Fixacep Drop Obat untuk Berbagai Macam Infeksi Bakteri

  • September 15, 2021

Fixacep Drop merupakan antibiotik yang dipakai untuk mengobati berbagai macam penyakit akibat adanya infeksi bakteri. Lebih lengkapnya, simak beberapa penyakit yang dapat diobati dengan Fixacep Drop.

1.Fixacep Drop dapat mengobati infeksi saluran kemih (ISK)

Penyebab ISK terjadi ketika bakteri memasuki saluran kemih dan menyebar di area vulva. Untuk menginfeksi sistem kemih, mikroorganisme biasanya harus masuk melalui uretra atau, jarang, melalui aliran darah. Bakteri yang paling umum menyebabkan ISK adalah Escherichia coli (E. coli). Biasanya menyebar ke uretra dari anus.

Mikroorganisme lain, seperti mikoplasma dan klamidia, dapat menyebabkan uretritis pada pria dan wanita. Mikroorganisme ini ditularkan secara seksual sehingga, ketika infeksi ini terdeteksi, kedua pasangan memerlukan perawatan medis untuk menghindari infeksi ulang.

2. Fixacep Drop dapat mengobati infeksi saluran pernapasan atas

Saluran pernapasan terdiri dari sinus, faring, saluran hidung dan laring. Struktur ini mengarahkan udara yang kita hirup dari luar ke trakea dan akhirnya ke paru-paru untuk berlangsungnya respirasi.

Infeksi saluran pernapasan atas, atau infeksi saluran pernapasan atas, adalah proses infeksi dari salah satu komponen saluran napas bagian atas. Infeksi pada area spesifik saluran pernapasan atas dapat diberi nama secara spesifik. Contohnya mungkin termasuk rinitis (radang rongga hidung), infeksi sinus (sinusitis atau rinosinusitis) – radang sinus yang terletak di sekitar hidung, pilek (nasofaringitis) – radang nares, faring, hipofaring, uvula, dan amandel, faringitis (radang faring, uvula, dan amandel), epiglotitis (radang bagian atas laring atau epiglotis), laringitis (radang laring), laringotrakeitis (radang laring dan trakea), dan trakeitis (radang trakea).

Infeksi saluran pernapasan atas adalah salah satu penyebab paling sering untuk mengunjungi dokter dengan gejala yang bervariasi mulai dari pilek, sakit tenggorokan, batuk, hingga kesulitan bernapas, dan lesu. 

3. Fixacep Drop dapat mengobati infeksi kulit dan jaringan lunak

Infeksi kulit dan jaringan lunak (SSTI) adalah entitas klinis dengan presentasi variabel, etiologi dan tingkat keparahan yang melibatkan invasi mikroba pada lapisan kulit dan jaringan lunak di bawahnya. SSTI berkisar dari infeksi ringan, seperti pioderma, hingga infeksi serius yang mengancam jiwa, seperti necrotizing fasciitis. Kriteria diagnostik minimum adalah eritema, edema, kehangatan, dan nyeri atau nyeri tekan. 

Daerah yang terkena juga dapat menjadi tidak berfungsi (misalnya, tangan dan kaki) tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Komorbiditas pasien (misalnya, diabetes mellitus dan AIDS) dapat dengan mudah mengubah infeksi yang biasanya ringan menjadi ancaman kehidupan yang berkembang pesat. SSTI menghadirkan tantangan klinis yang beragam yang memerlukan strategi manajemen yang secara efisien dan efektif mengidentifikasi kasus-kasus yang memerlukan perhatian dan intervensi segera, baik medis atau bedah, dari kasus-kasus yang tidak terlalu parah.

4. Fixacep Drop dapat mengobati demam tifoid pada anak

Bakteri Salmonella typhi (S. typhi) menyebabkan demam tifoid. Bakteri menyebar melalui makanan, minuman, atau air yang terkontaminasi. Orang yang terinfeksi Salmonella typhi membawa bakteri dalam saluran usus dan darah mereka.

Salmonella typhi ditumpahkan (dibuang dari tubuh) dalam feses (tinja). Anda mungkin terkena demam tifoid jika menelan makanan atau minuman yang disiapkan oleh seseorang yang mengeluarkan bakteri dan yang tidak mencuci tangan dengan benar. Di negara-negara kurang berkembang, limbah yang mengandung Salmonella typhi dapat mencemari persediaan air lokal.

Dalam beberapa kasus, orang yang sebelumnya menderita demam tifoid masih membawa bakteri Salmonella typhi. Orang-orang ini adalah pembawa penyakit. Mereka dapat menyebarkan infeksi bahkan ketika mereka tidak memiliki gejala. Anda dapat mengonsumsi Fixacep Drop untuk mengobati penyakit ini.

Bisa untuk Berbagai Radang Sendi, Meloxicam Obat Apa?

  • September 15, 2021

Salah satu penyakit yang kerap diderita orang tua yang sudah semakin lanjut usia adalah radang sendi. Mulai dari radang sendi tulang belakang, radang sendi akibat daya tahan tubuh (rheumatoid arthritis). Namun, radang sendi ini pun bisa diatasi dengan obat-obatan seperti Meloxicam. Mungkin Anda pun jadi penasaran, Meloxicam obat apa? Mengapa ia bisa mengatasi berbagai jenis radang sendi? Simak artikel ini hingga selesai!

Jenis Obat Apakah Meloxicam?

Meloxicam merupakan salah satu jenis obat yang tergolong sebagai obat antiinflamasi non steroid. Meloxicam juga termasuk sebagai obat keras yang digunakan untuk meredakan nyeri, pembengkakan, rasa kaku akibat osteoarthritis, dan rheumatoid arthritis. Rheumatoid arthritis sendiri adalah jenis radang sendi yang disebabkan oleh daya tahan tubuh, sehingga bisa diderita oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak berusia 2 tahun ke atas.

