Vitamin B2: Rahasia Cegah Migrain Datang Kembali

  • May 27, 2020

Jika Anda sering mengalami migrain, salah satu penyebab yang memicu penyakit ini selalu datang kembali adalah kekurangan vitamin dalam tubuh. Di antara jenis vitamin yang diperlukan, vitamin B2 sepertinya tidak begitu banyak dikenal. Walaupun begitu, fungsi dari vitamin ini tidak boleh disepelekan.

Apa hubungan antara vitamin B2 dengan migrain?

Vitamin B2 secara khusus diberikan pada orang dengan kadar riboflavin rendah, seperti pada penderita penyakit gangguan struktur kulit dan mukosa, kelainan darah, dan juga beberapa jenis gangguan pada sistem saraf.

Dari sebuah studi ditemukan fakta bahwa ketika penderita migrain mengonsumsi sekitar 400 mg vitamin B2 setiap hari secara rutin selama tiga bulan berturut-turut, hal tersebut dapat mengurangi kemungkinan datangnya migrain di kemudian hari.

Tidak hanya mencegah penyakit migrain, vitamin B2 juga berperan penting dalam mencegah penyakit mata, seperti katarak dan glaukoma.

Seperti apa migrain dan bagaimana pengaruhnya terhadap tubuh?

Migrain atau yang lebih dikenal dengan sakit kepala sebelah ditandai dengan rasa sakit kepala sangat berat seperti berdenyut hanya pada satu sisi kepala saja. Seseorang yang mengalami migrain, biasanya juga mengalami gejala lain, seperti mual, muntah, dan lebih sensitif terhadap cahaya.

Pada kasus tertentu, migrain dapat bertambah parah, sehingga ia dapat menyebabkan penderitanya merasa kesakitan dan tidak dapat beraktivitas. Serang sakit kepala tersebut dapat berlangsung selama beberapa jam, bahkan beberapa hari.

Migrain bukanlah sakit kepala biasa. Penyakit ini tidak dapat dibiarkan begitu saja, terlebih jika ia terus datang menghampiri. Pasalnya, migrain dapat berujung pada komplikasi lain, seperti stroke. Seseorang yang menderita migrain dikatakan memiliki risiko dua kali lebih besar terkena serangan stroke.

Penyakit migrain juga dapat memengaruhi kondisi mental seseorang, karena ia dapat meningkatkan risiko gangguan mental, seperti depresi, bipolar, gangguan panik, dan kecemasan berlebih.

Sayangnya, hingga saat ini belum ditemukan secara jelas penyebab dari penyakit migrain. Namun, diperkirakan bahwa faktor keturunan dan lingkungan turut menjadi faktor penyebab migrain.

Obat Panu Mana yang Paling Efektif? Perlukan Resep Dokter?

  • March 1, 2020

Penyakit panu merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang cukup familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Tidak heran, produk obat panu juga banyak dijual di pasaran. Penyakit panu sewajarnya perlu segera diatasi agar tidak menimbulkan rasa gatal berkepanjangan.

Panu disebabkan oleh infeksi jamur Malassezia furfur yang sebenarnya hidup di kulit Anda. Namun, ketika jamur tersebut tumbuh secara berlebihan, maka ia dapat menyebabkan infeksi. Infeksi tersebut ditandai dengan timbulnya bercak pada permukaan kulit yang berwarna lebih terang atau lebih gelap dibanding dengan warna kulit sebenarnya.

Gejala panu umumnya mudah untuk timbul jika kondisi kulit berminyak, memproduksi banyak keringat, sistem kekebalan tubuh yang melemah, dan juga iklim lingkungan yang panas. Bercak yang timbul pada kulit ini dapat mengganggu penampilan, sehingga menurunkan kepercayaan diri seseorang.

Salah satu cara yang paling umum untuk mengatasi panu, yaitu dengan menggunakan obat panu yang dijual dalam berbagai bentuk, seperti salep, krim, hingga losion dan sabun. Namun, Anda juga dapat mengatasi panu dengan cara yang dapat dilakukan sendiri di rumah, seperti:

  • Sampo khusus anti ketombe

Kandungan zinc, pyrithione, asam salisilat, dan selenium sulfida dalam sampo ini dapat menjadi obat panu yang efektif. Caranya, cukup oleskan sampo di lokasi panu, diamkan selama 5 menit, dan bilas. Lakukan cara ini selama dua minggu. Namun, jika timbul reaksi iritasi, segera hentikan cara ini.

  • Obat panu oles khusus

Berbagai merek obat panu oleh tersedia di pasaran. Pilihlah obat panu dengan kandungan clotrimazole, miconazole, dan terbinafine.

Jika kedua cara di atas masih tidak membuahkan hasil, maka Anda perlu berkonsultasi ke dokter agar mendapatkan cara penanganan yang tepat. Dokter akan meresepkan obat tertentu, seperti:

  • obat oles resep dokter

Obat ini umumnya mengandung bahan aktif ketoconazole dan harus digunakan sehari sekali secara rutin. Hasil dari obat ini akan mulai terlihat pada hari ke-11 penggunaan.

  • Obat anti jamur

Dikarenakan panu disebabkan oleh jamur, maka obat jamur haruslah menjadi pilihan. Dokter akan meresepkan obat anti jamur dengan kandungan ketoconazole dan fluconazole.

  • Pembersih kulit

Wilayah yang cenderung bercuaca panas memicu tumbuhnya panu. Alternatif lain dari obat jamur dan oles dari dokter, yaitu sabun khusus yang dapat Anda gunakan setiap kali Anda mandi untuk menghilangkan panu secara menyeluruh.