Bibir Kasar? Gejala Ini Sering Mengikuti

  • March 25, 2021

Sering tidak ketika Anda memegang bibir Anda terasa kasar? Bibir kasar merupakan salah satu bibir Anda mengalami kekeringan. Hal ini wajar terjadi karena kulit di bagian bibir merupakan bagian paling minim di tubuh yang memiliki kelenjar minyak.

Lalu pertanyaannya, apa yang Anda lakukan ketika mendapati bibir kasar? Apakah Anda termasuk orang yang tidak peduli dan membiarkan masalah bibir tersebut? Atau justru sebaliknya, Anda langsung mencari berbagai cara untuk bisa mengembalikan kelembutan bibir?

Buat Anda yang masih abai terhadap masalah bibir kasar, mulai sekarang pikirkan ulang keputusan Anda membiarkan problem bibir yang satu ini. Pasalnya, tidak sekadar kasar dan kering, bibir yang kekurangan kelembutan akan menimbulkan berbagai gejala turunan yang membuat Anda merasa benar-benar tidak nyaman, seperti di bawah ini. 

  1. Mulut Lengket

Kondisi bibir yang memiliki minyak cukup akan membuat Anda mudah menggerakkan mulut dan rahang. Sebaliknya ketika Anda mengalami bibir kering, Anda akan sering merasa lengket di bagina mulut. Tidak jarang masalah bibir kering ini akan membuat Anda merasa kesulitan makan karena mulut yang terasa lengket. 

  1. Bau Mulut 

Hati-hati, bibir kasar dapat menurunkan kepercayaan diri Anda secara drastis. Soalnya, masalah bibir yang satu ini dapat berujung pada masalah bau mulut yang berkepanjangan. Orang-orang dengan bibir kasar ataupun kering rentan mengalami bau mulut karena perubahan pH di dalam mulut. Kondisi bibir yang kasar dan rentan pecah-pecah juga akan membuat kuman maupun bakteri mudah menginfeksi bagian mulut Anda dan menimbulkan bau tidak enak.

  1. Air Liur Berserabut

Bagi Anda yang sudah lama mengalami masalah bibi kasar, pernah tidak Anda mendapati air liur yang terlalu kental dan berserabut. Ya, ini merupakan gejala penyerta yang umumnya dialami oleh penderita bibir kasar. Model air liur yang kental dan berserabut ini akan mengganggu proses makan dan minum Anda. Bahkan tidak jarang, air liur in akan mengubah rasa makanan sehingga Anda menjadi tidak berselera. 

  1. Suara Serak 

Bibir kasar sebenarnya bukan hanya menunjukkan masalah di bibir Anda akan kurangnya produksi minyak. Nyatanya, bibir kasar juga mencakup masalah mulut yang kekurangan cairan dan berpengaruh pada produksi suara Anda. Penderita bibir kasar kerap mengeluhkan masalah suaranya yang tiba-tiba serak. Kondisi ini terjadi karena bagian tenggorokan juga mengalami kekeringan dan membuat produksi suara menjadi sulit. 

  1. Kesulitan Menelan 

Kesulitan menelan adalah akumulasi dari beragam gejala yang ikut menyertai masalah bibir kasar. Kondisi kesulitan menelan terjadi karena tidak cukupnya air liur untuk mengalirkan makanan dari bagian mulut ke bagian saluran cerna. Tidak hanya itu, Anda akan kesulitan menelan ketika mengalami bibir kasar karena tenggorokan yang mengalami cedera akibat terlalu kering serta sulitnya membuka bibir akibat terlalu kering. 

  1. Nyeri Lidah 

Bibir kasar merupakan penanda kekeringan ekstrem pada bagian mulut Anda. Tidak jarang, bibir yang kasar akan disertai gejala nyeri di berbagai bagian mulut. Bagian yang paling terkena dampak dari kekeringan di mulut adalah lidah. Jangan heran jika lidah Anda sering merasa nyeri dan menjadi tidak mau mengecap berbagai rasa secara normal. 

  1. Luka-luka 

Inilah gejala pengiring bibir kasar yang paling mudah terlihat! Ketika bibir Anda kasar dan kering, Anda akan lebih mudah mengalami luka di bagian bibir Bukan sekadar pecah-pecah, luka bibir yang Anda alami bisa menyerupai koreng ataupun bukaan yang menganga. Biasanya luka bibir ini sering muncul di bagian tepi bibir yang kasar dan kering. 

Selain berbagai gejala bibir kasar di atas, Anda juga bisa menghadapi masalah penampilan yang tidak menyenangkan. Anda akan kesulitan memasang gigi palsu ataupun kerap mengalami masalah lipstik menempel di bibir karena masalah bibir kasar.

Apa Itu PCR Swab?

  • March 24, 2021
pcr swab

PCR Swab atau polymerase chain reaction adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Saat ini, PCR juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit COVID-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona. Pemeriksaan PCR Swab merupakan tes konfirmasi atau tes diagnostik untuk menegakkan diagnosa Covid 19.

Material genetik yang ada di dalam setiap sel, termasuk di dalam bakteri atau virus, bisa berupa DNA (deoxyribonucleic acid) atau RNA (ribonucleic acid). DNA merupakan material genetik dengan rantai ganda, sedangkan RNA merupakan material genetik dengan rantai tunggal. Keberadaan DNA dan RNA ini akan dideteksi oleh PCR Swab melalui teknik amplifikasi atau perbanyakan tes. PCR Swab juga digunakan untuk mendeteksi virus corona penyebab COVID-19. Virus Corona penyebab COVID-19 ini merupakan jenis virus RNA.

Selain untuk mendeteksi adanya virus corona atau tidak, dengan melakukan PCR Swab ini juga dapat diketahui beberapa penyakit ini.

