam, ia tidak sampai mengalami kejang. Lewat termometer, Anda juga bisa mengecek apakah suhu tubuh sang buah hati rendah atau tidak. Suhu tubuh yang normal pada anak seharusnya berkisar 36,6—37,2 derajat Celsius. Kurang dari itu, anak bisa terkategori memiliki suhu tubuh rendah. Suhu tubuh yang kurang dari normal sendiri dapat menjadi salah satu gejala anak mengalami malnutrisi energi protein. 

  1. Mudah Lelah 

Anak-anak umumnya memiliki energi berlebih sehingga ia sangat lincah dan energik untuk bermain, berlari, ataupun melakukan berbagai hal yang membuat Anda kerepotan. Namun pada anak-anak yang terindikasi mengalami malnutrisi energi protein, mereka justru tampak tidak bersemangat. Anak yang kekurangan energi protein cenderung lebih pasif karena merasa mudah lelah setiap kali melakukan berbagai aktivitas. 

  1. Sulit Konsentrasi 

Anak memiliki kemampuan penangkapan memori yang luar biasa sehingga ia dapat meniru berbagai hal yang ada di sekitarnya. Bahkan pada usia 1—3 tahun, anak disebut dalam periode golden age di mana kemampuan berpikir dan berkonsentrasinya sangat tinggi sehingga mampu menyerap segala ilmu dari manapun. Anda patut curiga jika pada saat-saat tersebut anak mengalami kesulitan belajar atau berkonsentrasi. Sulitnya berkonsentrasi dan memahami sendiri salah satunya bisa disebabkan oleh malnutrisi energi protein. 

  1. Genggaman Melemah 

Gejala malnutrisi energi protein juga dapat mudah dideteksi dengan merasakan genggaman anak. Umumnya, genggaman anak kecil sangatlah kuat, apalagi ketika dia baru-baru belajar menggenggam dan masih belum bisa mengontrol kekuatan genggamannya. Namun jika anak Anda cenderung menggenggam dengan lemah dan ini merupakan kondisi yang tidak biasa terjadi, bisa jadi ia tengah mengalami malnutrisi energi protein. 

  1. Kulit Kendur dan Keriput 

Orang tua yang memiliki keriput adalah hal yang lumrah. Akan tetapi, jika anak-anak yang mengalaminya, hal tersebut sangatlah tidak wajar. Kulit anak seharusnya lebih kencang dan halus. Jika ia mengalami kekenduran atau bahkan kekeriputan, bisa dipastikan ia mengalami kekurangan nutrisi. Anda bisa langsung mengecek dokter mengenai kondisi anak Anda jika mengalami gejala kulit kendur dan keriput. 

  1. Makanan Sering Tidak Habis 

Jangan menyepelekan kondisi anak malas makan. Jika Anda sering mendapati anak Anda sering tidak mampu menghabiskan porsi makanan yang dianjurkan tanpa gerakan tutup mulut, bisa jadi ia sedang mengalami malnutrisi energi protein. Orang-orang dengan malnutrisi energi protein memang cenderung merasa malas makan karena ketika mengunyah, ia seperti kehabisan tenaga. Kondisi ini tidak luput bisa dialami oleh anak Anda. 

Mengenali gejala malnutrisi energi protein sedari awal akan semakin baik guna mencegah komplikasi yang berbahaya. Segeralah ke dokter apabila anak Anda tidak mau mengalami kondisi gagal jantung ataupun gagal ginjal hingga keterbelakangan mental karena pembiaran malnutrisi energi protein.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*