Obat Meloxicam bekerja lewat menyetop produksi zat yang memicu rasa sakit atau prostaglandin, peradangan dalam tubuh, hingga demam. Karena digolongkan sebagai obat keras, maka seseorang harus mendapatkan resep penggunaan Meloxicam lewat konsultasi dengan dokter.

Pada dasarnya, dosis anjuran Meloxicam berkisar di angka 7,5 mg. Namun, pada kasus tertentu dosis ini bisa bertambah hingga 15 mg. Obat ini bisa dikonsumsi baik dengan atau tanpa makan. Tetapi, jika saat dikonsumsi menimbulkan efek tidak nyaman pada perut, ada baiknya Anda memakan Meloxicam dengan makanan.

Jenis Penyakit yang Bisa Disembuhkan Meloxicam

Penyakit pertama yang dapat diatasi oleh Meloxicam adalah radang sendi tulang belakang, atau Ankylosing spondylitis. Radang sendi ini menyerang sendi sakroiliak yang menghubungkan panggul dengan tulang belakang. Akibat dari peradangan ini, pergerakan tulang belakang akan terbatas. Pada kasus yang lebih parah, radang ini bisa mendorong terbentuknya ankylosis (tulang baru) pada area tersebut.

Rasa kaku pada bagian tubuh, terutama yang merekat pada tulang belakang seperti pinggul, lutut, hingga bahu pun bisa muncul jika kondisi ini tidak segera diatasi.

Kedua, ada osteoartritis (radang sendi) yang menyebabkan adanya rasa sakit dan kaku pada bagian sendi. Nah, karena bagian ini sendiri terdapat di beberapa bagian tubuh seperti sendi pada bagian tangan, sendi lutut, area pinggul, hingga leher atau punggung bawah.

Ketika seseorang sudah terkena osteoartritis, biasanya akan cukup sulit disembuhkan. Namun, rasa sakitnya masih bisa ditanggulangi serta diminimalisir frekuensi kambuhnya. Selain mengonsumsi Meloxicam, Anda juga bisa mulai menjaga berat badan agar tetap ideal, serta banyak bergerak agar sendi tetap sehat.

Ketiga, ada artritis pada anak atau yang juga sering disebut sebagai artritis idiopatik juvenil. Jika sebelumnya Anda mengira bahwa penyakit radang sendi adalah penyakit khas orang tua, maka jenis radang sendi ini mematahkan asumsi tersebut. Nyeri sendi yang satu ini biasanya menyerang anak-anak di bawah usia 16 tahun. Peradangan ini biasanya akan menyebabkan nyeri di bagian sendi, bengkak, hingga rasa kaku yang menetap sampai usia dewasa.

Jika tidak ditangani secara tepat, radang sendi pada anak dapat berakibat cukup fatal. Biasanya berikut beberapa radang sendi anak yang harus Anda waspadai:

  • Sulit menggerakan sendi, bahkan munculnya rasa kaku saat pagi hari
  • Sendi nyeri dan sangat sensitif
  • Munculnya pembengkakan selama lebih dari tiga hari
  • Anak semakin terbatas pergerakannya, bahkan pincang

Jika kondisi ini terus berlanjut, maka bukan tidak mungkin anak mengalami masalah pertumbuhan hingga kerusakan sendi. Karenanya, pengobatan lewat Meloxicam yang diresepkan oleh dokter perlu dilakukan. Nah, konsultasikan lebih dulu pada dokter yang bisa dihubungi lewat aplikasi SehatQ, ya.

protecal solid

Kandungan Protecal Solid untuk Mencegah Penyakit Tulang

  • September 2, 2021

Faktanya, kepadatan tulang akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia, maka dari itu merawat kesehatan tulang sejak dini sangat penting agar tulang tetap kuat dan sehat di masa tua.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk merawat kepadatan dan kesehatan tulang mulai dari banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi kalsium, banyak mengkonsumsi sayur-sayuran, menjaga pola hidup, makan makanan yang bergizi dan seimbang, olahraga, hingga mengkonsumsi suplemen untuk menambah vitamin yang baik bagi tulang.

Menjaga kesehatan tulang dapat meminimalisir kemungkinan terkena penyakit yang dapat menyerang tulang. Beberapa kelainan tulang bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak segera diatasi.

Apa saja kelainan tulang yang mungkin menyerang kita?

Perlu penanganan khusus agar tidak menjadi lebih buruk, inilah beberapa kondisi kelainan tulang yang mungkin menyerang kita.

Osteoporosis

Osteoporosis adalah kondisi dimana kepadatan tulang mulai menurun. Penyakit ini lebih umum terjadi oleh kalangan lanjut usia, namun tidak menutup kemungkinan bahwa orang-orang di usia muda pun bisa mengalami penyakit ini juga, terutama wanita.

Untuk seseorang dengan tulang yang sehat, di dalam tulangnya ada rongga-rongga yang kecil yang memiliki bentuk seperti sarang lebah. Namun untuk mereka yang menderita osteoporosis, ukuran rongga-rongga tersebut membesar sehingga tulang menjadi kehilangan kepadatannya.

Penyakit osteoporosis memiliki dampak pada bagian dalam dan luar tulang dimana penyakit ini membuat tulang melemah dan menipis. Mereka yang menderita osteoporosis memiliki risiko yang lebih tinggi dalam mengalami kondisi keretakan atau patah tulang.

Osteonekrosis

Osteonekrosis adalah kondisi kelainan pada tulang yang menyebabkan gangguan dimana tulang kekurangan pasokan darah. Ketika tulang mengalami gangguan seperti ini, jaringan tulang bisa mati yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan melemah.