  • Infeksi human immunodeficiency virus (HIV)
  • Hepatitis C
  • Infeksi cytomegalovirus
  • Infeksi human papillomavirus (HPV)
  • Gonore
  • Klamidia
  • Penyakit Lyme
  • Pertusis (batuk rejan)

Prosedur pemeriksaan diawali dengan pengambilan sampel lendir dari nasofaring (bagian antara hidung dan tenggorokan), dan orofaring (bagian antara mulut dan tenggorokan), pasien yang diduga terinfeksi virus Corona. Pengambilan sampel lendir ini dilakukan dengan metode swab. Selanjutnya, sampel lendir ini akan dimasukan ke dalam tabung vtm (virus transport media) dan akan diteliti di laboratorium. Tidak semua orang harus melakukan tes PCR, ada beberapa kelompok yang wajib melakukan tes PCR berdasarkan lama Indonesia.go.id. 

  1. Orang dengan kategori suspek karena ada gejala sesak napas, sakit tenggorokan, batuk, disertai demam 38 derajat Celcius.
  2. Orang yang memiliki kontak erat dengan pasien COVID-19.
  3. Orang yang terkonfirmasi reaktif berdasarkan hasil rapid test.
  4. Orang yang bepergian keluar kota atau luar negeri pada 14 hari terakhir. 

Pengambilan spesimen ini dilakukan maksimal dua hari setelah munculnya gejala seperti batuk, demam, dan sesak napas.

Setiap metode tes untuk mendeteksi keberadaan virus memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing, begitu pun dengan PCR Swab. Metode tes PCR ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan metode tes yang lain.

Kelebihan Tes PCR

  1. Sensitivitas dan spesifisitas tinggi
  2. Mendeteksi langsung materi genetic virus
  3. Dapat mendeteksi fase akut (sejak hari pertama terinfeksi)

Kekurangan Tes PCR

  1. Perlu pengambilan sampel swab nasofaring dan orofaring yang benar
  2. Perlu tenaga terlatih dalam pengambilan swab
  3. Perlu ketrampilan untuk ekstraksi materi genetic manual
  4. Perlu spesifikasi lab dan APD khusus

Hasil swab test corona umumnya akan keluar dalam waktu dua hari. Hasilnya bisa berupa positif dan negatif. 

  1. Positif

Hasil positif menandakan adanya infeksi virus corona. Bila Anda memiliki hasil ini dari laboratorium regional, konfirmasi ulang akan dilakukan oleh Laboratorium Pusat Penyakit Infeksi Prof. Dr. Oemijati – Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan.

  1. Negatif

Hasil negatif menandakan bahwa tidak adanya infeksi virus corona. Namun hasil tes pemeriksaan negatif pada sampel tunggal, terutama yang berasal dari hidung dan tenggorokan, belum tentu mengindikasikan ketiadaan infeksi.

Hasil PCR Swab corona yang positif menandakan Anda adalah penderita Covid-19. Anda akan menjalani isolasi di ruangan khusus guna mendapatkan perawatan medis. Sampel jaringan dari pasien akan diambil setiap hari untuk diperiksa. Sementara jika hasil Anda benar – benar negarif, Anda tidak perlu mendapatkan perawatan medis dan bisa melakukan isolasi mandiri jika Anda merasa perlu untuk melakukan hal tersebut. 

Mengenal Penyebab Terjadinya Sakit Telinga

  • March 22, 2021

Apakah kamu sempat mengalami sakit telinga dan tidak tahu sebabnya? Kalau kamu merasa seperti itu, terutama, yang pernah atau sering merasakan sakit telinga, coba kenali penyebab-penyebab sakit telinga.

Sebagai informasi awal, sakit telinga adalah salah satu gejala umum dengan penyebab yang bervariasi. Jika berasal dari dalam telinga, maka kondisi ini akan disebut sakit telinga primer. Sementara sebaliknya, jika nyeri berasal dari luar telinga, maka akan dinamakan sakit telinga sekunder. 

image Sakit Telinga

Sakit telinga yang berasal dari dalam paling sering diderita oleh anak-anak. Sementara itu, sakit telinga yang berasal dari luar lebih sering diderita oleh orang dewasa. Biasanya, penyebab yang menimpa orang dewasa lebih kompleks karena sering berasal dari sistem saraf yang berkaitan dengan kepala, leher, dada, dan perut.

Kondisi ini bisa menyerang salah satu telinga atau bahkan keduanya. Rasa nyeri mungkin akan terasa terus-menerus meneror tanpa henti. Namun, ada juga rasa nyeri yang datang dan pergi. Jenis sakit yang diderita bisa tajam, tumpul, atau seperti terbakar. 

Munculnya rasa sakit telinga umumnya akan pergi dengan sendirinya dalam beberapa hari ke depan. Hal tersebut terjadi terutama jika penyebabnya adalah infeksi ringan. Namun, bisa juga gejala ini menandakan ada hal serius di baliknya. Tentu saja yang demikian mengkhawatirkan dan membutuhkan bantuan medis. 

Nah, kalau begitu, sudah saatnya kamu mengenali apa-apa yang bisa terjadi pada telingamu. Di bawah ini adalah penjelasan sebab-sebab sakit telinga yang bisa saja menyerang terlingamu. Penyebab sakit telinga sangat bervariasi bahkan kerap kali ditemukan tidak terkena infeksi pun, seseorang bisa menderita sakit di organ pendengaran ini. Demikian juga ketika organ ini tidak memiliki masalah apa pun, nyeri tetap bisa muncul. Adapun penyebab paling umum terjadinya sakit telinga, meliputi:

Penyebab Sakit Telinga Primer

  • Trauma akibat tekanan udara mendadak (barotrauma);
  • Disfungsi tuba eustachius;
  • Masuknya objek asing ke dalam telinga, seperti serangga dan mainan mini;
  • Otitis eksterna dan otitis media;
  • Penumpukan kotoran di telinga;
  • Telinga perenang;
  • Sampo atau sabun terperangkap di telinga;
  • Memakai kapas di telinga;
  • Gendang telinga berlubang;
  • dan, adanya eksim di lubang telinga.

