Cara Menjaga Keseimbangan dan Kesehatan Hormon

  • September 7, 2020

Hormon memiliki dampak yang kuat terhadap kesehatan mental, fisik, dan emosional. Pembawa pesan kimia tersebut memainkan peran penting dalam mengatur nafsu makan, berat badan dan suasana hati, dan lain-lain. Biasanya, kelenjar endocrine memproduksi masing-masing hormon yang dibutuhkan untuk berbagai proses di dalam tubuh. Akan tetapi, ketidakseimbangan hormon telah menjadi hal yang umum terjadi, terutama di dunia modern saat ini. Produksi beberapa jenis hormon akan menurun saat seseorang bertambah tua, dan beberapa orang mengalami penurunan kesehatan hormon yang drastis dibandingkan dengan yang lain. Untungnya, diet bernutrisi dan kebiasaan gaya hidup sehat lain dapat membantu meningkatkan kesehatan hormon, membuat tubuh dapat berfungsi dengan lebih optimal. Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendalam.

Penuhi kebutuhan protein tubuh setiap harinya

Memenuhi kebutuhan protein merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga kesehatan hormon. Protein makanan menyediakan asam amino esensial yang tubuh tidak dapat produksi sendiri dan harus didapatkan setiap harinya dari makanan agar tubuh Anda dapat menjaga kesehatan otot, tulang, dan kulit. Selain itu, protein juga memengaruhi pelepasan hormon yang mengatur nafsu makan dan asupan makanan. Penelitian menunjukkan bahwa memakan protein dapat menurunkan level ghrelin, atau hormon lapar, dan menstimulasi produksi hormon yang dapat membuat Anda merasa kenyang, seperti PYY dan GLP-1.

Dalam sebuah studi, pria memproduksi 20 persen GLP-1 dan 14 persen PYY lebih banyak setelah memakan makanan tinggi protein dibandingkan setelah makan makanan yang mengandung protein dalam jumlah yang normal. Selebihnya, rasa lapar peserta juga menurun sebesar 25 persen setelah makan makanan tinggi protein dibandingkan dengan makanan dengan kadar protein normal. Mereka juga merasakan adanya peningkatan metabolisme dan pembakar lemak. Untuk mengoptimalkan kesehatan hormon, para peneliti merekomendasikan untuk mengonsumsi minimal 20 hingga 30 gram protein setiap kali Anda makan.

Olahraga dengan teratur

Aktivitas fisik dapat memengaruhi kesehatan hormon dengan kuat. Salah satu manfaat olahraga yang utama adalah kemampuannya dalam mengurangi kadar insulin dan meningkatkan sensitivitas insulin. Insulin merupakan sebuah hormon yang memiliki beberapa fungsi penting, salah satunya adalah membuat sel dapat mengambil gula dan asam amino dari aliran darah, yang kemudian akan digunakan sebagai energi dan menjaga kesehatan otot. Sayangnya, terlalu banyak insulin dapat membahayakan kesehatan. Level insulin yang tinggi dihubungkan dengan terjadinya peradangan, penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Selain itu, hal tersebut dapat menyebabkan resistensi insulin, sebuah kondisi di mana sel-sel tubuh tidak merespon sinyal insulin dengan baik.

Banyak jenis aktivitas fisik terbukti dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi kadar insulin, termasuk latihan aerobik, latihan kekuatan, dan latihan ketahanan. Dalam sebuah studi yang dilakukan selama 24 minggu pada wanita yang menderita obesitas, latihan dapat meningkatkan sensitivitas insulin para peserta dan level adiponectin, sebuah hormon yang memiliki efek anti peradangan dan membantu mengatur metabolisme. Terus aktif secara fisik juga dapat membantu meningkatkan level hormon penjaga otot yang akan terus hilang semakin Anda bertambah usia, seperti testosterone, DHEA, IGF-1, dan hormon pertumbuhan.

Bagi Anda yang tidak bisa melakukan latihan fisik yang cukup keras, latihan santai seperti berjalan tetap dapat meningkatkan level hormon tersebut, sehingga berpotensi dalam memperkuat otot serta meningkatkan kualitas hidup. Dengan mengikuti diet yang ketat dan sehat, serta rutin berolahraga setiap harinya, Anda dapat menjaga kesehatan hormon agar tubuh dapat berfungsi dengan lebih optimal.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*