Yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Suntik KB

  • June 23, 2020
Obat suntik KB akan disiapkan oleh dokter maupun petugas medis

Pengendalian kelahiran, juga dikenal sebagai kontrasepsi atau KB adalah metode atau perangkat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Metode KB yang efektif dan aman baru tersedia pada abad ke-20 dan terdapat beberapa opsi yang bisa Anda pilih dari suntik, IUD, pil dan masih banyak lagi.

Suntik KB merupakan salah satu opsi yang paling banyak dipilih oleh kebanyakan orang dan dipercaya lebih efektif dibandingkan dengan jenis KB lainnya. Berikut jenis-jenis KB:

  1. IUD
  2. Kondom
  3. Hormonal atau pil
  4. Implan
  5. Suntik KB
  6. Tubektomi

Suntik KB sendiri bersifat sementara dalam mencegah kehamilan dan perlu Anda lakukan berulang setiap periode berakhir. Adapun periode suntik KB yang dapat Anda pilih, yaitu satu atau tiga bulan. Suntik KB bekerja dengan melepaskan hormon progestogen ke dalam aliran darah Anda untuk mencegah kehamilan. Terdapat beberapa jenis suntik KB, yaitu:

  • Depo-Provera
  • Sayana Press
  • Noristerat

Beberapa orang memilih untuk menggunakan suntik KB untuk mengendalikan kehamilannya. Suntik KB sendiri 99% efektif bekerja dengan baik jika dilakukan dengan benar namun, jenis kontrasepsi ini mengharuskan Anda untuk mengingat agar memiliki suntikan ulang sebelum waktu berakhir agar tetap efektif. Selain itu, karena tergantung pada suntikan yang Anda pilih, Anda tidak perlu memikirkan kontrasepsi setiap kali Anda berhubungan seks selama periode ini. Berikut beberapa manfaat lain yang bisa Anda dapatkan:

  • Suntik KB sangat berguna bagi Anda yang sulit mengingat untuk minum pil pada waktu yang sama setiap hari.
  • KB KB suntik dapat bermanfaat bagi Anda yang tidak dapat menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen.
  • Tidak terpengaruh oleh obat-obatan lain.

Meskipun begitu, suntik KB juga memiliki beberapa kelemahan, seperti:

  • Efek samping dapat termasuk kenaikan berat badan, sakit kepala, perubahan suasana hati, nyeri payudara dan perdarahan tidak teratur.
  • Menstruasi Anda mungkin menjadi lebih tidak teratur, lebih berat, lebih pendek, lebih ringan atau berhenti sama sekali.
  • Diperlukan waktu hingga 1 tahun untuk kesuburan Anda kembali normal setelah suntik KB habis, jadi mungkin tidak cocok jika Anda ingin memiliki bayi dalam waktu dekat.
  • Suntik KB tidak melindungi Anda terhadap infeksi menular seksual (IMS).

Suntik KB dengan mantap melepaskan hormon progestogen ke dalam aliran darah Anda, yang mencegah pelepasan sel telur setiap bulan (ovulasi). Progestogen  juga mengentalkan lendir serviks, yang membuat sperma sulit bergerak melalui serviks, dan mengencerkan lapisan rahim sehingga sel telur yang telah dibuahi lebih kecil kemungkinannya untuk ditanamkan.

Suntik KB dapat Anda lakukan kapan saja, baik sebelum atau pun setelah Anda melahirkan, tidak hamil atau bahkan setelah Anda mengalami keguguran.

Suntik KB biasanya dilakukan selama Anda dalam siklus menstruasi Anda, selama Anda tidak hamil. Jika Anda mendapat suntikan selama 5 hari pertama siklus menstruasi Anda, Anda akan segera terlindungi dari kehamilan. Namun jika Anda mendapat suntikan pada hari lain dari siklus Anda, Anda harus menggunakan kontrasepsi tambahan, seperti kondom, selama 7 hari.

Anda bisa mendapatkan suntikan kontrasepsi kapan saja setelah Anda melahirkan jika Anda tidak menyusui. Jika Anda menyusui, injeksi biasanya akan diberikan setelah 6 minggu. Jika Anda memulai suntikan pada atau sebelum hari 21 setelah melahirkan, Anda akan segera terlindungi dari kehamilan. Namun jika Anda mulai injeksi setelah hari ke-21, Anda harus menggunakan kontrasepsi tambahan, seperti kondom, selama 7 hari berikutnya.

Baik suntik KB, pil, IUD atau jenis KB lainnya, jika Anda berencana untuk melakukan kontrasepsi, Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. 

Hitung Cermat Periode Ovulasi sebagai Cara agar Cepat Hamil

  • January 23, 2020

Berbagai cara dilakukan oleh pasangan yang menikah agar cepat memiliki momongan. Banyak cara agar cepat hamil dapat dilakukan. Namun, dalam merencanakan program kehamilan ini, Anda membutuhkan pertimbangan dan persiapan yang matang. Banyak faktor yang berperan dalam proses untuk mendapatkan momongan.

Mungkin Anda sudah familiar dengan saran untuk menerapkan pola hidup sehat, meningkatkan kesuburan pria, hingga menghindari konsumsi alkohol, sebagai cara agar cepat hamil. Namun, apakah Anda sudah menghitung periode ovulasi dengan tepat?

Setidaknya terdapat 25-30% peluang untuk hamil bagi pasangan dengan siklus menstruasi normal, pasangan yang subur, dan sedang mengenakan kontrasepsi. Perhitungan siklus menstruasi berkisar pada 28 hari, sementara itu sel telur hanya dapat dibuahi selama 12-24 jam.

Pada dasarnya siklus menstruasi wanita bervariasi, mulai dari 21-35 hari, di mana hari pertama menstruasi ditandai sebagai proses dimulainya siklus. Bagi seorang wanita yang memiliki siklus menstruasi selama 28 hari, masa suburnya akan berlangsung pada hari ke-10 hingga hari ke-17 dihitung dari hari terakhir menstruasi. Walaupun begitu, perhitungan tepat kapan ovulasi terjadi, masih sulit diprediksi.

Setidaknya, terdapat dua tips yang dapat Anda lakukan untuk memprediksi periode ovulasi:

  • Kenali tekstur lendir serviks

Ketika dalam masa subur, lendir serviks akan dikeluarkan sebagai pertanda dari kondisi keputihan yang normal. Tekstur dan kondisi lendir inilah yang perlu Anda amati. Pada awalnya, lendir akan bertekstur kental dan berwarna putih susu. Ketika diregangkan, lendir akan mudah putus dikarenakan teksturnya yang kental. Pada saat mendekati periode ovulasi, lendir akan bertambah semakin banyak, lebih cair, berwarna bening dan terasa lebih licin.

  • Mengamati perubahan suhu tubuh secara berkala

Siapa sangka bahwa perubahan suhu tubuh dapat menjadi tanda dari periode ovulasi? Ukurlah tubuh Anda segera setelah bangun tidur sebelum Anda beranjak dari tempat tidur. Ketika periode setengah siklus menstruasi pertama, suhu tubuh akan berada pada suhu yang rendah dan beranjak meningkat ketika mendekati periode ovulasi. Pada saat periode ovulasi terjadi, suhu tubuh akan meningkat sekitar setengah derajat.

Namun, di luar dari tips ini, Anda masih tetap dapat mengoptimalkan kesempatan untuk cepat hamil dengan cara meningkatkan frekuensi berhubungan seksual dengan pasangan, setidaknya 2-3 kali dalam seminggu.