Penyebab Sakit Telinga Sekunder

  • Masalah pada gigi seperti karies, abses, atau pulpitis;
  • Penyakit gastroesofageal refluks (GERD);
  • Tumor pada kepala atau leher;
  • Idiopatik;
  • Nyeri myofascial;
  • Neuralgia, seperti trigeminal, glossopharyngeal, geniculate, sphenopalatine;
  • Ulkus aphthous oral;
  • Faringitis;
  • Tonsillitis;
  • Depresi atau kecemasan berlebih;
  • Gangguan kelenjar ludah;
  • Sinusitis;
  • Tiroiditis;
  • Sindrom temporomandibular joint (TMJ) atau gangguan sendi rahang;
  • Infark miokard;
  • Arteritis temporal;
  • Aneurisma toraks;
  • Radang tenggorokan parah;
  • Perubahan tekanan udara saat di pesawat atau saat berada di ketinggian.

Sebab-sebab Lain

Kondisi lain yang mungkin bisa menyebabkan sakit telinga, di antaranya:

  • Selulitis pada daun telinga;
  • Kolesteatoma;
  • Granulomatosis dengan polyangiitis;
  • Otitis eksterna ganas;
  • Mastoiditis;
  • Sindrom Ramsay Hunt (herpes zoster oticus);
  • Polychondritis;
  • Trauma;
  • Tumor atau kista yang mengalami infeksi;
  • Virus myringitis;
  • Hematoma subdural;
  • Kanker paru-paru;
  • Aneurisma arteri karotis;
  • Bengkak tumor Pott.

Setelah mengetahui beragam kemungkinan penyebab sakit telingan, kamu mungkin juga perlu mengetahui kapan harus waspada. Semisal kamu atau mungkin orang terdekat mengalami sakit telinga dengan gejala seperti berikut ini, segeralah cari bantuan medis:

  • Demam tinggi;
  • Muntah;
  • Sakit tenggorokan yang parah;
  • Gangguan pendengaran;
  • Terjadi pembengkakan di sekitar telinga;
  • Kecual cairan dari telinga;
  • Ada sesuatu yang menempel di telinga;
  • Sakit telinga tak kunjung membaik dalam beberapa hari;
  • Sakit telinga makin parah;
  • Pusing;
  • Sakit kepala parah;
  • Otot wajah terkulai.

Gejala-gejala di atas mungkin saja menandakan sakit telinga yang dialami berkaitan dengan kondisi medis lain yang lebih serius. Jangan ambil risiko dengan tidak memeriksakan kondisimu ke dokter khusus atau spesialis penyakit telinga.

Mengenal Migrain Okular, Sakit Kepala yang Sebabkan Kebutaan

Mengenal Migrain Okular, Sakit Kepala yang Sebabkan Kebutaan

  • March 10, 2021

Migrain okular adalah sakit kepala migrain yang disertai dengan gangguan penglihatan atau kebutaan sementara pada salah satu mata. Pada migrain okular, penglihatan biasanya kembali normal dalam waktu satu jam. Penyakit ini juga bisa terjadi dengan tanpa rasa sakit seperti migrain pada umumnya. 

Ini merupakan kondisi medis yang langka, tepatnya hanya terjadi pada 1 dari setiap 5 kasus. Orang yang menderita migrain jenis ini lebih berisiko kehilangan penglihatan permanen pada sebelah matanya.

Penyebab migrain okular

Sebenarnya belum ada penyebab yang jelas kenapa bisa terjadi. Kondisi ini dipercaya memiliki sebab yang sama dengan migrain. 

Kejang pada pembuluh darah di retina dikatakan memicu migrain okular, begitu pula dengan faktor genetika dan keseimbangan hormon.

Orang dengan riwayat keluarga migrain atau migrain okular rentan mengembangkan migrain okular. Beberapa penelitian menyebutkan 70 persen penderita migrain memiliki riwayat keluarga sakit kepala migrain.

Hormon estrogen, yang banyak ditemukan pada wanita, juga berperan dalam persepsi nyeri di otak sehingga wanita lebih cenderung berisiko terkena migrain okular. Kadar hormon estrogen berubah-ubah selama siklus menstruasi, kehamilan, menopause, juga penggunaan kontrasepsi.

Adapun faktor pemicu migrain okular mirip dengan migrain, meski pemicu yang dirasakan setiap orang berbeda-beda:

  • Cahaya terang
  • Suara keras
  • Bau menyengat, seperti parfum dan asap rokok
  • Stres, kecemasan, dan relaksasi setelah melewati stres
  • Kurang tidur
  • Perubahan cuaca
  • Minuman beralkohol, terutama anggur merah
  • Mengonsumsi kafein terlalu banyak, atau penarikan dari kafein
  • Makan makanan yang mengandung nitrat 
  • Makanan yang mengandung MSG, seperti makanan cepat saji, makanan olahan, dan jajanan kaki lima
  • Makanan dengan kandungan tyramine, termasuk produk kedelai dan daging asap
  • Pemanis buatan

Gejala migrain okular

Gangguan penglihatan saat migrain adalah tanda mendasar dari migrain okular. Penderita akan mengalami mata rabun atau kehilangan penglihatan sehingga membuat Anda tidak bisa membaca atau mengemudi dengan aman. Kondisi ini berlangsung kurang dari satu jam. 

Namun gangguan penglihatan juga bisa terjadi sebelum migrain. 

Sementara itu gejala lainnya meliputi:

  • Sakit kepala berlangsung 4 sampai 72 jam.
  • Mual dan muntah
  • Peka terhadap suara atau cahaya

Jika Anda sedang mengemudi atau melakukan aktivitas berat di luar ruangan, hentikan kegiatan untuk sementara waktu hingga penglihatan Anda benar-benar kembali normal. Migrain dapat diatasi dengan obat resep atau ibuprofen yang dijual bebas.

