Bukan Hanya Anemia, Simak Berbagai Penyakit yang Ditangani Dokter Hematologi

  • January 20, 2021

Dokter hematologi memiliki spesialisasi ilmu yang berkaitan dengan darah, organ pembentuk darah, dan penyakit darah. Fungsi darah dalam tubuh diantaranya mengangkut oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh, membantu mengontrol keseimbangan cairan tubuh, dan melindungi tubuh dari penyakit. Kelainan darah akan sangat mengganggu metabolisme tubuh, dokter hematologi memiliki peranan penting dalam penanganannya. 

Penyakit yang ditangani dokter hematologi

Pertemuan dengan dokter hematologi berdasarkan saran dari dokter primer berkaitan dengan kondisi yang melibatkan sel darah merah, sel darah putih, trombosit, pembuluh darah, sumsum tulang, kelenjar getah bening, atau limpa. Berikut ini penyakit-penyakit yang akan ditangani dokter hematologi sehubungan dengan kondisi tersebut:

  • Hemofilia- kondisi dimana darah sulit membeku
  • Sepsis- infeksi dalam darah
  • Leukimia- kanker darah akibat produksi sel darah putih berlebihan
  • Limfoma- kanker yang memengaruhi nodul mimfa dan pembuluh darah
  • Anemia sel sabit- bentuk sel darah merah abnormal 
  • Talasemia- tubuh tidak dapat menghasilkan hemoglobin dalm jumlah cukup
  • Anemia- kekurangan jumlah sel darah merah 
  • Trombosis vena dalam- terdapat gumpalan darah di pembuluh darah
  • Hereditary Hemorrhagic Telangiestasia (HHT)- kelainan genetik yang menyebabkan pembentukan pembuluh darah abnormal
  • Malaria- penyakit infeksi menular karena gigitan nyamuk 
  • Penyakit Vod Willebrand- kelainan darah karena tidak memiliki protein darah atau disebut juga faktor von Wilebrand

Beberapa penyakit tersebut membutuhkan dokter spesialis lain, seperti leukimia yang membutuhkan rujukan dokter spesialis onkologi.

Jenis-jenis tes darah

Diagnosis dan monitoring perkembangan penyakit darah membutuhkan tes yang akan ditentukan dokter hematologi. Hasil akhrinya juga akan dikonsultasikan untuk mengetahui penanganan dan pengobatan selanjutnya. Berikut ini jenis tes darah yang dilakukan:

  • Complete Blood Count (CBC)

Tes ini bertujuan menghitung sel darah merah dan sel darah putih, hemoglobin, trombosit, dan hematokrit. CBC digunakan untuk mengevaluasi kesehatan Anda secara keseluruhan dan mendeteksi penyakit serta gangguan kesehatan yang mungkin terjadi. 

  • Prothrombine Time (PT)

Dokter akan mengukur berapa lama proses pembekuan darah. Pada dasarnya, hati menghasilkan protein yang disebut protrombin berfungsi membantu proses pembekuan darah. Jika sebelumnya dokter mendiagnosis masalah hati, tes PT juga dapat dijadikan sebagai cara memantau kondisi Anda.  

  • Partial Thromboplastin Time (PTT)

Sama seperti prothrombine time, PTT juga mengukur waktu pembekuan darah. Biasanya PTT menggunakan aktivator tambahan untuk meningkakan kecepatan waktu pembekuan. Beberapa kasus seperti terapi heparin lebih sensitif terdeteksi ketika menggunakan PTT. 

Apabila Anda mengalami mimisan, menstruasi berat, urin berwarna merah muda, atau mudah memar, mungkin dokter akan menggunakan PTT untuk mencari tahu penyebab masalah tersebut.  

  • International Normalized Ratio (INR)

Apabila Anda menggunakan obat pengencer darah warfarin, dokter biasanya melakukan lebih dari satu tes pembekuan darah kemudian membandingkannya untuk memastikan efektivitas obat dan fungsi hati. Perhitungan ini disebut juga International Normalized Ratio (INR).

Perangkat tes darah terbaru memungkinkan Anda menghitung INR secara mandiri di rumah sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup pasien yang membutuhkan pengujian pembekuan darah secara cepat dan teratur. 

  • Biopsi sumsung tulang 

Petugas akan menggunakan jarum kecil untuk mengambil sampel sumsum tulang untuk diuji di laboratorium menggunakan mikroskop. Sebelumnya Anda akan dibius menggunakan anatesi lokal agar area biopsi mati rasa selama beberapa waktu. Prosedur biopsi sumsum tulang tergolong relatif cepat.  

Berbagai jenis tes darah dilakukan oleh petugas laboratorium serta memberikan informasi tambahan mengenai kelainan dan masalah kesehatan yang telah teridentifikasi dari pemeriksaan laboratorium. 

6 Cara Memasak Sayuran yang Mesti Dihindari

6 Cara Memasak Sayuran yang Mesti Dihindari

  • January 18, 2021

Sebanyak apapun nutrisi dan gizi yang ada di sayuran Anda bisa seketika lenyap jika cara memasak sayuran yang Anda terapkan. Sebaliknya, nutrisi-nutrisi yang ada dalam sayur justru bisa meningkat apabila Anda memasaknya dengan benar dan tepat. 

Cara memasak sayuran tidak semata bagaimana pengolahannya di atas kompor atau dengan api. Cara memasak sayuran termasuk bagaimana Anda melakukan pengolahan sedari awal pencurian, pemotongan, sampai pemanasan. 