Kondisi ini umumnya disebabkan adanya trauma pada tulang sehingga mengganggu aliran darah ke tulang. Salah satu trauma tulang yang bisa menyebabkan osteonekrosis seperti patah tulang.

Penggunaan obat steroid dengan dosis yang tinggi dan dikonsumsi secara berkepanjangan juga dapat menyebabkan kondisi kelainan tulang jenis ini.

Osteoartritis

Osteoartritis adalah salah satu kelainan tulang yang cukup umum, yaitu dimana adanya peradangan kronis pada sendi yang menyebabkan fungsi sendi dan tulang tidak bisa bekerja dengan maksimal.

Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan yang memiliki fungsi sebagai bantalan antar tulang rusak dan menyebabkan tulang menjadi rentan bergesekan. Untuk mereka yang mengalami kondisi ini biasanya akan merasakan tubuh nyeri, bengkak, dan kaku.

Skoliosis

Skoliosis merupakan salah satu kelainan tulang yang paling sering menyerang, terutama anak-anak sebelum masa pubertas. Kondisi ini menyebabkan adanya tulang belakang yang melengkung secara tidak normal ke arah kiri maupun ke kanan.

Meskipun tingkat keparahannya cukup ringan, namun jika tidak ditangani dengan tepat, skoliosis dapat bertambah parah seiring berjalannya waktu.

Menjaga tulang tetap sehat dengan Protecal Solid

Protecal Solid sebagai multivitamin yang baik untuk menjaga kesehatan tulang dan tubuh dilengkapi dengan kalsium, vitamin D, vitamin C, dan vitamin B6. Kandungan tersebut baik untuk membantu pertumbuhan tulang, menyembuhkan luka, dan juga mencegah terjadinya gejala osteoporosis sehingga sangat baik untuk menjaga kesehatan tulang.

Kalsium adalah mineral yang penting bagi tubuh, khususnya untuk tulang dimana kalsium identik untuk menjaga kesehatan tulang dan dapat membantu pencegahan osteoporosis (pengeroposan tulang).

Vitamin C dan vitamin D juga sangat baik untuk tulang dimana vitamin C memiliki peran untuk memproduksi kolagen dan vitamin D baik dalam membantu pertumbuhan tulang anak.

Kandungan dalam Protecal Solid yang juga memiliki manfaat baik untuk tulang yaitu vitamin B6 yang berfungsi untuk melindungi tulang dari risiko osteoporosis.

Terus jaga kesehatan tulang sejak dini agar terhindar dari penyakit yang dapat memicu kelainan tulang dan juga agar tulang tetap kuat meskipun di usia tua.

Alternatif Pengobatan Selain Siladex Batuk Berdahak

Alternatif Pengobatan Selain Siladex Batuk Berdahak

  • August 27, 2021

Mempunyai batuk berdahak atau berlendir memang sangat menyebalkan karena sangat mengganggu produktivitas harian, dan untuk mengatasinya bisa dengan konsumsi Siladex batuk berdahak.

Akan tetapi Siladex bukannya tanpa efek samping, dan bahkan beberapa kelompok tertentu tidak diperbolehkan mengonsumsi obat ini karena reaksi negatif yang ditimbulkan.

Batuk berdahak sendiri termasuk batuk produktif karena dahak atau lendir yang dihasilkannya. Penyebab batuk ini akibat infeksi saluran pernapasan atas dari bakteri yang kemungkinan dari polusi, debu, dan asap rokok. ISPA ini kemudian akan menyebabkan pilek dan flu yang berada dari virus.

Selain infeksi saluran pernapasan atas, penyebab lainnya adalah infeksi saluran pernapasan bawah yang terdiri dari bronkitis dan pneumonia.

Untuk mengatasi batuk berdahak ini bisa juga dengan cara dan bahan alami yang terbukti aman dan tanpa efek samping sekalipun.

Apa saja? Simak penjelasan di bawah ini!

Penguapan

Ini adalah metode yang kerap digunakan bagi orang-orang yang sedang menderita batuk berlendir. 

Penguapan diklaim dapat mengencerkan dahak meskipun tidak ada bukti ilmiah mengenai hal tersebut, dan malah penguapan bisa menyebabkan luka bakar.

Selain penguapan, Anda juga bisa melembapkan udara sekitar dengan air humidifier yang dinilai aman, dan hanya perlu mengganti air di dalamnya setiap hari.

Tetap terhidrasi

Caranya dengan cara meminum banyak cairan yang secara ilmiah terbukti mencairkan dan melancarkan lendir dari tenggorokan.

Selain itu, iruplah aroma dari semangkuk sup hangat, dan kaldu bening untuk membantu mengatasi batuk berlendir.

Konsumsi bahan yang mampu melancarkan pernapasan yang macet

Cobalah beberapa bahan alami yang dianggap bisa melancarkan pernapasan akibat batuk berdahak tanpa harus mengonsumsi Siladex batuk berdahak.

Bahan-bahan yang bisa Anda coba adalah lemon, jahe, dan bawang putih. Anda juga dapat mencoba makanan pedas karena capsaicin yang mampu mencairkan dahak. Namun ingat jangan berlebihan karena bisa menyebabkan diare dan iritasi usus.

Berkumur dengan air garam

Air garam disebut dapat meredakan batuk berdahak secara alami, dengan cara membunuh kuman penyebab batuk di tenggorokan.

Untuk menggunakannya, Anda bisa mencampurkan secangkir air hangat dengan 1/2-3/4 sendok teh garam lalu masukkan ke tenggorokan tanpa diminum. Kemudian berkumur-kumurlah selama 30-60 detik lalu semburkan.

Minyak ekaliptus

Minyak ekaliptus seperti minyak kayu putih mampu mengeluarkan lendir dari dalam dada, dengan cara mengencerkannya.