Memijat kulit kepala dan beristirahat di tempat yang gelap dan sunyi membantu meredakan gejala.

Perbedaan migrain okular dan migrain visual

Migrain okular atau migrain mata kadang digunakan untuk menyebut jenis migrain lain, yaitu migrain aura atau visual. 

Migrain visual sering muncul secara tiba-tiba dan penderitanya akan merasa seperti melihat melalui jendela yang retak. Aura seperti lampu berkedip, lingkaran cahaya yang bergelombang, atau zigzag juga sering terjadi. 

Mereka juga akan mengalami:

  • Mati rasa atau kesemutan di tangan atau wajah
  • Kebingungan
  • Indra perasa atau penciuman terganggu

Gejala migrain visual biasanya memengaruhi kedua mata dan berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Sakit kepala bisa terjadi setelah gejala migrain visual mereda atau terkadang tidak disertai migrain sama sekali. 

Catatan

Migrain okular dapat menyerang tanpa Anda sadari faktor pemicunya. Untuk mengetahui apa yang menyebabkan migrain okular kambuh, Anda bisa mengidentifikasinya melalui jurnal harian. 

Catat apa saja makan yang Anda konsumsi, aktivitas, dan jam tidur Anda setiap hari. Karena ketidakseimbangan estrogen dapat berpengaruh, jangan lupa menulis siklus menstruasi Anda.

Mastocytosis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

  • March 9, 2021

Ketika menderita penyakit kulit, selain merasakan sakit pasien juga bisa merasa kurang pede karena bercak yang terlihat. Salah satu jenis penyakit kulit yang dapat menyebabkan kondisi seperti itu adalah mastocytosis.

Mastocytosis terjadi karena kelainan sel, dimana sel mast meningkat dan menumpuk di beberapa organ tubuh Contoh bagian tubuh yang dapat mengalami penumpukan sel mast adalah kulit, sumsum tulang, hati, usus halus, dan limpa.

Sel mast memiliki peran pada sistem kekebalan tubuh dan menghasilkan mediator seperti histamin yang penting dalam respons tubuh pada alergi. Jika sel mast diproduksi dalam jumlah yang banyak, jumlah mediator yang dilepaskan bisa sangat tinggi dan menyebabkan banyak gejala muncul.

Mastocytosis dibedakan menjadi dua jenis, antara lain:

  • Mastocytosis kutan

Pada mastocytosis kutan, penumpukan sel mast ada pada kulit saja dan tidak ditemukan pada bagian tubuh lain. Jenis mastocytosis ini biasanya menyerang anak-anak dan menyebabkan ruam merah pada kulit dengan rasa gatal. Mastocytosis kutan tidak mengancam jiwa, namun penderita memiliki risiko reaksi alergi yang lebih tinggi.

  • Mastocytosis sistemik

Penumpukan sel mast ditemukan pada beberapa bagian tubuh dan umumnya terjadi pada orang dewasa. Sel mast dapat ditemukan pada sumsum tulang, hati, usus, limpa, dan lainnya serta bisa mengancam jiwa.

Apa saja tanda dan gejala mastocytosis? 

Gejala mastocytosis dibedakan dari jenisnya, yaitu:

  1. Mastocytosis kutan
  • Ruam merah pada kulit
  • Rasa gatal di kulit
  • Muncul bintik-bintik merah
  • Benjolan besar di kulit

Jika ruam dan benjolan digaruk maka akan semakin bengkak dan memerah. Pemicu rasa gatal pada mastocytosis dapat seperti perubahan suhu, bahan pakaian, mengkonsumsi makanan pedas atau panas, hingga obat-obatan,

  1. Mastocytosis sistemik
  • Mudah lelah
  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat
  • Diare
  • Kembung
  • Mual dan muntah
  • Tekanan darah rendah
  • Pembesaran kelenjar getah bening, hati, atau limpa
  • Mengalami anemia
  • Osteoporosis
  • Mengalami gangguan kesehatan mental seperti gangguan kecemasan, sulit fokus, dan depresi

Apa yang menyebabkan mastocytosis?

Penyebab mastocytosis secara spesifik belum diketahui. Namun, perubahan mutasi gen pada sel mast diduga memiliki peran pada penyakit ini. 

Pada banyak kasus, mastocytosis tidak diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya. Namun, pada beberapa kasus juga ditemui bahwa anak yang menderita mastocytosis orang tuanya juga menderita penyakit ini.

Bagaimana dokter mendiagnosis mastocytosis?

Diagnosis mastocytosis dilakukan dokter dengan melakukan wawancara, pemeriksaan fisik terutama kulit, dan riwayat medis pasien. Dokter juga akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang, antara lain:

  • Biopsi kulit, dengan mengambil sampel jaringan kulit untuk melihat sel mast.
  • Tes darah dan urine, bertujuan untuk memeriksa kadar sel mast pada darah dan urine
  • USG perut, bertujuan untuk melihat apakah terdapat pembesaran pada hati atau limpa
  • Pemeriksaan sumsum belakang, bertujuan untuk melihat kadar sel mast pada sumsum tulang belakang
  • DEXA scan, bertujuan untuk memeriksa kepadatan tulang pasien

Pengobatan mastocytosis

Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk mastocytosis. Dokter akan melakukan perawatan untuk meminimalkan gejala. Perawatan pada pasien mastocytosis akan dilakukan berdasarkan jenis dan tingkat keparahan mastocytosis yang diderita. 

  • Mastocytosis kutan

Untuk meredakan gejala pada mastocytosis kutan, dokter akan memberikan krim kortikosteroid yang dapat mengurangi jumlah sel mast dalam tubuh pasien. Obat lainnya yang akan direkomendasikan dokter adalah antihistamin untuk mengobati reaksi alergi.