Berikut ini adalah kesalahan-kesalahan yang kerap terjadi saat memasak sayur. Sebagian sudah dipahami betul oleh banyak orang, namun masih terus dilakukan karena rasa sayur akan lebih enak dan prosesnya lebih simpel. Di sisi lain, beberapa dari kesalahan cara memasak sayuran di bawah ini masih jarang disadari. 

  1. Membiarkan Lama dalam Bentuk Potongan 

Ketika memasak sayuran, Anda akan cenderung memotong ataupun mengirisnya terlebih dahulu, bukan? Saat ini bahkan ada konsep memotong dan mengiris semua sayuran dalam porsi besar, kemudian tinggal menggunakannya demi sedikit tiap hari sehingga cara memasak sayuran akan berlangsung lebih cepat. Padahal, membiarkan sayuran dalam bentuk irisan atau potongan menimbulkan risiko menguapnya nutrisi yang ada di dalamnya. Jadi lebih baik, Anda memotong sayuran sesaat sebelum dimasak. 

  1. Mengupas dan Membuang Kulit 

Banyak resep olahan sayur yang hanya menggunakan daging atau bagian dalam sayuran tersebut, khususnya untuk jenis umbi-umbian, seperti kentang ataupun wortel. Anda pun akan mengupas sayuran tersebut sebelum dimasak, kemudian membuang kulitnya. Mulai sekarang, lupakan kebiasaan ini! Tahukah Anda, nutrisi pada kulit sayur atau buah kerap lebih tinggi daripada bagian isi. Jika tidak terlalu terpaksa, jangan kupas kulit dan sayuran yang mau Anda masak. Jika memang akan memengaruhi rasa, Anda bisa mengupasnya, namun kulit yang ada jangan dibuang, melainkan diolah menjadi menu lain. 

  1. Memasak dengan Terlalu Banyak Cairan 

Cairan mau dalam bentuk air maupun minyak tidak terlalu dianjurkan dalam cara memasak sayuran yang ideal. Jika terlalu banyak air, nutrisi pada sayuran akan mudah hilang karena terlarut. Sementara jika terlalu banyak minyak, lemak akan meresap ke bagian dalam sayur dan merusak vitamin-vitamin yang ada di dalamnya. Karena alasan inilah, cara memasak sayuran dengan digoreng ataupun direbus tidak terlalu dianjurkan. 

  1. Waktu Masak Terlalu Lama 

Cara memasak sayuran yang Anda lakukan mungkin sudah tepat karena tidak memakai cairan terlalu banyak. Namun, itu semua akan menjadi sia-sia apabila Anda terlalu lama memasak. Pemanasan yang dilakukan dalam proses memasak dari cara apapun akan rentan membuat nutrisi sayuran menguap. Sedikit trik, jika ingin mengukus sayur, waktu maksimal yang dianjurkan tidak sampai 15 menit. Sementara jika ingin merebusnya, pastikan waktunya tidak melebihi 5 menit apabila Anda tidak akan menyantap kuahnya. 

  1. Memarinasi Sayuran 

Cara memasak sayuran dengan dipanggang sebenarnya bukan ide buruk. Cara memasak ini tergolong ideal karena dapat mempertahankan nutrisi sayur cukup banyak. Akan tetapi, panggangan sayuran Anda akan menjadi salah apabila terlebih dahulu Anda memarinasi sayuran-sayuran tersebut. Memarinasi sayuran sebelum dipanggang rentan menimbulkan zat-zat buruk saat proses pemasakan di atas panggangan. Marinasi juga membuat masakan Anda akan lebih cepat gosong. 

  1. Menggabungkannya dengan Lemak 

Banyak resep yang membuat menu olahan sayur yang digabungkan dengan lemak, seperti daging merah ataupun makanan laut. Sebaiknya, Anda tidak mengikuti cara memasak sayuran yang demikian. Menggabungkan sayuran dan lemak akan membuat Anda kesulitan menentukan jumlah kalori yang masuk ke tubuh. Banyak cerita dari resep sayur plus lemak yang berujung pada jumlah kalori yang terlalu besar sehingga rentan menimbulkan berat badan berlebih bagi Anda yang sering menyantapnya. 

***

Cara memasak sayuran harus diperhatikan dari hulu sampai hilir. Jika semua sudah benar, resep sayuran tersebut akan benar-benar menjadi sumber kesehatan bagi tubuh Anda.

Apa Saja Sih Perbedaan Jalan dan Lari?

Apa Saja Sih Perbedaan Jalan dan Lari?

  • January 15, 2021

Selain menjaga pola makan, berolahraga menjadi penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Berbagai jenis olahraga bisa dilakukan dari yang mudah hingga yang sulit sebab membutuhkan skill atau alat tertentu. Jalan kaki atau lari sering menjadi pilihan banyak orang untuk berolahraga sebab murah dan mudah untuk dilakukan. Meski terlihat serupa, keduanya berbeda terutama dari segi teknik dan dampaknya bagi tubuh. Berikut ini merupakan perbedaan jalan dan lari yang sebaiknya Anda ketahui. 

Perbedaan jalan dan lari 

Jalan kaki bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Bahkan Anda dapat berolahraga dengan jalan di tempat. Sedangkan lari lebih membutuhkan persiapan. Anda sebaiknya menggunakan sepatu dan pakaian yang tepat sehingga saat berlari bisa merasa lebih nyaman. Jalan kaki maupun lari dapat meningkatkan kebugaran tubuh dan termasuk dalam jenis olahraga kardio. Meski demikian, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan seperti berikut ini. 