Caranya adalah dengan menghirup aroma esensial yang di dalamnya. Anda juga bisa menggunakan diffuser atau balsem yang mengandung minyak ini.

Hindari polusi dan asap rokok

Menghindari polusi dan asap rokok juga bisa membantu Anda melancarkan dahak yang tersumbat.

Pakailah masker setiap kali keluar rumah jika melewati daerah yang terkena polusi untuk menyaring asap yang dikeluarkan.

Itulah beberapa cara dan bahan alami yang bisa Anda gunakan dalam mengatasi batuk berdahak. 

Batuk berdahak sebenarnya tidak perlu Anda khawatirkan karena kebanyakan orang bisa sembuh tanpa harus melalui pengobatan baik modern atau alami.

Meski begitu, ada kalanya batuk berdahak ini harus segera Anda atasi melalui pengobatan modern, dengan cara periksakan diri ke dokter terlebih dahulu.

Hal itu karena batuk berdahak yang Anda derita tidak kunjung sembuh, dan kemungkinan ada penyakit-penyakit lain yang menyebabkan kondisi ini seperti asma, asam lambung, alergi, sistik fibrosis, bronkitis kronis, dan penyakit pernapasan atau paru-paru seperti PPOK.

Dokter akan memberikan saran pengobatan yang terbaik. Anda juga bisa mengonsumsi obat bebas tanpa resep khusus, seperti  Siladex batuk berdahak, Mucolytic dan Expectorant yang memang diformulasikan untuk mengatasi batuk berlendir yang membandel.

fasidol forte

Fasidol Forte untuk Redakan Demam, Bagaimana Cara Pakainya?

  • August 23, 2021

Salah satu jenis obat yang sering digunakan untuk mengobati demam adalah parasetamol. Anda bisa mencoba menggunakan obat Fasidol Forte saat merasakan gejala demam, karena obat ini mengandung parasetamol di dalamnya.

Parasetamol sangat umum dipakai sebagai obat untuk meredakan demam serta nyeri di bagian lain tubuh, seperti sakit kepala dan nyeri sendi. Jika demam yang Anda alami disertai dengan gejala nyeri lainnya, maka obat ini adalah obat yang tepat untuk Anda. 

Cara pakai obat Fasidol Forte

Sebagai parasetamol, obat ini termasuk sebagai obat yang cukup ringan. Oleh sebab itu, pemakaiannya boleh dilakukan baik oleh pengguna dewasa maupun anak-anak.

Meski begitu, Anda harus memastikan bahwa Anda mengonsumsinya dengan cara yang tepat dan sesuai dosis. Ini penting guna menghindari konsumsi parasetamol yang berlebihan. Berikut ini cara pemakaian obat yang perlu Anda perhatikan:

  • Untuk dewasa

Dosis untuk orang dewasa ditujukan untuk pengguna remaja di atas 12 tahun sampai usia dewasa. Pengguna di usia ini hanya dianjurkan untuk mengonsumsi parasetamol maksimal 4 tablet berukuran 500 mg setiap harinya.

Untuk mengonsumsi Fasidol Forte, dosis yang dianjurkan adalah 0,5 sampai 1 gram sekali minum, sebanyak 3-4 kali dalam sehari. Anda hanya dibatasi maksimal mengonsumsi 4 gram obat ini setiap harinya. 

  • Untuk anak-anak

Berbeda dengan dosis dewasa, dosis untuk anak-anak dikategorikan berdasarkan golongan usia. Apabila akan diberikan kepada anak di bawah usia satu tahun, maka dosis yang dianjurkan adalah 60 mg sebanyak 3-4 kali sehari.

Kemudian, untuk anak usia 1-6 tahun, Anda bisa memberikan obat ini dengan dosis 125 mg sebanyak 3-4 kali dalam sehari, maksimal 750 per hari.

Sementara, untuk anak usia 7-12 tahun, dosis yang dianjurkan adalah 250 mg sebanya 3-4 kali sehari, maksimal 1 gram per hari. 

Pastikan Anda mengikuti instruksi pemakaian serta mengonsumsi obat dengan dosis yang sesuai. Karena, penggunaan parasetamol yang terlalu berlebihan bisa menimbulkan dampak berbahaya bagi kesehatan jangka panjang. 

Siapa yang tidak boleh menggunakan parasetamol?

Fasidol Forte memang tergolong sebagai obat demam yang cukup ringan. Akan tetapi, tidak semua orang boleh menggunakannya.

Orang-orang dengan kondisi tertentu mungkin tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi parasetamol, contohnya seperti:

  • Penderita alergi terhadap parasetamol
  • Menderita penyakit atau masalah pada ginjal dan hati
  • Sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar setiap minggunya
  • Mengonsumsi obat untuk penyakit tuberculosis dan epilepsi
  • Mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin

Apabila Anda sedang berada di tengah masa kehamilan dan menyusui, ada baiknya konsultasikan dulu mengenai pemakaian parasetamol dengan dokter Anda. 

Efek samping obat Fasidol Forte

Perlu diingat, setiap obat memiliki risiko efek samping. Untungnya, efek samping dari obat ini cenderung ringan dan bisa diatasi dengan mudah. Kemungkinan efek samping yang timbul berupa:

  • Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, nyeri pada perut bagian atas, serta warna feses yang gelap saat buang air besar
  • Gangguan lain pada tubuh, seperti kehilangan nafsu makan, tubuh terasa lelah, tekanan darah menurun, dan penurunan trombosit serta sel darah putih
  • Gangguan pada kulit, seperti ruam, gatal-gatal, dan biduran

Efek samping di atas sebenarnya tidak berbahaya. Akan tetapi, apabila penggunaan Fasidol Forte menimbulkan efek samping yang tak kunjung hilang, maka segera hentikan pemakaian obat dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Batuk Pada Anak Atasi Dengan Bisolvon Kids

  • July 16, 2021

Batuk pada anak hadir dalam banyak bentuk, namun umumnya jatuh pada dua kategori, yaitu batuk kering dan batuk basah. Kedua jenis tersebut memiliki penyebab dan pilihan perawatan yang berbeda, misalnya batuk berdahak dapat diobati menggunakan Bisolvon Kids. Karena perbedaan penyebab dan pilihan perawatan, sangat penting bagi setiap orang tua untuk mengenal faktor-faktor yang membedakan kedua batuk tersebut saat anak sakit. Artikel ini akan membahas seputar batuk basah dan batuk kering pada anak-anak. 