  • Mastocytosis sistemik

Pada perawatan mastocytosis sistemik, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan kemoterapi seperti cladribine.

Untuk beberapa pasien mastocytosis sistemik agresif akan menjalani transplantasi sel induk hematopoietik alogenik atau transplantasi sumsum tulang belakang. Gejala mastocytosis sistemik juga dapat diredakan dengan antihistamin, aspirin, atau cromolyn.

Jika Anda memiliki gejala mastocytosis, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat untuk menghindari komplikasi yang mungkin terjadi.

7 Gejala Tunjukkan Malnutrisi Energi Protein pada Anak

  • March 1, 2021

Anak Anda sulit untuk naik berat badan atau justru mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan? Berhati-hatilah sebab bisa jadi ia sedang menunjukkan tanda mengalami malnutrisi energi protein. 

Sesuai namanya, malnutrisi energi protein merupakan kondisi ketika seseorang kekurangan sumber energi, khususnya protein, yang masuk ke tubuh mereka. Kekurangan energi protein tersebut nantinya bisa berbuah berbagai komplikasi serius sebab protein sendiri sangat berguna untuk mendongkrak kinerja jantung, ginjal, sampai otak. 

image Malnutrisi Energi Protein

Karena itu, memperhatikan gejala yang dialami anak sangatlah penting untuk mengetahui ia mengalami malnutrisi energi protein atau tidak. Jika menemukan beberapa gejala di bawah ini, jangan ragu untuk membawa buah hati ke dokter guna berkonsultasi terkait masalah gizinya, ya. 

  1. Berat Badan Turun 

Jika dalam 2 bulan berat badan Anda turun terus-menerus, Anda patut curiga ada yang salah dengan nutrisi yang diasupnya. Bisa jadi ia tengah mengalami malnutrisi energi protein. Anak-anak yang mengalami kondisi ini biasanya mengalami penyusutan berat badan 10—20 persen dari berat badan awal. Hingga akhirnya, ia mengalami pertumbuhan dan berat badan yang rendah yang membuatnya lebih rentan terkena penyakit lain yang berbahaya. 

  1. Suhu Tubuh Rendah

Ada baiknya ada menyediakan termometer untuk mengecek kondisi suhu anak agar jika ia demam, ia tidak sampai mengalami kejang. Lewat termometer, Anda juga bisa mengecek apakah suhu tubuh sang buah hati rendah atau tidak. Suhu tubuh yang normal pada anak seharusnya berkisar 36,6—37,2 derajat Celsius. Kurang dari itu, anak bisa terkategori memiliki suhu tubuh rendah. Suhu tubuh yang kurang dari normal sendiri dapat menjadi salah satu gejala anak mengalami malnutrisi energi protein. 

  1. Mudah Lelah 

Anak-anak umumnya memiliki energi berlebih sehingga ia sangat lincah dan energik untuk bermain, berlari, ataupun melakukan berbagai hal yang membuat Anda kerepotan. Namun pada anak-anak yang terindikasi mengalami malnutrisi energi protein, mereka justru tampak tidak bersemangat. Anak yang kekurangan energi protein cenderung lebih pasif karena merasa mudah lelah setiap kali melakukan berbagai aktivitas. 

  1. Sulit Konsentrasi 

Anak memiliki kemampuan penangkapan memori yang luar biasa sehingga ia dapat meniru berbagai hal yang ada di sekitarnya. Bahkan pada usia 1—3 tahun, anak disebut dalam periode golden age di mana kemampuan berpikir dan berkonsentrasinya sangat tinggi sehingga mampu menyerap segala ilmu dari manapun. Anda patut curiga jika pada saat-saat tersebut anak mengalami kesulitan belajar atau berkonsentrasi. Sulitnya berkonsentrasi dan memahami sendiri salah satunya bisa disebabkan oleh malnutrisi energi protein. 

  1. Genggaman Melemah 

Gejala malnutrisi energi protein juga dapat mudah dideteksi dengan merasakan genggaman anak. Umumnya, genggaman anak kecil sangatlah kuat, apalagi ketika dia baru-baru belajar menggenggam dan masih belum bisa mengontrol kekuatan genggamannya. Namun jika anak Anda cenderung menggenggam dengan lemah dan ini merupakan kondisi yang tidak biasa terjadi, bisa jadi ia tengah mengalami malnutrisi energi protein. 

  1. Kulit Kendur dan Keriput 

Orang tua yang memiliki keriput adalah hal yang lumrah. Akan tetapi, jika anak-anak yang mengalaminya, hal tersebut sangatlah tidak wajar. Kulit anak seharusnya lebih kencang dan halus. Jika ia mengalami kekenduran atau bahkan kekeriputan, bisa dipastikan ia mengalami kekurangan nutrisi. Anda bisa langsung mengecek dokter mengenai kondisi anak Anda jika mengalami gejala kulit kendur dan keriput. 

  1. Makanan Sering Tidak Habis 

Jangan menyepelekan kondisi anak malas makan. Jika Anda sering mendapati anak Anda sering tidak mampu menghabiskan porsi makanan yang dianjurkan tanpa gerakan tutup mulut, bisa jadi ia sedang mengalami malnutrisi energi protein. Orang-orang dengan malnutrisi energi protein memang cenderung merasa malas makan karena ketika mengunyah, ia seperti kehabisan tenaga. Kondisi ini tidak luput bisa dialami oleh anak Anda. 

Mengenali gejala malnutrisi energi protein sedari awal akan semakin baik guna mencegah komplikasi yang berbahaya. Segeralah ke dokter apabila anak Anda tidak mau mengalami kondisi gagal jantung ataupun gagal ginjal hingga keterbelakangan mental karena pembiaran malnutrisi energi protein.

