Cara Mengatasi Anak Muntah dan Mencret

  • September 8, 2021

Orang tua pasti khawatir jika mendapati anak muntah dan mencret. Beberapa anak, termasuk bayi, muntah bisa disebabkan oleh refluks atau infeksi lambung, usus atau saluran kemih. Sedangkan mencret atau diare pada anak bisa terjadi karena infeksi bakteri atau virus.

Diare bisa sembuh dengan cepat namun juga dapat berlangsung lebih lama yakni sekitar 7 hari hingga 2 minggu. Mencret pada anak biasanya akan sembuh pada sendirinya, memberikan obat-obatan pada anak tidak disarankan jika tanpa anjuran dokter. Saat mencret, anak akan beberapa kali buang air besar dalam sehari. Mereka juga bisa mengalami gejala lain seperti demam, sakit perut, mual, muntah dan kehilangan nafsu makan.

Penyebab anak muntah bisa terjadi karena dehidrasi

Penyebab Anak Muntah dan Mencret

Mencret pada anak dapat disebabkan oleh infeksi bakteri seperti salmonella atau infeksi virus seperti rotavirus. Namun infeksi virus adalah penyebab umum diare pada anak.

Rotavirus adalah virus yang menginfeksi lapisan usus sehingga menyebabkan muntah dan mencret atau diare, terutama pada bayi dan anak kecil. Pada balita dan bayi, mencret dan muntah bisa sangat berbahaya karena dapat menyebabkan anak dehidrasi.

Gastroenteritis atau flu perut adalah salah satu contoh penyakit yang disebabkan oleh rotavirus. Anak-anak yang terkena gastroenteritis dapat mengalami dehidrasi berat. Untuk itu, Anda sebagai orang tua wajib mengenali tanda-tanda dehidrasi pada anak.

Cara Mengatasi Muntah pada Anak

Saat anak muntah, berikan anak cairan lebih sering dengan jumlah yang sedikit guna mencegah anak dehidrasi. Untuk anak berusia di bawah 1 tahun, terus berikan ASI dan susu formula. Sedangkan untuk anak diatas 1 tahun Anda bisa memberikan air putih atau air kaldu.

Setelah 8 jam anak tidak muntah, Anda bisa melanjutkan ke diet BRAT atau diet rendah serat seperti nasi, pisang atau roti panggang.

Cara Mengatasi Mencret pada Anak

Sama seperti penanganan muntah, terus berikan cairan pada anak guna mencegah dehidrasi. Kurangi sedikit porsi makan anak dari biasanya dan berikan makanan seperti nasi, kentang atau roti. Anda juga bisa memberikan buah-buahan, sayuran yang dimasak dengan baik dan yogurt. Jangan memberikan makanan tinggi serat, gula dan berlemak pada anak.

Sebagai pertolongan pertama, Anda bisa memberikan cairan oralit pada anak. Oralit berguna untuk menggantikan cairan yang hilang karena diare ataupun muntah. Jika anak belum memberikan tanda-tanda dehidrasi dengan frekuensi buang air kecil yang masih sama seperti biasa, berikan oralit dengan dosis 5-10 ml setiap kali anak mencret.

Waktu yang Tepat untuk Membawa Anak ke Dokter

Anak muntah dan mencret yang disertai dengan sakit perut yang terus menerus, demam, sakit tenggorokan atau sakit kepala, Anda harus membawanya ke dokter. Anak berusia dibawah 1 tahun yang mengalami sakit perut akan menarik kakinya ke arah perut dan menangis. Sedangkan untuk anak berusia 4 tahun atau kurang, sakit perut bisa membangunkannya saat tertidur.

Selain itu, Anda harus waspada dan segera membawa anak ke unit gawat darurat jika anak mengalami gejala seperti:

Muntah anak Anda mengandung darah, empedu (zat hijau), atau sepertinya ada bubuk kopi di dalamnya

  • Mengalami sakit perut yang parah
  • Sakit saat buang air kecil
  • Memiliki tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, menangis tanpa air mata, atau buang air kecil kurang dari 3 kali dalam periode 24 jam
  • Mata terlihat cekung
  • Menangis tanpa air mata
  • Tidak bisa minum cairan apapun
  • Darah pada tinja
  • Kejang
  • Anak sulit dibangunkan saat tidur

Jangan meremehkan anak muntah dan mencret terutama pada anak berusia dibawah 1 tahun. Karena muntah dan mencret bisa membuat bayi lebih cepat dehidrasi.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*