Bisolvon Kids Sirup Rasa Strawberry - 125 mL harga terbaik 40033

Apa yang membedakan batuk basah dan batuk kering?

Batuk basah, juga dikenal dengan sebutan batuk berdahak atau batuk produktif, melibatkan adanya lendir atau dahak di saluran pernapasan Anda. Dahak tersebut berasal dari saluran pernapasan, dan biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri seperti influenza, common cold, ataupun pneumonia. Bisolvon Kids merupakan salah satu obat OTC atau over the counter yang biasa digunakan untuk jenis batuk ini. Gejala lain dari batuk basah di antaranya adalah hidung yang meler, nyeri tenggorokan, dan kelelahan. Anak Anda juga bisa menderita postnasal drip, yang terasa seperti lendir mengalir ke tenggorokan atau dada. 

Di sisi lain, batuk kering, juga dikenal dengan sebutan batuk tidak produktif, tidak memproduksi dahak atau lendir apapun. Karakteristik dari batuk jenis ini di antaranya adalah rasa gatal di tenggorokan dan suara yang serak. Batuk kering biasanya disebabkan oleh iritasi dari saluran pernapasan atas, baik disebabkan karena kondisi sementara seperti iritan lingkungan dan alergi, atau karena kondisi kronis seperti GERD dan asma. Anak-anak juga bisa menderita batuk kering dari residu lendir setelah mereka sakit demam atau flu, dengan kondisi ini dapat bertahan selama beberapa minggu. 

Perawatan

Perawatan untuk batuk basah ataupun kering tergantung pada apa yang menyebabkan kondisi ini pada anak. Analisa batuk anak untuk menentukan jenis dan alasan di balik batuk tersebut. Jika anak menderita batuk basah, obat seperti Bisolvon Kids dapat digunakan untuk meredakan gejala batuk yang diderita. Kunjungi dokter anak apabila Anda tidak yakin dengan kondisinya, atau anak memiliki gejala yang mengkhawatirkan. Penting untuk diingat bahwa Anda tidak boleh memberikan supresan batuk atau sirup batuk pada balita, tidak peduli apakah mereka memiliki batuk kering ataupun basah. Akademi Pediatri Amerika menyatakan bahwa akan ada konsekuensi berbahaya untuk anak-anak berusia di bawah 4 tahun. Selain itu, tidak ada bukti bahwa obat jenis ini efektif untuk anak-anak berusia di bawah 6 tahun. 

Batuk basah dapat bertahan selama beberapa hari atau minggu, selama tubuh anak Anda melawan virus yang menyerang. Ada pula kemungkinan batuk basah berubah menjadi batuk kering pada saat anak Anda mulai pulih. Selain menggunakan Bisolvon Kids, beberapa cara dalam meredakan batuk untuk anak diantaranya adalah dengan membersihkan lendir di saluran pernapasan anak. Ini disebabkan karena anak biasanya merasa tidak nyaman akibat batuk basah yang dideritanya namun tidak dapat mengeluarkannya dari saluran pernapasan seorang diri. Oleh karena itu, gunakan alat seperti bulb syringe dan saline nasal drop untuk membersihkan lendir tersebut. Anda juga bisa mengangkat tempat tidur bayi atau memberi tambahan bantal. Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dapat mengurangi postnasal drip, yang mana sangat membantu mencegah batuk dan iritasi tenggorokan. Anda juga bisa meletakkan humidifier di ruang anak. Kelembapan dapat menjaga tenggorokan lembap dan mengencerkan dahak, membuatnya lebih mudah untuk dikeluarkan dari tubuh.

Indikasi, Aturan Pakai, dan Efek Samping Obat Batuk Mextril

  • July 2, 2021

Memasuki musim hujan, sistem imun melemah sehingga tubuh lebih rentan terserang penyakit. Batuk dan flu merupakan dua penyakit langganan selama musim hujan yang bisa menghambat aktivitas sehari-hari. 

Saat gejala flu muncul, Anda bisa meminum obat batuk Mextril sirup maupun tablet. Mextril bekerja secara efektif untuk meringankan batuk berdahak serta pilek. 

Mextril Sirup 60 mL harga terbaik

Deskripsi obat

Obat batuk Mextril diproduksi oleh Kalbe Farma yang diindikasikan untuk meringankan flu dan batuk pada anak-anak dan orang dewasa. Obat batuk ini mengandung empat zat aktif seperti guaifenesin, dekstrometorfan Hbr, fenilpropanolamin HCl, dan klorfeniramin maleat. Masing-masing bekerja sebagai ekspektoran, antitusif, dekongestan, serta antihistamin.

Mextril termasuk dalam golongan obat bebas terbatas yang bisa dibeli di apotek atau toko obat tanpa resep dokter tapi penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter dan tenaga kesehatan lainnya. 

Kegunaan

Mextril berkhasiat untuk meringankan batuk yang disertai pilek. Guaifenesin berperan sebagai ekspektoran yang membantu mengencerkan lendir (dahak) di tenggorokan sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan. Guaifenesin membantu pengeluaran dahak yang disebabkan oleh pilek, infeksi, atau alergi. 