7 Tanaman Cantik yang Mengandung Toksin

  • February 11, 2021

Masa pandemi Covid-19 ini telah membuat banyak orang mencari berbagai hobi baru yang bisa dilakukan dari rumah. Salah satunya adalah menanam tumbuhan-tumbuhan cantik, tidak terkecuali bunga, untuk memperindah teras dan pekarangan. Namun berhati-hatilah, beberapa bunga yang terlihat sangat indah justru bisa mengandung toksin yang berbahaya bagi kesehatan Anda dan keluarga. 

Toksin merupakan racun dari tumbuhan maupun hewan yang dihasilkan oleh mikroorganisme. Khusus untuk toksin pada tanaman hias, racun tersebut bisa terpapar ke Anda jika Anda memakannya, menyentuhnya, atau hanya mencium baunya. 

Berikut ini adalah berbagai tanaman hias dengan kandungan toksin yang mesti Anda waspadai. Jika tidak hati-hati, nyawa Anda bisa menjadi taruhannya. 

  1. Oleander 

Warna oleander yang beragam dan menenangkan, mulai dari putih ataupun kuning, serta wanginya yang semerbak membuat banyak orang tidak ragu memenuhi halaman rumahnya dengan bunga yang satu ini. Kalau Anda yang termasuk mengoleksi bunga oleander, waspadailah agar bunga ini tidak sampai dimakan oleh anak-anak Anda. Ini karena seluruh bagian bunga ini mengandung toksin yang bisa menyebabkan keracunan. Orang yang menelan bagian dari oleander bisa mengalami demam, perlambatan detak jantung, bahkan sampai risiko kematian. 

  1. Bakung 

Bunga bakung atau yang dikenal pula sebagai lily of the valley memiliki toksin yang sangat berbahaya. Tumbuhan cantik ini mengandung glikosida yang dapat mempengaruhi kinerja jantung. Orang yang tidak sengaja menelan bagian dari bakung bisa mengalami gejala muntah, ilusi, serta perlambatan detak jantung. Segera bawa orang yang keracunan bakung ke dokter untuk mendapat intervensi medis guna menghindari kondisi yang lebih fatal. 

  1. Clematis 

Anda tidak perlu menelan bunga clematis untuk merasakan toksin dari tanaman yang satu ini. Bahkan hanya ketika Anda tidak sengaja menyentuhnya ketika sedang memangkas tanaman, Anda bisa langsung mengalami gejala gatal-gatal dan rasa panas di bagian kulit. Beberapa gejala lain yang ditimbulkan dari toksin Clematis adalah rasa mual yang berlebihan. Namun umumnya, gejala tersebut akan mereda sendiri tanpa perlu pengobatan khusus. 

  1. Hortensia 

Menghiasi halaman dengan bunga hortensia dijamin membuat pandangan mata Anda menjadi segar karena warna-warnanya yang beraneka dan lembut. Namun, jenis bunga ini mengandung toksin yang tidak tanggung-tanggung. Dalam tiap kuntum hortensia, terdapat racun sianida yang bisa menyebabkan kematian jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Karena itu, pastikan Anda menjauhkan jenius bunga ini dari jangkauan anak-anak agar kemungkinan tertelan dapat dihilangkan. 

  1. Philodendron 

Ini merupakan jenis tanaman hias yang tengah populer di masa pandemi ini. Berhati-hatilah ketiak mengurus tanaman ini sebab getah dari philodendron bisa mengiritasi kulit dan mulut Anda. Jika getahnya tertelan, risiko lebih besar dapat terjadi, mulai dari pembengkakan tenggorokan, sakit perut, sampai kesulitan bernapas. Jadi sebaiknya, Anda menggunakan sarung tangan jika sudah mengurusi model tanaman hias yang satu ini. 

  1. Kuping Gajah

Satu lagi jenis tanaman hias yang saat ini sedang sangat terkenal, tetapi sebenarnya mengandung toksin. Kuping gajah atau yang dalam bahasa internasionalnya dikenal sebagai dieffenbachia sebenarnya merupakan tanaman yang mematikan sebab bisa membuat saluran pernapasan Anda tertutup karena pembengkakan sehingga menimbulkan gagal napas. Bahkan jika Anda hanya menyentuhnya, kemungkinan mendapat rasa gatal juga bisa Anda alami. 

  1. Morning Glory 

Menanam bunga morning glory dalam pot untuk menghias teras sangatlah menarik karena warna-warnanya yang semarak. Namun, jangan sampai Anda menyentuh apalagi menelan bagian biji tanaman ini. Soalnya, biji morning glory mengandung toksin yang bisa menimbulkan gejala diare serta  halusinasi. Jadi, berhati-hatilah!

***

Selain ketujuh tanaman hias tersebut, masih banyak jenis tanaman lain yang mengandung toksin dan dapat berbahaya bagi tubuh Anda. Karena itu, pastikan Anda tidak sembarangan mencicipi menelan dan memegang tanaman-tanaman yang tidak ada kenal. 

Penyebab dan Gejala Penyakit Hidronefrosis

Penyebab dan Gejala Penyakit Hidronefrosis

  • February 4, 2021

Penyakit hidronefrosis adalah sebuah kondisi yang biasanya terjadi ketika ginjal membengkak akibat urin gagal mengalir dengan benar dari ginjal ke kandung kemih. Pembengkakan tersebut umumnya memengaruhi satu ginjal saja, namun terkadang dapat melibatkan keduanya. 

Penyakit hidronefrosis bukanlah penyakit utama, melainkan kondisi kedua yang disebabkan oleh penyakit lain, seperti karena penyumbatan atau hambatan pada saluran kemih. Penyakit hidronefrosis diperkirakan memengaruhi 1 dari 100 bayi. Artikel ini akan membahas penyakit ini dengan lebih detail.

Apa gejalanya?