  1. Perbedaan jalan dan lari dari segi teknik 

Dari segi teknik, jalan dan lari cukup berbeda meski memiliki gerakan dasar yang sama. Kaki Anda akan terus menerus menyentuh tanah saat berjalan. Gerakan yang sama dilakukan berulang secara berkesinambungan, yaitu posisi kaki pertama menyentuh permukaan tanah dengan jari kaki sedangkan kaki lainnya menempatkan tumit ke permukaan tanah di posisi lebih depan. 

Saat berlari, Anda melakukannya berbeda dengan ketika berjalan. Kaki akan menyentuh permukaan tanah secara bergantian dan melakukan lompatan ketika bergerak maju. Dengan begitu, seluruh bagian telapak kaki akan menumpu tubuh secara bersamaan di atas permukaan tanah, dilakukan bergantian antara kaki kanan dengan kiri. 

  1. Perbedaan jalan dan lari dari segi intensitas

Perbedaan jalan dan lari selanjutnya adalah dari segi intensitasnya. Lari lebih intens dibandingkan berjalan. Artinya, jika Anda berlari maka energi yang digunakan pun lebih banyak daripada berjalan, kurang lebih dua kali lipatnya.

  1. Perbedaan jalan dan lari dari segi dampak 

Dampak berjalan dan berlari jelas berbeda. Semakin tinggi dampak olahraga tertentu maka risiko terjadinya cedera pun meningkat. Jalan kaki memiliki dampak yang lebih kecil jika dibandingkan dengan berlari. Beberapa cedera yang mungkin terjadi karena berlari yaitu kram, keseleo, terkilir, lecet, dan memar. 

  1. Perbedaan jalan dan lari dari segi manfaat

Perbedaan jalan lari selanjutnya yaitu dari segi manfaatnya. Keduanya tentu saja sama-sama memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh  seperti menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kolesterol baik, menurunkan tekanan darah, serta membakar kalori. Akan tetapi, berlari akan membakar lebih banyak kalori dibandingkan jalan kaki. Selain itu, manfaat dari berlari akan dirasakan oleh tubuh dengan lebih cepat dibandingkan berjalan kaki. 

Lalu, sebaiknya pilih olahraga jalan atau lari? 

Memilih olahraga perlu disesuaikan dengan waktu luang yang dimiliki dan kondisi tubuh. Jika Anda menginginkan peningkatan stamina yang tinggi atau sedang menurunkan berat badan maka pilihlah berlari. Jika kondisi tubuh lebih mudah lelah dan waktu Anda terbatas, maka berjalan kaki bisa menjadi pilihan olahraga yang tepat. 

Itulah perbedaan jalan dan lari. Sebelum Anda melakukan olahraga tertentu, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter terutama jika Anda memiliki masalah medis tertentu. Para lansia misalnya, tidak disarankan untuk melakukan olahraga yang terlalu membebani tubuh. Apabila Anda ingin berdiskusi lebih lanjut tentang manfaat olahraga untuk tubuh, tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play.

Mengenal Kalsium Propionat, Bahan Tambahan untuk Roti

  • January 13, 2021

Kalsium propionat adalah bahan tambahan yang banyak dijumpai di berbagai makanan, khususnya makanan yang dipanggang seperti roti. Kalsium propionat bertindak sebagai pengawet untuk membantu memperpanjang usia makanan dengan cara menghambat pertumbuhan dan reproduksi mikroorganisme. Meskipun kalsium propionat bermanfaat untuk produsen makanan, tentunya sebagai konsumen Anda penasaran apakah bahan tambahan ini aman untuk dikonsumsi atau tidak. Artikel ini akan membahas hal-hal yang perlu Anda ketahui seputar kalsium propionat dengan lebih detail.

Apa itu kalsium propionat?

Kalsium propionat adalah garam organik yang terjadi secara alami yang terbentuk akibat reaksi antara kalsium hidroksida dan asam propionat. Kalsium propionat biasanya digunakan untuk bahan tambahan makanan, yang dikenal dengan nama E282, untuk membantu mengawetkan produk makanan seperti roti, produk dairy (keju, yogurt, dan lain-lain), minuman (minuman buah), minuman beralkohol (beer, anggur, cider), dan daging olahan (hot dog, ham). Kalsium propionat memperpanjang usia makanan dengan cara menghambat pertumbuhan dan reproduksi jamur dan mikroorganisme lainnya. Pertumbuhan jamur dan bakteri merupakan gangguan yang merugikan di dunia industri makanan yang menggunakan proses panggangan, karena memanggang akan menyediakan sebuah kondisi yang ideal untuk pertumbuhan jamur. Kalsium propionat telah disetujui penggunaanya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Organisasi Pertanian dan Makanan (FAO).

Apakah kalsium propionat aman dikonsumsi?

Kalsium propionat telah diteliti dengan ekstensif penggunaanya oleh FDA sebelum diklasifikasikan oleh mereka sebagai “umumnya dianggap aman”. Selain itu, WHO dan FAO belum membuat panduan asupan harian yang dapat diterima, yang berarti kalsium propionat dianggap memiliki risiko yang rendah. Sebuah studi hewan menunjukkan bahwa memberi makan 1-3 gram kalsium propionat pada tikus setiap harinya selama 4 hingga 5 minggu tidak menunjukkan efek apapun terhadap pertumbuhan tikus. Selain itu, studi 1 tahun pada tikus menunjukkan bahwa konsumsi diet yang mengandung 4 persen kalsium propionat, yang mana merupakan persentase lebih tinggi dari yang kebanyakan orang konsumsi setiap harinya, tidak memiliki efek beracun apapun. 