Sedangkan dekstrometorfan bekerja sebagai antitusif yang efektif mengatasi sakit tenggorokan akibat pilek dan flu. Dekstrometorfan juga merupakan supresan atau penekan batu dengan mempengaruhi sinyal di otak yang memicu refleks batuk. 

Klorfeniramin merupakan antihistamin yang memblokir efek histamin untuk meringankan gejala pilek seperti bersin, gatal, mata dan hidung berair. Fenilpropanolamin adalah dekongestan yang bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah untuk mengurangi aliran darah sehingga membuat saluran hidung terbuka. 

Kombinasi klorfeniramin dan fenilpropanolamin dapat mengobati hidung tersumbat dan sinusitis yang berhubungan dengan alergi, demam, dan flu biasa.

Dosis 

Obat batuk Mextril sebaiknya dikonsumsi setelah makan dengan takaran 5 mL (1 sendok takar) 3 kali sehari untuk anak usia 6 hingga 12 tahun, dan 10 mL (2 sendok takar) sebanyak 3 kali sehari.

Jangan minum melebihi dosis yang disarankan. Jika Anda atau anak Anda melewati satu dosis, segera minum sebelum waktunya terlewat. Jangan minum dosis ekstrak pada waktu berikutnya untuk menggantikan dosis yang terlewat karena dapat menyebabkan efek samping yang membahayakan.

Setelah penggunaan, tutup rapat botol lalu simpan di tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung. Hindari dari jangkauan anak-anak.

Efek samping

Obat batuk Mextril dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

  • Mengantuk
  • Mual, muntah, dan nyeri perut
  • Gangguan pada irama jantung
  • Gangguan pada detak jantung yang melebihi 100 kali/menit
  • Mulut kering
  • Gangguan berkemih
  • Jantung berdebar-debar

Phenylpropanolamine dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke hemoragik (pendarahan otak atau jaringan di sekitar otak) pada wanita dan pria dewasa. Dekstrometorfan memiliki efek halusinasi dan kejang yang harus diwaspadai. Sedangkan guaifenesin dapat menimbulkan reaksi alergi serius. Namun Anda tak perlu mengkhawatirkan efek samping tersebut jika meminum obat sesuai dosis.

Kontraindikasi

Hindari minum obat batuk Mextril bersamaan dengan alkohol, obat, atau suplemen lain karena dapat meningkatkan efek samping dan mengurangi efektivitas obat. 

Mextril tidak boleh dikonsumsi mereka dengan kondisi dibawah ini:

  • Penderita yang peka terhadap obat simpatomik lain
  • Penderita dengan gangguan jantung
  • Penderita kencing manis (diabetes mellitus)
  • Penderita gangguan fungsi hati yang berat

Adapun orang-orang dibawah ini boleh menggunakan Mextril dengan perhatian khusus dan aturan dokter:

  • Anak dibawah 6 tahun
  • Ibu hamil dan menyusui 
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal
  • Pasien dengan gangguan hormon
  • Pasien yang mengalami glaukoma atau tekanan pada saraf bola mata
  • Pasien yang mengalami gangguan pernapasan
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol

Catatan

Meskipun termasuk obat bebas, gunakan obat batuk Mextril sesuai dokter dan disarankan meminta petunjuk dokter terutama jika Anda memiliki kondisi khusus.

Kenal Lebih Dekat Kandungan Betamethasone Valerate dalam Benoson

  • June 17, 2021

Benoson krim merupakan obat dengan kandungan zat aktif yang bernama betamethasone valerate. Kandungan zat aktif tersebut berfungsi untuk meringankan penyakit kulit (dermatosis) seperti antiperadangan (antiinflamasi) dan antigatal atau antipruritik. 

Oleh karena itulah krim ini memiliki khasiat dalam mengatasi masalah kesehatan kulit Anda. oleh karena itulah, kali ini kami akan membahas kandungan betamethasone valerate yang terdapat dalam krim ini serta apa fungsi dan adakah efek sampingnya. Simak terus ulasannya berikut ini ya. 

Apa itu Benoson?

Benoson adalah salah satu obat keras yang memerlukan resep dokter untuk penggunaannya. Berkhasiat untuk meringankan penyakit kulit (dermatitis, seperti antiperadangan atau antiinflamasi dan antigatal. 

Karena termasuk obat keras, obat ini pun memiliki efek samping seperti reaksi alergi, hipersensitif, rasa terbakar, iritasi sementara, gatal, hingga kulit kering. 

Oleh karena itulah, Anda perlu mendapatkan obat ini setelah berkonsultasi dan resep dokter. Selain itu ada beberapa kondisi yang tidak diperbolehkan menggunakan obat, seperti:

  • Penderita hipersensitif 
  • Penderita rosacea (radang kulit berula kemerahan pada wajah)
  • Penderita jerawat vulgaris
  • Penderita dermatitis perioral (ruam kemerahan berupa bintik kecil), perianal, dan infeksi virus pada kulit
  • Tidak digunakan pada otitis eksterna dengan perforasi gendang telinga

Kandungan betamethasone untuk kulit

Perawatan kulit dengan betamethason digunakan untuk mengobati kulit yang gatal, bengkak, dan teriritasi. Zat aktif ini membantu dengan konsisi seperti eksim, dermatitis kontak dan psoriasis yang mengurangi pembengkakakn, gatal, dan kemerahan yang dapat terjadi pada jenis kondisi tersebut. 

Betamethasone hanya tersedia dengan resep dokter yang hadir dalam bentuk:

  • Krim 
  • Salep
  • Losion 
  • Perawatan kulit kepala (losion)
  • Plester obat

Mereka lebih kurat daripada mengguanakan perawatan lain, seperti krim kulit hidrokortison. Betamethason biasanya diresepkan ketika obat lain tidak bekerja. 

