Apa Itu PCR Swab?

  • March 24, 2021
pcr swab

PCR Swab atau polymerase chain reaction adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Saat ini, PCR juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit COVID-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona. Pemeriksaan PCR Swab merupakan tes konfirmasi atau tes diagnostik untuk menegakkan diagnosa Covid 19.

Material genetik yang ada di dalam setiap sel, termasuk di dalam bakteri atau virus, bisa berupa DNA (deoxyribonucleic acid) atau RNA (ribonucleic acid). DNA merupakan material genetik dengan rantai ganda, sedangkan RNA merupakan material genetik dengan rantai tunggal. Keberadaan DNA dan RNA ini akan dideteksi oleh PCR Swab melalui teknik amplifikasi atau perbanyakan tes. PCR Swab juga digunakan untuk mendeteksi virus corona penyebab COVID-19. Virus Corona penyebab COVID-19 ini merupakan jenis virus RNA.

Selain untuk mendeteksi adanya virus corona atau tidak, dengan melakukan PCR Swab ini juga dapat diketahui beberapa penyakit ini.

  • Infeksi human immunodeficiency virus (HIV)
  • Hepatitis C
  • Infeksi cytomegalovirus
  • Infeksi human papillomavirus (HPV)
  • Gonore
  • Klamidia
  • Penyakit Lyme
  • Pertusis (batuk rejan)

Prosedur pemeriksaan diawali dengan pengambilan sampel lendir dari nasofaring (bagian antara hidung dan tenggorokan), dan orofaring (bagian antara mulut dan tenggorokan), pasien yang diduga terinfeksi virus Corona. Pengambilan sampel lendir ini dilakukan dengan metode swab. Selanjutnya, sampel lendir ini akan dimasukan ke dalam tabung vtm (virus transport media) dan akan diteliti di laboratorium. Tidak semua orang harus melakukan tes PCR, ada beberapa kelompok yang wajib melakukan tes PCR berdasarkan lama Indonesia.go.id. 

  1. Orang dengan kategori suspek karena ada gejala sesak napas, sakit tenggorokan, batuk, disertai demam 38 derajat Celcius.
  2. Orang yang memiliki kontak erat dengan pasien COVID-19.
  3. Orang yang terkonfirmasi reaktif berdasarkan hasil rapid test.
  4. Orang yang bepergian keluar kota atau luar negeri pada 14 hari terakhir. 

Pengambilan spesimen ini dilakukan maksimal dua hari setelah munculnya gejala seperti batuk, demam, dan sesak napas.

Setiap metode tes untuk mendeteksi keberadaan virus memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing, begitu pun dengan PCR Swab. Metode tes PCR ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan metode tes yang lain.

Kelebihan Tes PCR

  1. Sensitivitas dan spesifisitas tinggi
  2. Mendeteksi langsung materi genetic virus
  3. Dapat mendeteksi fase akut (sejak hari pertama terinfeksi)

Kekurangan Tes PCR

  1. Perlu pengambilan sampel swab nasofaring dan orofaring yang benar
  2. Perlu tenaga terlatih dalam pengambilan swab
  3. Perlu ketrampilan untuk ekstraksi materi genetic manual
  4. Perlu spesifikasi lab dan APD khusus

Hasil swab test corona umumnya akan keluar dalam waktu dua hari. Hasilnya bisa berupa positif dan negatif. 

  1. Positif

Hasil positif menandakan adanya infeksi virus corona. Bila Anda memiliki hasil ini dari laboratorium regional, konfirmasi ulang akan dilakukan oleh Laboratorium Pusat Penyakit Infeksi Prof. Dr. Oemijati – Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan.

  1. Negatif

Hasil negatif menandakan bahwa tidak adanya infeksi virus corona. Namun hasil tes pemeriksaan negatif pada sampel tunggal, terutama yang berasal dari hidung dan tenggorokan, belum tentu mengindikasikan ketiadaan infeksi.

Hasil PCR Swab corona yang positif menandakan Anda adalah penderita Covid-19. Anda akan menjalani isolasi di ruangan khusus guna mendapatkan perawatan medis. Sampel jaringan dari pasien akan diambil setiap hari untuk diperiksa. Sementara jika hasil Anda benar – benar negarif, Anda tidak perlu mendapatkan perawatan medis dan bisa melakukan isolasi mandiri jika Anda merasa perlu untuk melakukan hal tersebut. 

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*