Kebanyakan studi laboratorium tentang kalsium propionat dan keracunan menunjukkan hasil yang negatif, kecuali pada beberapa studi yang menggunakan kalsium propionat dalam jumlah yang sangat tinggi. Misalnya, dalam satu dari studi tersebut, peneliti menyuntikkan kalsium propionat dalam jumlah yang tinggi pada kantung kuning telur embrio ayam dan menyebabkan ketidaknormalan. Penting untuk diketahui bahwa tubuh Anda tidak menyimpan kalsium propionat, yang berarti zat ini tidak akan menumpuk di dalam sel. Kalsium propionat dipecah oleh saluran pencernaan, untuk kemudian diserap, dimetabolisme, dan dibuang. 

Kemungkinan efek samping

Umumnya, kalsium propionat aman untuk dikonsumsi dengan hampir tidak ada efek samping sama sekali. Dalam situasi yang langka, kalsium propionat dapat menyebabkan efek samping negatif, seperti sakit kepala dan migraine. Satu studi pada manusia menghubungkan asupan propionat terhadap meningkatnya produksi insulin dan glukagon, sebuah hormon yang menstimulasi pelepasan glukosa (gula). Hal ini dapat menyebabkan resistensi insulin, sebuah kondisi di mana tubuh Anda tidak dapat menggunakan insulin dengan benar, yang mana nantinya dapat menyebabkan penyakit diabetes tipe 2. Sebagai tambahan, sebuah studi pada 27 anak menemukan bahwa beberapa mereka menderita gelisah, gangguan tidur, perhatian yang buruk, dan lekas marah setelah mengkonsumsi roti yang mengandung kalsium propionat setiap harinya. Akan tetapi, studi pada manusia dibutuhkan pada area ini sebelum dapat ditentukan bahwa kalsium propionat menyebabkan efek tersebut.

Sakit Bronkitis? Kunjungi Dokter THT di Jakarta Timur

  • January 5, 2021

Tabung bronkial Anda mengirim udara dari trakea ke paru-paru. Saat tabung tersebut meradang, lendir dapat menumpuk di dalamnya. Kondisi ini disebut dengan istilah bronkitis, dan dapat menyebabkan beberapa gejala seperti batuk, sesak napas, dan demam ringan. Bronkitis dapat bersifat akut atau kronis. Bronkitis akut biasanya bertahan selama kurang dari 10 hari, namun batuk dapat terus terjadi selama beberapa minggu. Sementara itu, bronkitis kronis dapat bertahan selama beberapa minggu dan biasanya akan kambuh kembali. Kondisi ini lebih sering dijumpai pada orang-orang yang menderita asma atau emphysema. Apabila Anda menderita batuk dan sesak napas yang tidak kunjung sembuh, kunjungi dokter THT di Jakarta Timur untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosa, dan perawatan. 

Gejala bronkitis akut

Hubungi dokter THT di Jakarta Timur apabila Anda menderita gejala bronkitis seperti hidung meler, radang tenggorokan, tubuh terasa lelah, bersin-bersin, mengi, mudah merasa dingin, sakit otot atau punggung, dan demam dengan suhu tubuh mencapai 38 derajat Celsius. Setelah infeksi terjadi, ada kemungkinan Anda akan menderita batuk. Batuk bersifat kering untuk kemudian berubah menjadi produktif, dalam arti akan menghasilkan lendir. Batuk produktif adalah gejala bronkitis akut yang paling sering dijumpai dan dapat terjadi selama 10 hari hingga 3 minggu. Gejala lain yang bisa Anda perhatikan di antaranya adalah adanya perubahan warna lendir, dari putih menjadi hijau atau kuning. Hal ini bukan berarti infeksi yang Anda derita disebabkan karena virus ataupun bakteri; hal ini berarti sistem kekebalan tubuh Anda sedang bekerja. Periksakan diri ke dokter THT di Jakarta Timur sesegera mungkin apabila Anda menderita gejala seperti turunnya berat badan yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya, batuk kasar, kesulitan bernapas, sakit dada, demam bersuhu 38 derajat Celsius atau lebih, dan batuk yang terus menerus terjadi selama lebih dari 10 hari. 

Diagnosa dan Perawatan

Dalam banyak kasus, bronkitis akut biasanya akan hilang sendirinya tanpa perlu perawatan khusus. Namun, apabila Anda memutuskan untuk mengunjungi dokter THT di Jakarta Timur, mereka akan melakukan pemeriksaan fisik seperti mendengarkan suara paru-paru saat Anda bernapas, dan memeriksa gejala mengi. Dokter juga akan menanyakan perihal batuk yang Anda alami, seberapa sering batuk terjadi dan apakah batuk Anda mengeluarkan dahak. Apabila dokter tidak yakin dengan diagnosa Anda, mereka akan merekomendasikan sinar-X dada untuk membantu dokter mengetahui apakah Anda menderita pneumonia atau tidak. Tes dan kultur darah juga dapat dibutuhkan apabila dokter THT di Jakarta Timur berpikir Anda memiliki infeksi lain selain bronkitis. 

Kecuali gejala Anda bersifat parah, tidak ada banyak hal yang bisa dokter THT di Jakarta Timur lakukan untuk merawat bronkitis akut. Dalam banyak kasus, perawatan biasanya terdiri dari “home care”, seperti menggunakan humidifier, teh jahe, dan madu untuk membuat Anda merasa lebih baik. Antibiotik tidak direkomendasikan penggunaannya untuk orang-orang yang menderita bronkitis akut. Kebanyakan kasus bronkitis disebabkan karena virus, dan antibiotik tidak akan efektif melawan virus, sehingga obat tidak akan bermanfaat untuk Anda. Akan tetapi, apabila Anda menderita bronkitis akut dan memiliki risiko tinggi dalam menderita pneumonia, dokter dapat meresepkan antibiotik pada musim demam dan flu. Ini disebabkan karena bronkitis dapat berkembang menjadi pneumonia, dan antibiotik dapat membantu mencegah hal tersebut untuk terjadi. Gejala bronkitis akut biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu.