Biasanya, urin mengalir melewati saluran kemih dengan tekanan yang minimal. Tekanan tersebut dapat bertambah apabila ada hambatan pada saluran kemih. Setelah urin menumpuk dalam waktu yang lama, ginjal Anda dapat membesar. Ginjal dapat dipenuhi dengan urin dan semakin membesar sehingga menekan organ-organ tubuh di sekitarnya. 

Apabila penyakit hidronefrosis dibiarkan saja dan tidak diobati dalam waktu yang lama, tekanan tersebut dapat menyebabkan ginjal untuk kehilangan kemampuannya dalam berfungsi secara permanen. Gejala ringan hidronefrosis di antaranya adalah sering buang air kecil. Gejala parah lain yang dapat Anda derita di antaranya adalah rasa nyeri di perut, mual, muntah, rasa nyeri saat buang air kecil, dan demam. 

Mengganggu aliran air seni juga dapat meningkatkan risiko Anda dalam menderita infeksi saluran kemih (UTI). Karena alasan inilah mengapa UTI merupakan salah satu komplikasi penyakit hidronefrosis yang paling sering dijumpai. 

Adapun beberapa tanda-tanda adanya infeksi saluran kemih di antaranya adalah warna air seni yang keruh, rasa nyeri saat buang air kecil, rasa terbakar saat buang air kecil, aliran urin yang lemah, sakit punggung, sakit kandung kemih, demam, dan tubuh yang menggigil. Apabila Anda melihat adanya tanda-tanda penyakit hidronefrosis, hubungi dokter untuk membicarakan gejala yang Anda derita. Infeksi saluran kemih yang tidak diobati dapat menyebabkan kondisi yang lebih parah, seperti pyelonephritis, infeksi di ginjal, dan sepsis, yang mana merupakan infeksi aliran darah atau keracunan darah. 

Penyebab hidronefrosis

Sesungguhnya hidronefrosis bukanlah sebuah penyakit. Melainkan, sebuah kondisi yang dapat disebabkan karena kondisi internal dan eksternal yang memengaruhi ginjal dan sistem yang mengumpulkan urin. Salah satu penyebab penyakit hidronefrosis yang paling sering dijumpai adalah uropati obstruktif unilateral aku. Ini adalah perkembangan hambatan tiba-tiba di salah satu ureter, yang mana merupakan tabung yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Penyebab utama penyumbatan tersebut adalah batu ginjal, namun jaringan parut dan penggumpalan darah juga dapat menyebabkan uropati obstruktif unilateral akut. 

Ureter yang tersumbat dapat menyebabkan urin mengalir kembali ke ginjal, yang mana akan menyebabkan pembengkakan. Aliran balik urin tersebut dikenal dengan sebutan refluks vesicoureteral (VUR). Kemungkinan penyebab penyumbatan lain yang mengakibatkan penyakit hidronefrosis di antaranya adalah kekusutan pada ureteropelvis, yaitu tempat pertemuan ureter dengan panggul ginjal; pembesaran kelenjar prostat pada pria, yang dapat disebabkan karena prostatitis atau pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia); kehamilan, yang menyebabkan tekanan akibat janin yang tumbuh; tumor di dekat ureter; dan penyempitan ureter akibat cidera atau cacat bawaan lahir. 

Apabila Anda mendapatkan diagnosa dan perawatan penyakit hidronefrosis, harapan sembuh dari kondisi ini cukup baik. Pengangkatan sumbatan sangat penting agar ginjal Anda dapat kembali berfungsi dengan normal. Apabila penyakit hidronefrosis Anda membutuhkan tindakan bedah medis, tingkat kesuksesan bagi Anda dalam mendapatkan pemulihan atau penyembuhan penuh diperkirakan sekitar 95 persen.

Koma Miksedema, Hipotiroidisme Parah yang Mengancam Jiwa

Koma Miksedema, Hipotiroidisme Parah yang Mengancam Jiwa

  • January 21, 2021

Proses metabolisme tubuh diatur oleh hormon tiroid, yang juga berperan terhadap fungsi organ, Hormon ini diproduksi di kelenjar tiroid yang terletak di bagian depan leher. Hipotiroid atau hipotiroidisme adalah kurangnya kadar tiroid, yang mengakibatkan seluruh fungsi tubuh terganggu. Salah satu hipotiroid yang paling umum adalah gondongan.

Namun ketika komplikasinya semakin parah, ini dapat mengakibatkan koma miksedema atau krisis miksedema. Kondisi ini jarang terjadi, namun lebih sering menyerang wanita usia lanjut. Jika tidak ditangani dengan baik, koma miksedema dapat menyebabkan kematian.

Penyebab koma miksedema

Koma miksedema lebih sering disebabkan karena kurangnya produksi hormon tiroid oleh kelenjar tiroid (hipotiroid). Tapi, produksi hormon dalam jumlah berlebih (hipertiroidisme) juga dapat memicu kondisi tersebut. 

Kondisi ini juga dapat berkembang pada pasien dengan hipotiroidisme yang telah terjadi lama dan tak terdiagnosis, dan paling sering dipicu oleh infeksi, gagal jantung, penyakit serebrovaskular, dan terapi penggunaan obat. 

Tanda dan gejala

Pasien yang mengembangkan koma miksedema memiliki gejala hipotiroidisme yang sangat parah disertai dengan distorsi mental. Penderita krisis miksedema bukan berarti harus terbaring koma. Namun itu bisa menjadi komplikasi hipotiroidisme ekstrem.

Berikut adalah tanda dan gejalanya:

  • Hipotermia, dengan suhu tubuh mencapai hingga 26,6 ºC
  • Hipotensi
  • Bradikardi (jantung berdetak dengan lambat)
  • Tekanan nadi menurun, disertai dengan peningkatan tekanan diastolik
  • Sulit bernapas
  • Bengkak di sekitar mata (edema periorbital)
  • Lidah membesar (makroglosia)
  • Rambut kasar atau menipis
  • Perut membesar akibat penumpukan gas atau cairan (distensi abdomen)
  • Lebam atau memar
  • Kulit dingin, pucat, kering, bersisik, dan menebal
  • Kebingungan
  • Bicara melambat
  • Pingsan
  • Kejang

Harus segera ditangani

Koma miksedema adalah kondisi darurat medis. Jika setelah muncul gejala awal kondisi tidak segera diobati, risiko kematian bisa mencapai 50%. Bahkan dengan penanganan dini pun pasien masih memiliki risiko sebesar 25%. 

