Anak Drop Out dari Sekolah? Ini Alasan dan Cara Mengatasinya

  • December 31, 2020

Tak ada orang tua yang siap jika mengetahui anaknya drop out dari sekolahnya. Meskipun ada faktor akademis dalam proses drop out, namun ternyata hal ini bukanlah faktor utama yang menjadikan seorang anak atau siswa dikeluarkan dari sekolah. 

Untuk itu, ada baiknya, Anda sebagai orang tua memahami dan mengetahui apa saja alasan anak drop out dari sekolah. Dan, bagaimana cara mengatasinya, apa yang harus Anda lakukan. Berikut penjelasannya. 

Apa alasan anak drop out?

Drop out atau dikeluarkan dari sekolah pasti membuat siapa pun yang mengalaminya merasa terpukul, tak terkecuali orang tua. Namun, sebagai orang tua Anda harus lebih bijak dalam menyikapi hal tersebut dengan mencari tahu penyebabnya. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui apa langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan. Berikut beberapa alasan kemungkinan anak drop out.

  1. Pengaruh buruk

Pengaruh buruk di lingkungan sekolah atau teman-temannya menjadi salah satu alasan paling umum anak drop out. Pengaruh alkohol, obat-obatan, internet dan televisi secara dini atau tak terbatas/terlalu bebas dapat mengalihkan perhatian anak-anak dari pendidian akademis dan sebaliknya, malah mendorong mereka ke dalam kegiatan antisosial. Dan, hal ini biasanya membuat pengaruh negatif pada sekolah anak. 

  1. Kesulitan akademik

Ketidakmampuan untuk mengatasi tekanan akademis adalah alasan lain bagi anak-anak untuk drop out dari sekolah. Sebuah penelitian membuktikan bahwa anak-anak ayang tidak mahir membaca hingga kelas empat sering kali malah drop out ketimbang melanjutkan. 

  1. Faktor keluarga dan sosial ekonomi

Tidak sedikit siswa yang termasuk dalam kelompok berpenghasilan rendah cenderung keluar dari sekolah. Di Indonesia mungkin hal ini sudah menjadi hal yang tidak jarang terjadi, di mana seorang anak keluar dari sekolah karena tidak memiliki biaya untuk melanjutkan. 

Perceraian atau perpisahan orang tua pun bisa menjadi masalah tersendiri bagi anak. Umumnya, psikologis anak akan terganggu dengan masalah perpisahan keluarga. Efeknya anak akan kesulitan dalam mencerna pelajaran dan berdampak bagi pendidikannya. 

  1. Kesehatan mental

Menurut sebuah studi oleh National Alliance on Mental Illness, sekitar 20 persen siswa berusia 13 hingga 18 tahun memiliki kondisi kesehatan mental, sementara American Psychological Association menemukan bahwa mahasiswa juga menghadapi masalah serupa. Selain itu, pada penelitian lain menemukan 41, 6 persen pelajar pasca sekolah menengah menghadapi kecemasan, sementara 36,4 persen mengalami depresi. 

Lalu abagaimana cara mengatasi anak drop out?

Untuk mengatasi anak drop out dari sekolah, mungkin Anda perlu mengetahui apa penyebab dari dikeluarnya anak dari sekolah. Dan, beberapa cara berikut bisa Anda lakukan untuk mengatasi anak yang drop out. 

  • Terlibat. Sebagai orang tua, keterlibatan adalah faktor paling utama untuk memotivasi anak Anda untuk tetap semangat walaupun mengalami drop out. Tetap memotivasi anak adalah hal paling utama yang harus Anda lakukan. Beri semangat dan pantau terus kemajuan anak Anda, sehingga Anda dapat membantunya meningkatkan nilai dan menumbuhkan rasa percaya dirinya. 
  • Harapan yang realistis. Dorongan dan motivasi anak Anda untuk berprestasi di sekolah adalah tugas Anda sebagai orang tuanya. Namun, jangan memiliki ekspektasi yang tidak realistis dari anak Anda. Hal ini dapat menyebabkan anak merasa tertekan dan stres yang tidak semestinya pada anak Anda dan menyebabkan prestasi akademis yang buruk. 

Anda perlu menanamkan nilai-nilai baik pada anak Anda. Katakan padanya bahwa keunggukan akademis adalah langkah pertama untuk memastikan pendidikan dan kehidupan yang baik di masa depan. 

  • Jangan memaksa mereka untuk melakukan terlalu banyak. Meskipun banyak orang tua yang mendorong dan memperjuangkan kemampuan anak mereka, serta terlalu banyak menuntut dengan membebankan mereka banyak kegiatan. Hal ini dapat membuat anak stres dengan banyaknya kegiatan, namun dorong mereka dengan memprioritaskan pendidikan mereka dan mengurangi kegiatan yang menyebabkan stres. 

Jadi, Anda sebagai orang tua harus mengetahui dahulu apa penyebab dari anak drop out. Dengan begitu, Anda dapat mencari cara untuk memahami anak dan memberikan motivasi untuk membuatnya tetap semangat meskipun dikeluarkan dari sekolah.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*