Anak Drop Out dari Sekolah? Ini Alasan dan Cara Mengatasinya

  • December 31, 2020

Tak ada orang tua yang siap jika mengetahui anaknya drop out dari sekolahnya. Meskipun ada faktor akademis dalam proses drop out, namun ternyata hal ini bukanlah faktor utama yang menjadikan seorang anak atau siswa dikeluarkan dari sekolah. 

Untuk itu, ada baiknya, Anda sebagai orang tua memahami dan mengetahui apa saja alasan anak drop out dari sekolah. Dan, bagaimana cara mengatasinya, apa yang harus Anda lakukan. Berikut penjelasannya. 

Apa alasan anak drop out?

Drop out atau dikeluarkan dari sekolah pasti membuat siapa pun yang mengalaminya merasa terpukul, tak terkecuali orang tua. Namun, sebagai orang tua Anda harus lebih bijak dalam menyikapi hal tersebut dengan mencari tahu penyebabnya. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui apa langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan. Berikut beberapa alasan kemungkinan anak drop out.

  1. Pengaruh buruk

Pengaruh buruk di lingkungan sekolah atau teman-temannya menjadi salah satu alasan paling umum anak drop out. Pengaruh alkohol, obat-obatan, internet dan televisi secara dini atau tak terbatas/terlalu bebas dapat mengalihkan perhatian anak-anak dari pendidian akademis dan sebaliknya, malah mendorong mereka ke dalam kegiatan antisosial. Dan, hal ini biasanya membuat pengaruh negatif pada sekolah anak. 

  1. Kesulitan akademik

Ketidakmampuan untuk mengatasi tekanan akademis adalah alasan lain bagi anak-anak untuk drop out dari sekolah. Sebuah penelitian membuktikan bahwa anak-anak ayang tidak mahir membaca hingga kelas empat sering kali malah drop out ketimbang melanjutkan. 

  1. Faktor keluarga dan sosial ekonomi

Tidak sedikit siswa yang termasuk dalam kelompok berpenghasilan rendah cenderung keluar dari sekolah. Di Indonesia mungkin hal ini sudah menjadi hal yang tidak jarang terjadi, di mana seorang anak keluar dari sekolah karena tidak memiliki biaya untuk melanjutkan. 

Perceraian atau perpisahan orang tua pun bisa menjadi masalah tersendiri bagi anak. Umumnya, psikologis anak akan terganggu dengan masalah perpisahan keluarga. Efeknya anak akan kesulitan dalam mencerna pelajaran dan berdampak bagi pendidikannya. 

  1. Kesehatan mental

Menurut sebuah studi oleh National Alliance on Mental Illness, sekitar 20 persen siswa berusia 13 hingga 18 tahun memiliki kondisi kesehatan mental, sementara American Psychological Association menemukan bahwa mahasiswa juga menghadapi masalah serupa. Selain itu, pada penelitian lain menemukan 41, 6 persen pelajar pasca sekolah menengah menghadapi kecemasan, sementara 36,4 persen mengalami depresi. 

Lalu abagaimana cara mengatasi anak drop out?

Untuk mengatasi anak drop out dari sekolah, mungkin Anda perlu mengetahui apa penyebab dari dikeluarnya anak dari sekolah. Dan, beberapa cara berikut bisa Anda lakukan untuk mengatasi anak yang drop out. 

  • Terlibat. Sebagai orang tua, keterlibatan adalah faktor paling utama untuk memotivasi anak Anda untuk tetap semangat walaupun mengalami drop out. Tetap memotivasi anak adalah hal paling utama yang harus Anda lakukan. Beri semangat dan pantau terus kemajuan anak Anda, sehingga Anda dapat membantunya meningkatkan nilai dan menumbuhkan rasa percaya dirinya. 
  • Harapan yang realistis. Dorongan dan motivasi anak Anda untuk berprestasi di sekolah adalah tugas Anda sebagai orang tuanya. Namun, jangan memiliki ekspektasi yang tidak realistis dari anak Anda. Hal ini dapat menyebabkan anak merasa tertekan dan stres yang tidak semestinya pada anak Anda dan menyebabkan prestasi akademis yang buruk. 

Anda perlu menanamkan nilai-nilai baik pada anak Anda. Katakan padanya bahwa keunggukan akademis adalah langkah pertama untuk memastikan pendidikan dan kehidupan yang baik di masa depan. 

  • Jangan memaksa mereka untuk melakukan terlalu banyak. Meskipun banyak orang tua yang mendorong dan memperjuangkan kemampuan anak mereka, serta terlalu banyak menuntut dengan membebankan mereka banyak kegiatan. Hal ini dapat membuat anak stres dengan banyaknya kegiatan, namun dorong mereka dengan memprioritaskan pendidikan mereka dan mengurangi kegiatan yang menyebabkan stres. 

Jadi, Anda sebagai orang tua harus mengetahui dahulu apa penyebab dari anak drop out. Dengan begitu, Anda dapat mencari cara untuk memahami anak dan memberikan motivasi untuk membuatnya tetap semangat meskipun dikeluarkan dari sekolah.

