Cara Menghilangkan dan Mengobati Sawan pada Bayi

  • May 14, 2021

Sawan pada bayi yaitu kondisi bayi yang tidak biasa seperti kejang-kejang dan menangis tanpa henti bahkan lebih keras daripada biasanya. Sawan pada bayi ini kerap dikaitkan dengan hal mistis seperti diganggu makhluk halus. 

Sawan pada bayi biasanya memiliki ciri khas seperti rewel karena menangis lebih keras saat sore atau malam hari. Bayi juga terlihat sakit atau tidak nyaman, bahkan wajahnya memerah. Bayi yang terkena sawan juga bisa ditandai karena gumoh, jari-jarinya mengepal dan timbul kejang-kejang yang disertai dengan demam.

Penyebab Kejang pada Bayi

Kejang atau yang kerap dikira sawan pada bayi diakibatkan karena sekelompok sel neuron tiba-tiba mengirimkan muatan listrik pada saat yang bersamaan. Gelombang listrik yang tidak normal dan intens ini akan membanjiri otak dan dapat menyebabkan kejang, kehilangan kesadaran, perilaku aneh atau gejala lainnya. 

Kejang atau sawan pada bayi ini juga dapat terjadi karena pengaruh faktor keturunan atau genetik dan lingkungan. Selain itu, kerusakan otak akibat penyakit atau cedera juga menjadi penyebab paling umum kejang pada bayi baru lahir.

Tak hanya itu saja, penyebab dari kejang pada bayi juga termasuk:

  • Pendarahan otak
  • Pukulan
  • Adanya tumor pada otak
  • Infeksi pada otak seperti meningitis, ensefalitis.

Gejala Sawan pada Bayi

Gejala sawan pada bayi tergantung dari kejang yang terjadi. Gejala umum dari kejang pada bayi yaitu sebagai berikut:

  • Bayi tiba-tiba melakukan gerakan menyentak pada lengan dan kaki
  • Tubuh bayi menjadi kaku
  • Hilang kesadaran
  • Pernapasannya terganggu atau berhenti bernapas
  • Kehilangan kontrol pada kandung kemih
  • Jatuh tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, tapi bisa jadi karena hilangnya kesadaran
  • Tidak menanggapi jika tiba-tiba ada suara berisik, karena pendengarannya terganggu
  • Terlihat bingung
  • Menganggukkan kepala
  • Mata berkedip degan cepat
  • Bibir berubah menjadi biru.

Diagnosis Kejang atau Sawan pada Bayi

Saat berkonsultasi kepada ahlinya, dokter atau penyedia layanan kesehatan akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan anak Anda. Anda juga akan ditanya mengenai faktor lain yang dapat menyebabkan kejang atau sawan pada bayi, seperti:

  • Demam atau infeksi yang baru saja terjadi
  • Cedera kepala
  • Kondisi atau riwayat kesehatan bawaan
  • Kelahiran prematur
  • Obat-obatan yang baru saja dikonsumsi.

Bayi yang mengalami kejang juga akan diberikan pemeriksaan berupa:

  • Pemeriksaan neurologis
  • Tes darah untuk memeriksa masalah gula darah dan faktor lainnya
  • Tes pencitraan otak, menggunakan magnetic resonance imaging (MRI) atau computed tomography (CT) scan
  • Electroencephalogram (EEG) untuk memeriksa aktivitas listrik di otak anak
  • Lumbar puncture (Spinal Tap) untuk mengukur tekanan di otak dan kanal tulang belakang serta menguji cairan serebrospinal untuk mengetahui apakah ada infeksi atau masalah lain.

Cara Mengobati atau Menghilangkan Sawan pada Bayi

Tujuan mengobati kejang atau sawan pada bayi adalah untuk mengontrol, menghentikan atau meminimalisir frekuensi kejang. Pengobatan kejang atau sawan pada bayi biasanya menggunakan banyak jenis obat yang digunakan untuk mengatasi kejang dan epilepsi. 

Sebelumnya, penyedia layanan kesehatan akan mengidentifikasi jenis kejang yang dialami anak Anda. Obat akan dipilih berdasarkan jenis kejang, usia anak, efek samping, biaya dan kemudahan penggunaan obat. Beberapa obat juga ada yang diminum serta ada yang diberikan ke dalam rektum atau hidung. Jika anak Anda dirawat di rumah sakit karena kejang, obat akan diberikan melalui suntikan.

Obat yang diberikan kepada anak Anda juga belum tentu harus dikonsumsi seumur hidup. Beberapa anak tidak lagi diberi obat karena mereka tidak menunjukkan gejala kejang selama 1 sampai 2 tahun.

Hal yang perlu diingat adalah bahwa Anda harus segera menghubungi dokter, jika anak mengalami hal sebagai berikut:

  • Kejang disertai dengan gemetar yang tidak terkendali
  • Kesulitan bernapas
  • Membenturkan kepala sebelum atau selama kejang
  • Pingsan selama beberapa menit
  • Menelan sesuatu yang beracun.

Pertolongan Pertama Saat Terjadi Kejang atau Sawan pada Bayi

Jika anak Anda sedang dalam kondisi kejang-kejang, selagi menunggu bantuan medis, Anda dapat melakukan pertolongan pertama sebagai berikut:

  • Letakkan anak Anda di lantai dengan posisi miring, dan singkirkan benda yang ada di dekatnya
  • Kendurkan bagian pakaian yang ketat seperti di sekeliling kepala atau leher
  • Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak
  • Jangan mencoba menghentikan kejang-kejang kecuali dokter anak Anda telah memberikan instruksi yang harus Anda lakukan
  • Jika anak muntah, pindahkan ke samping dan bersihkan mulutnya
  • Jangan mencoba menahan anak atau menahan gerakannya.

Itu tadi penjelasan bagaimana cara menghilangkan kejang atau sawan pada bayi. Dengan mengetahui penyebab, pengobatan serta langkah pertolongan pertama, maka Anda dapat lebih siap jika suatu saat bayi Anda mengalami gejala serupa. Selain itu, bayi Anda juga segera mendapatkan penangan yang cepat dan tepat sesuai dengan kondisi yang dialaminya.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*