Betamethason adalah jenis obat yang dikenal sebagai steroid (juga disebut kortikosteroid). Ini tidak sama dengan steroid anabolik. 

Efek samping betamethasone valerate

Beberapa efek samping mungkin muncul, seperti:

  • Rasa menyengat 
  • Tebakar
  • Gatal
  • Iritasi
  • Kekeringan
  • Kemerahan pada kulit 

Efek samping ini akan hilang dalam beberapa hari saat tubuh Anda menyesuaikan diri dengan pengobatan. Jika salah satu dari efek ini memburuk atau bertahan lebih lama, segera kunjungi dokter. 

Beritahu dokter jika salah satu efek samping yang tidak biasa tetapi serius ini terjadi, meliputi:

  • Stretch mark
  • Penipisan/perubahan warna kulit
  • Jerawat
  • Pertumbuhan rambut yang ekstrem 
  • Benjolan rambut (folikulitis)

Infeksi kulit juga bisa menjadi lebih buruk ketika Anda menggunakan obat ini beri tahu dokter segera jika kemerahan, pembengkakan, atau iritasi tidak membaik. 

Efek samping yang jarang terjadi

Ada kemungkinan obat ini akan diserap dari dalam kulit ke dalam aliran darah, namun sangat jarang sekali terjadi. Hal ini dapat menyebabkan efek samping dari terlalu banyak kortikosteroid. 

Efek samping ini lebih mungkin terjadi pada anak-anak, dan pada orang yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama atau pada area kulit yang luas. Beritahu dokter jika efek samping berikut terjadi, meliputi:

  • Kelelahan yang tidak biasa atau ekstrem
  • Penurunan berat badan
  • Sakit kepala
  • Pergelangan kaki/kaki bengkak
  • Peningkatan rasa haus atau buang air kecil
  • Masalah penglihatan

Untuk menghindari beberapa efek samping di atas, sebelum menggunakan obat ini beritahu dokter atau apoteker Anda jika Anda memiliki alergi terhadapnya atau kortikosteroid lain (misalnya hidrokortison atau prednison); atau jika Anda memiliki alergi lain. 

Produk ini mengandung bahan yang aktif, yang dapat menyebabkan reaksi alergi atau masalah lain. Selain itu, beritahu dokter sebelum menggunakan obat ini tentang riwayat kesehatan, terutama jika Anda pernah atau sedang mengalami:

  • Sirkulasi darah yang buruk
  • Diabetes
  • Masalah sistem kekebalan

Selama kehamilan, obat ini harus digunakan hanya jika benar-benar dibutuhkan saja. Diskusikan risiko dan manfaatnya dengan dokter Anda. 

Jadi, kesimpulannya Benoson merupakan salah satu obat keras yang membutuhkan resep dokter sebelum menggunakannya. Anda dilarang menggunakannya sebelum berkonsultasi dengan dokter untuk menghindari efek samping yang bisa terjadi. 

Rekomendasi Obat Flu Terampuh, Termasuk Neozep Forte

  • June 16, 2021

Saat gejala flu menyerang, pasti kamu akan segera membeli obat pereda flu untuk mengatasinya, seperti Neozep Forte, Decolgen, Procold dan masih banyak lagi. Tentunya obat tersebut harus bisa meredakan berbagai gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin. 

Flu merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang hidung, tenggorokan dan paru-paru. Seseorang yang menderita flu akan mengalami beberapa gejala, seperti sakit kepala, demam, hidung tersumbat bersin-bersin, batuk-batuk, pegal-pegal, kehilangan nafsu makan dan sakit tenggorokan.

Flu atau influenza mudah menular ke orang lain, terutama saat 3-4 hari pertama setelah penderitanya terinfeksi virus flu. Gejala flu akan semakin bertambah parah selama 2-4 hari sebelum akhirnya membaik dan sembuh. Biasanya, penyakit ini terjadi di musim pancaroba.

Flu dan pilek merupakan dua kondisi yang cukup berbeda. Umumnya, pilek terjadi secara bertahap dengan gejala yang lebih ringan sehingga tidak terlalu mengganggu aktivitas penderitanya. Sementara flu menimbulkan gejala yang lebih parah, sehingga dapat mengganggu rutinitas penderitanya. Selain itu, masa inkubasi flu lebih singkat dibandingkan pilek.

Berikut beberapa rekomendasi obat pereda flu, antara lain:

  1. Procold

Procold memiliki kandungan parasetamol, pseudoefedrin HCI dan klorfeniramin maleat yang dapat meredakan gejala flu, seperti sakit kepala, demam, hidung tersumbat dan bersin-bersin. Procold sangat cocok digunakan bagi seseorang yang baru saja terserang gejala penyakit flu. 

  1. Inza

Sakit kepala, demam, pening, tenggorokan gatal, sakit otot, pilek dan bersin dapat diatasi dengan Inza. Obat ini bekerja sebagai antipiretik dan analgesik, antihistamin dan dekongestan hidung. Obat ini juga dapat dikonsumsi oleh anak-anak mulai usia 6 tahun dengan penggunaan dosis setengah dari orang dewasa.

  1. Panadol Cold & Flu 

Panadol Cold & Flu memiliki kandungan parasetamol, pseudiephedrine dan dextromethorphan HBr. Obat ini dapat mengatasi hidung tersumbat, batuk berdahak, demam dan flu. Panadol Cold & Flu dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Obat ini dapat diminum 1 tablet setiap 4-6 jam, dengan maksimum 8 tablet per hari.

  1. Mixagrip Flu

Mixagrip Flu memiliki kandung antihistamine yang dapat membuat kamu tidur dengan lebih lelap. Dengan menjaga kualitas istirahat, proses penyembuhan pun menjadi lebih cepat. Oleh sebab itu, Mixagrip Flu sangat cocok bagi kamu yang memiliki kesempatan untuk bed rest tanpa harus terganggu dengan kegiatan lain.