Berbagai Penyebab Kuku Rusak dan Cara Mengatasinya

  • December 31, 2020

Banyak sekali penyebab kuku rusak, baik karena kondisi medis maupun kondisi lain yang dapat mempengaruhi bentuk atau tekstur kuku, misalnya karena pola makan, perawatan kulit, atau cat kuku Anda. Kerapuhan kuku, yang berati kuku mudah retak, terkelupas, atau pecah , yang dapat diamati sebagai tanda penuaan atau sebagai respon terhadap penggunaan cat kuku dalam jangka panjang atau paparan kondisi lembab (termasuk sering berenang atau mencuci piring). 

Beberapa penyakit pun sering kali dikaitkan dengan perubahan pada kuku. Seperti kuku tipis dan rapuh bisa menjadi tanda hipotiroidisme. Namun, mengonsumsi suplemen biotin (vitamin) dapat membantu dalam beberapa kasus kuku rapuh, dan mengggunakan pelembab setelah berendam pun dapat membantu kesehatan kuku. Nah, berikut beberapa penyebab kuku rusak dan cara mengatasinya. 

Penyebab kuku rusak dan cara mengatasinya

  1. Kekurangan vitamin B tertentu

Anda mungkin berpikir suplemen kecantikan tidak terlalu penting, namun ada bukti bahwa dibalik biotin terdapat vitamin B yang berfungsi sebagai penguat rambut dan kuku. Pada sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Cosmetic Dermatology, mengonsumsi vitamin B sebanyak 2,5 mg setiap hari dapat meningkatkan kekuatan kuku dan mengurangi kerapuhan. 

Cara mengatasinya, jika Anda sedang diet dan kekurangan makanan yang mengandung biotin, seperti telur, salmon, daging sapuim ubi jalar, dan almond, maka direkomendasikan untuk menggonsumsi biotin 2,5 mg sehari untuk mengurangi kerapuhan. Namun, Anda tetap memerluka beberapa bulan untuk mendapatkan hasil yang Anda inginkan. 

  1. Menggigit kuku

Entah apa alasan seseorang terus menggigit kukunya. Mungkin karena merasa gugup atau bosan, namun kegiatan ini dapat membuat kuku Anda menjadi lebih mudah rapuh dan rusak yang disebabkan oleh air liur. Pasalnya, air liur merupakan enzim pencernaan yang berfungsi untuk mengolah atau menghancurkan makanan, dan hal tersebut pun terjadi pada kuku Anda menjadi rapuh dan hancur. 

Cara mengatasinya, untuk menghindari Anda mengigit kuku dalah dengan menjaga agar kuku tetap pendek dan rapi, jadi Anda tidak punya kesempatan untuk menggigitnya. 

  1. Menggunakan pembersih tangan secara berlebihan

Sama halnya dengan mencuci piring yang berlebihan dapat menyebabkan kuku rusak, begitu pun dengan penggunaan pembersih tangan secara berlebihan. Pasalnya, kandungan alkohol yang tinggi dapat membuat kulit kering dan kuku mudah rapuh. 

Cara mengatasinya, Anda hanya perlu menggunakan cairan pembersih atau hand sanitizer pada keadaan darurat saja, dan lakukan cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir. Atau, Anda dapat menggunakan tisu basah untuk membersihkan tangan dan melembapkannya. 

  1. Cat kuku yang bertahan terlalu lama

Semua cat kuku biasanya mengandung bahan pengering yang menghilangkan kelembapan alami dari cat kuku yang dapat membuat rapuh.  Pilihlah cat kuku dengan bahan yang aman untuk kuku, sehingga tidak membuat kuku kering dan rapuh. 

Anda dapat mengatasi masalah ini dengan tidak menggunakan cat kuku lebih dari lima hari. Hilangkan cat kuku setelah lima hari pemakaian, lalu berikan jeda beberapa waktu untuk memutuskan menggunakannya kembali. 

  1. Terlihat lekukan di kuku

Kuku yang cekung atau ada tekanan dapat disebabkan oleh kadar zat besi yang rendah atau anemia. Zat besi membantu membentuk hemoglobin, molekul yang mengangkut sel darah merah yang berisi oksigen segar ke matriks kuku Anda. Tanpanya pertumbuhan kuku Anda akan terhambat. 

Cara mengatasinya, jika Anda melihat lekukan di kuku Anda, itu merupakan tanda Anda harus mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Mungkin Anda akan disarankan untuk mengonsumsi makan makanan kaya zat besi, misalnya seperi daging sapi, bayam, kacang-kacangan atau kacang polong, tiram, dan beberapa makanan lainnya yang mengandung zat besi. 

Jadi, banyak hal yang dapat menjadi penyebab dari kuku rusak, dan kelima faktor di atas adalah di antaranya. Semoga beberapa penyebab dan cara mengatasi kuku rapuh atau rusak di atas dapat membantu Anda.

Mengonsumsi Sedikit Daging dengan Diet Flexitarian, Adakah Efek Sampingnya?

  • December 23, 2020

Diet flexitarian cocok dilakukan bagi orang yang ingin mengonsumsi makanan berbasis tanaman, namun tetap diperbolehkan mengonsumsi produk hewani dengan jumlah yang tidak berlebihan. Diet ini lebih fleksibel dibandingkan jenis diet vegetraian atau vegan. Diet flexitarian dipercaya mampu mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, kanker, serta mengurangi berat badan, 

Bagaimana aturannya? 

Diet flexitarian tidak memiliki aturan jelas mengenai jumlah kalori atau zat gizi lainnya. Sebanarnya,  flexitarian sebenarnya lebih tepat disebut sebagai gaya hidup daripada jenis diet. Beberapa prinsip yang bisa diterapkan:

  • Lebih banyak mengonsumsi buah, sayur, legum, dan gandum utuh
  • Mengutamakan protein nabati daripada protein hewani
  • Tetap memasukkan daging ke dalam menu makanan, meskipun jumlahnya tidak banyak
  • Mengonsumsi makanan yang melalui proses sependek dan sealami mungkin
  • Batasi konsumsi gula tambahan dan gula

Diet ini dimulai dengan cara memastikan berapa banyak produk hewani yang akan dikonsumsi dalam satu minggu. Meskipun beberapa orang masih diperbolehkan untuk mengonsumsi daging-dagingan dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan produk nabati. Secara umum, tujuan dari diet flexitarian yaitu mengonsumsi makanan atau minuman nabati yang bergizi dan meminimalisisr asupan hewani. 

Risiko kekurangan zat gizi tertentu

Seseorang berisiko kekurangan gizi tertentu saat mereka membiasakan mengurangi konsumsi produk hewani, terutama daging-dagingan. Beberapa zat gizi yang mungkin akan berkurang saat melakukan diet flexitarian diantaranya:

  • Vitamin B12

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa vegetarian cenderung mengalami kekurangan vitamin B12. Sebanyak 62% ibu hamil dan lebih dari 90% orang tua yang melakukan diet vegetarian kekurangan vitamin B12. Diet flexitarian merupakan jenis diet semi-vegetarian. Pasalnya, vitamin B12 mayoritas terkandung pada produk hewani. Pelaku diet flexitarian membutuhkan suplemen B12 untuk mencegah terjadinya defisiensi.  

  • Seng dan zat besi

Tak hanya itu, produk hewani juga merupakan sumber mineral seng dan besi sehingga risiko defisiensi kandungan gizi tersebut mungkin saja dapat terjadi. Anda dapat menyiasatinya dengan mengonsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian yang kaya akan seng dan zat besi, meskipun tidak sekaya pada produk hewani. Jangan lupa untuk mengonsumsi vitamin C bersamaan dengan konsumsi zat besi karena akan meningkatkan kemampuan penyerapannya. 

  • Kalsium

Pelaku flexitarian juga mungkin membatasi susu dan produk hasilnya sehingga berisiko mengalami kekuarangan kalsium. Oleh karena itu, penting untuk menambah sumber kalsium nabati seperti yang terkandung pada sayuran hijau dan tahu. 

  • Asam lemak omega-3. 

Asam lemak omega-3 biasanya didapatkan dari ikan berlemak, seperti salmon, sardin, serta bandeng. Pelaku flexitarian bisa menggantinya dengan bahan pangan nabati seperti biji kenari, chia, atau rami meskipun belum bisa sepenuhanya menggantikan asam lemak omega-3 pada produk hewani. 

Efeknya terhadap kesehatan mental

Sebuah studi menunjukkan bahwa pelaku vegetarian dan semi-vegetarian, termasuk diet flexitarian, yang mencoba pengalaman diet baru lebih rentan mengalami deperesi dibandingkan mereka dengan pola konsumsi omnivora. Akan tetapi, hal ini tidak sepenuhnya berlaku untuk semua orang karena mungkin terdapat beberapa faktor pemicu depresi lainnya yang memengaruhi. 

Beberapa orang yang kurang nyaman dengan kebiasaan diet flexitarian mungkin akan mengaplikasikannya secara perlahan dengan mengurangi asupan produk hewani sedikit demi sedikit, terlebih mereka yang awalnya adalah penggemar daging berat.

Pilihan diet tergantung pada kondisi setiap orang dan risiko penyakit yang mungkin diderita. Anda yang sedang dalam keadaan hamil atau anak-anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan sebaiknya mengonsumsi baik produk nabati maupun hewani secara seimbang agar mendapatkan gizi secara optimal.  

bangun tidur terasa mual

Apa Saja Sih Penyebab Bangun Tidur Terasa Mual?

  • December 23, 2020

Salah satu tanda kehamilan adalah rasa mual di pagi hari terutama saat Anda bangun tidur. Akan tetapi, rasa mual tidak selalu berarti Anda sedang hamil. Mual dapat disebabkan oleh banyak hal. Mual sebenarnya bukan penyakit namun bisa jadi merupakan gejala dari penyakit tertentu. Apa saja penyebab bangun tidur terasa mual? Simak penjelasan berikut ini.

Penyebab bangun tidur terasa mual

Mual yang terjadi di pagi hari terutama ketika bangun tidur umumnya tidak berbahaya. Umumnya bangun tidur terasa mual yang dialami disebabkan oleh beberapa hal seperti:

  • Hamil

Saat seseorang hamil, seringkali akan menunjukkan gejala salah satunya mual di pagi hari atau yang biasa disebut sebagai morning sickness. Meski demikian, tidak semua perempuan yang sedang hamil akan merasa mual ketika bangun tidur di pagi hari.

  • Kelaparan

Rasa lapar juga bisa memicu mual. Apabila Anda tidur dengan perut kosong dan lapar, maka saat bangun rasa lapar akan menjadi lebih kuat. Untuk mengatasinya, Anda perlu sarapan di pagi hari. Pastikan juga Anda mengonsumsi berbagai makanan bergizi untuk menu sarapannya, ya.

  • Dehidrasi

Penyebab bangun tidur terasa mual lainnya adalah tubuh yang sedang mengalami dehidrasi. Seseorang yang kekurangan cairan tubuh biasanya ditandai dengan rasa mual. Risiko seseorang mengalami dehidrasi ketika bangun tidur meningkat apabila di malam harinya mengonsumsi alkohol atau minuman mengandung kafein. Anda dapat segera minum air putih saat bangun tidur untuk membantu meredakkan rasa mual.