  1. Neozep Forte

Selama bertahun-tahun, Neozep Forte telah dipercaya sangat ampuh untuk mengatasi gejala-gejala flu, seperti sakit kepala, demam, hidung tersumbat dan bersin-bersin. Selain itu, obat ini juga berguna untuk meredakan sinusitis, pilek, rhinitis, urtikaria, nyeri sendi dan otot.

  1. Decolgen

Decolgen dapat digunakan untuk orang dewasa dan juga anak-anak usia 6 tahun ke atas. Sama seperti obat pereda flu lainnya, Decolgen berguna untuk mengatasi demam, sakit kepala, hidung tersumbat, pilek dan mata berair. Decolgen juga mengandung  klorfeniramin maleat yang berfungsi untuk meredakan alergi yang disebabkan oleh flu.

  1. HerbaCOLD

herbaCOLD menggunakan beragam tanaman herbal, seperti mahkota dewa dan habbatussauda yang memiliki bahan aktif bernama silfa min. Bahan aktif ini mampu meredakan gejala flu dan sakit tenggorokan. Untuk dosis, minum 1 tablet untuk 4 kali per hari. 

Neozep Forte, Procold, Inza dan Panadol Cold & Flu dan sebagainya merupakan  beberapa rekomendasi obat pereda flu yang dijual secara bebas dan dapat ditemukan dengan mudah. Namun, penggunaannya harus sesuai dengan dosis dan aturan pakai yang tertera di setiap kemasan.

Zoter Untuk Atasi Herpes Simplex, Apa Penyakit Ini?

  • May 16, 2021

Virus herpes simplex, juga dikenal dengan sebutan HSV, adalah sebuah infeksi yang menyebabkan herpes. Herpes dapat muncul di bagian tubuh manapun, dengan daerah yang paling sering menderita kondisi ini adalah alat kelamin dan mulut. Ada dua jenis virus herpes simplex, yaitu HSV-1 yang biasanya menyebabkan herpes oral dan umumnya bertanggung jawab untuk luka melepuh di sekitar mulut dan wajah; serta HSV-2 yang menyebabkan herpes alat kelamin. Jika Anda menderita herpes simplex, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan. Krim zoter merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi kondisi ini. 

Apa yang menyebabkan herpes simplex?

Kita tahu bahwa krim zoter digunakan sebagai obat herpes simplex. Namun, yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah apa yang menyebabkan penyakit ini? Virus herpes simplex adalah virus yang sangat menular dan dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain lewat kontak langsung. Anak-anak sering terkena HIV-1 lewat kontak dini dengan orang dewasa yang memiliki infeksi ini. Mereka kemudian akan membawa virus tersebut di dalam tubuh sepanjang hidup mereka. 

  • HSV-1. Virus ini dapat ditularkan lewat interaksi umum, seperti makan menggunakan peralatan makan yang sama, berbagi lip balm, ataupun berciuman. Virus ini akan menyebar dengan lebih cepat saat outbreak terjadi. Diperkirakan sekitar 67 persen orang-orang berusia 49 tahun atau lebih muda memiliki HSV-1 dalam tubuh, meskipun mereka tidak akan mengalami kekambuhan apapun. Selain itu, sangat mungkin untuk menderita herpes alat kelamin dari HSV-1 apabila seseorang yang melakukan seks oral menderita sariawan pada saat hubungan tersebut dilakukan. 
  • HSV-2. Virus ini ditularkan lewat hubungan seksual dengan orang yang memiliki HSV-2. DIperkiraan 20 persen orang dewasa yang aktif secara seksual di Amerika Serikat menderita infeksi HSV-2, menurut Akademi Dermatolog Amerika (AAD). Infeksi HSV-2 menyebar dengan ruam herpes. Secara kontras, kebanyakan orang akan mendapatkan HSV-1 dari orang-orang yang menderita infeksi namun tidak menunjukkan gejala apapun atau asymptimatic, atau tidak memiliki luka apapun. 

Setiap orang dapat tertular HSV, tidak peduli usia dan jenis kelamin. Risiko Anda berdasarkan paparan terhadap infeksi tersebut. Dalam kasus HSV yang ditularkan lewat hubungan seksual, orang-orang akan lebih berisiko saat mereka melakukan hubungan seksual tanpa pelindung seperti kondom atau metode pelindung lainnya. Faktor risiko HSV-2 lainnya adalah memiliki pasangan hubungan seksual yang banyak, melakukan hubungan seksual pada usia muda, adalah seorang wanita, memiliki penyakit menular seksual (PMS) lainnya, dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Apabila seorang ibu hamil menderita herpes alat kelamin pada saat melahirkan bayi, bayi dapat terpapar kedua HSV, dan dapat membuat bayi berisiko menderita komplikasi yang serius. 

Penting untuk dipahami bahwa seseorang mungkin tidak memiliki gejala herpes simplex apapun namun memiliki infeksi ini dalam tubuhnya. Orang tersebut juga dapat menularkan virus ke orang lain. Beberapa gejala yang dihubungkan dengan virus ini adalah luka melepuh di mulut dan alat kelamin, rasa nyeri saat buang air kecil (herpes alat kelamin), dan gatal-gatal (yang bisa diatasi menggunakan zoter). Anda juga dapat menderita gejala yang mirip dengan flu, seperti demam, kelenjar getah bening yang membengkak, sakit kepala, tubuh terasa lelah, dan kurangnya nafsu makan. HSV juga dapat menyebar ke mata, menyebabkan sebuah kondisi yang disebut herpes keratitis. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri mata, keluarnya cairan “discharge”, dan rasa berpasir di mata.