  • Kecemasan  

Penyebab lainnya adalah kecemasan (anxiety). Rasa cemas berlebihan akan memicu rasa mual di pagi hari ketika Anda bangun tidur. Seseorang yang mengalami kecemasan biasanya akan khawatir tentang menjalani hari-harinya.

Penyakit pemicu bangun tidur terasa mual

Selain berbagai penyebab yang telah disebutkan, beberapa jenis penyakit juga bisa memicu rasa mual di pagi hari ketika bangun tidur. Berikutini beberapa penyakit penyebab bangun tidur terasa mual yang Anda rasakan.

  • Asam lambung
  • Batu empedu
  • Gagar otak
  • Gangguan pencernaan
  • Meningitis
  • Sakit kepala
  • Serangan jantung

Faktor lain penyebab bangun tidur terasa mual

Tidak hanya penyebab umum dan penyakit pemicu saja, bangun tidur terasa mual bisa jadi disebabkan oleh beberapa faktor lainnya yaitu:  

  • Efek samping obat tertentu

Faktor lain penyebab bangun tidur terasa mual yaitu efek samping dari obat tertentu. Penggunaan obat pereda nyeri seperti opioid dapat memicu rasa mual.

  • Menjalani kemoterapi

Pasien kanker biasanya akan menjalani kemoterapi sebagai salah satu rangkaian pengobatan. Kemoterapi ini bisa menjadi penyebab rasa mual yang dialami saat bangun tidur. Pasalnya, kemoterapi memang memiliki efek samping berupa mual dan muntah.

  • Keracunan makanan

Seseorang yang keracunan makanan akan merasa mual ketika bangun tidur terutama jika makanan beracun dikonsumsi ketika akan tidur. Gejala lain keracunan makanan selain mual yaitu sakit perut, muntah, serta diare.

  • Gangguan hormon

Faktor berupa gangguan hormon juga dapat menjadi penyebab bangun tidur terasa mual. Pasien penderita penyakit Addison mengalami ketidakseimbangan hormon pada tubuhnya sehingga seringkali akan merasa mual di pagi hari. Selain itu, pada perempuan yang sedang mengalami siklus menstruasi juga umumnya akan merasa mual saat bangun tidur. Hal tersebut terjadi sebab tubuh perempuan akan mengalami perubahan hormon saat siklus menstruasi berlangsung.

Mual perlu ditangani sesuai dengan penyebabnya. Oleh karena itu, Anda perlu mencari tahu dan memastikan terlebih dahulu faktor pemicu mual yang dirasakan. Secara umum, Anda dapat mencoba meredakan rasa mual dengan mengatur pola makan, berolahraga teratur, menghindari alkohol, serta belajar manajemen stres. Jika mual terjadi terus menerus dan semakin terasa mengganggu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan lebih lanjut. Konsultasi dengan dokter juga bisa dilakukan secara online melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

  • December 8, 2020

Tahukah Anda bahwa kesehatan gigi dan mulut dapat menjadi tanda kesehatan tubuh keseluruhan? Atau bahkan masalah pada gigi dan mulut dapat memengaruhi bagian tubuh lain? Sama seperti bagian tubuh lain, mulut manusia dipenuhi oleh bakteri, yang kebanyakan tidak berbahaya. Namun, mulut adalah titik masuk saluran pencernaan dan pernapasan, dan beberapa dari bakteri tersebut dapat menyebabkan penyakit berbahaya. Biasanya, pertahanan tubuh alami seperti sistem kekebalan tubuh dan kebersihan dan perawatan mulut yang baik (seperti menyikat gigi dengan rutin) dapat menjaga bakteri tetap terkontrol. Akan tetapi, tanpa kebersihan mulut yang baik, bakteri dapat tumbuh mencapai level yang dapat menyebabkan infeksi mulut, seperti gigi berlubang dan penyakit gusi. Untuk itulah penting bagi Anda mengetahui hubungan antara kesehatan mulut dan kesehatan tubuh keseluruhan. 

Kesehatan gigi dan mulut juga dapat dipengaruhi oleh penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat penghilang rasa sakit, antihistamines, antidepresan, dan diuretic, yang dapat mengurangi aliran air liur. Air liur bermanfaat untuk membawa makanan masuk ke dalam saluran pencernaan dan menetralkan asam yang diproduksi oleh bakteri di dalam mulut, serta membantu melindungi diri Anda dari bakteri yang berkembang biak dengan cepat serta penyebab penyakit. 

Kondisi kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut

Penelitian menunjukkan bahwa bakteri mulut dan peradangan yang berhubungan dengan penyakit gusi (periodontitis) parah memainkan peran dalam perkembangan penyakit tertentu. Dan beberapa penyakit, seperti diabetes dan HIV/AIDS, dan mengurangi kemampuan resistensi tubuh terhadap infeksi, membuat gangguan kesehatan gigi dan mulut menjadi semakin parah. Kondisi kesehatan gigi dan mulut yang buruk dapat membuat Anda rentan menderita beberapa penyakit dan kondisi medis, seperti:

Sebaliknya, ada beberapa kendisi kesehatan yang dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut, di antaranya adalah:

Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, pastikan Anda rajin menyikat gigi setidaknya dua kali setiap harinya menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi yang mengandung fluoride. Sangat disarankan Anda untuk melakukan flossing setiap harinya dan berkumur menggunakan pencuci mulut (mouthwash) untuk membershikan sisa-sisa makanan yang tersisa setelah Anda menyikat gigi.