Selain itu, usia yang lebih tua, hipotermia persisten atau bradikardia, dan tingkat kesadaran rendah merupakan faktor prognosis buruk yang dapat meningkatkan angka mortalitas.

Pasien yang didiagnosis koma miksedema akan dibawa ke ruang ICU dan menerima tindakan  awal yang mencakup:

  1. Manajemen jalan napas

Kebanyakan pasien mengalami ketidakstabilan mental dan gagal napas, pemeliharaan jalan napas sangat penting. Pasien akan diberikan bantuan pernapasan selama 36-48 jam pertama, tapi beberapa pasien membutuhkannya selama 2-3 minggu.

  1. Penggantian hormon tiroid

Perawatan ini masih kontroversial karena kurangnya uji klinis. Perawatan diberikan secara intravena dengan beberapa jenis obat dan dosis yang disarankan. American Thyroid Association merekomendasikan terapi kombinasi dengan levothyroxine (T4) dan liothyronine (T3). Setelah pasien mampu minum obat melalui mulut, perawatan diubah ke bentuk oral.

  1. Terapi glukokortikoid

Perawatan diberikan untuk mengatasi kemungkinan insufisiensi adrenal akut dan hipopituitarisme pada pasien. Perawatan diberikan secara intravena dengan dosis yang telah ditentukan.

Pasien juga akan mendapatkan tindakan pendukung seperti penghangatan, pemberian obat infeksi, dan terapi hormon tiroid jika pasien mengalami hipotensi. Setelah kondisinya stabil, pasien dapat dipindahkan ke bangsal medis. 

Pada beberapa kasus, pasien myxedema coma membutuhkan perawatan bedah. Namun mereka berisiko tinggi mengalami komplikasi anestesi, serta komplikasi selama dan pasca operasi. 

Untuk meminimalisir komplikasi, dokter akan memberikan T4 dan glukokortikoid sebelum anestesi. Pemantauan ketat selama operasi dan pasca operasi dilakukan, yang meliputi pernapasan, jantung, dan volume serta status suhu.

Catatan

Di negara 4 musim, koma miksedema dapat berkembang selama musim dingin. Jika Anda menderita hipotiroid, Anda harus benar-benar menjaga kesehatan dan memerhatikan setiap gejala yang muncul. 

Tanyakan mengenai gangguan tiroid dan koma miksedema pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Mengenal Jenis-Jenis Tes untuk Periksa Mata

Mengenal Jenis-Jenis Tes untuk Periksa Mata

  • January 12, 2021

Saat Anda merasakan ada yang janggal pada penglihatan Anda, tentunya Anda akan memutuskan untuk memeriksa mata. Tapi, tahukah Anda, sebenarnya ada banyak sekali jenis periksa mata di klinik atau optik mata?

Setiap jenis pemeriksaan memiliki tujuan yang berbeda-beda. Berdasarkan kondisi Anda, Anda bisa diarahkan untuk melakukan jenis pemeriksaan yang paling sesuai dengan gejala.

Macam-macam tes periksa mata

Dokter Anda mungkin akan melakukan jenis tes periksa mata sesuai gejala yang Anda rasakan. Berikut ini beberapa jenis tes pemeriksaan mata yang umum dilakukan:

  • Topografi kornea

Topografi adalah teknik pemeriksaan mata untuk menganalisis morfologi kornea mata Anda. Tes ini dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer. Nantinya, hasil tes akan memperlihatkan kurva kornea mata.

Dari hasil tes ini, dokter bisa melihat apabila terjadi masalah pada permukaan di mata Anda, seperti pembengkakan jaringan parut, astigmatisme, atau penyakit keratoconus. 

Biasanya, topografi kornea akan dilakukan sebelum Anda menjalani prosedur operasi mata, transplantasi kornea, atau pemasangan lensa kontak.

  • Tonometri non-kontak

Jenis tes ini dilakukan untuk mendeteksi glaukoma pada pasien. Tonometri non-kontak memanfaatkan alat bernama tonometer.

Tonometer akan menghembuskan embusan udara dalam jumlah kecil. Ini akan mengukur tekanan mata Anda secara tidak langsung dengan memperhatikan daya tahan mata terhadap embusan tersebut.

  • Ultrasonografi

Ultrasonografi merupakan jenis tes yang dilakukan dengan memanfaatkan gelombang suara. Bukan hanya untuk mata, tes ini juga sering diterapkan untuk mendeteksi berbagai kondisi medis lainnya.

Gelombang suara akan membuat gambaran mengenai kondisi bagian dalam mata Anda. Hasilnya akan memberikan kejelasan pada dokter untuk mendiagnosa kondisi mata Anda.

Hasil tes ultrasonografi bisa menunjukkan apabila Anda menderita tumor, katarak, atau mengalami pendarahan pada mata Anda. Terkadang, tes ini juga dilakukan sebelum menjalani operasi katarak.

  • Tes lapang pandang

Tes periksa mata yang satu ini dilakukan untuk mengukur penglihatan samping yang disebut dengan perifer. Anda akan menatap objek di tengah garis penglihatan, misalnya dengan menatap suatu objek pada layar atau di mata dokter.

Sambil melihat target tersebut, Anda perlu mencatat apabila Anda melihat ada objek yang bergerak ke bidang penglihatan Anda. 

Biasanya, penglihatan samping perlu diperiksa apabila Anda diduga menderita kondisi medis tertentu, seperti glaukoma atau stroke. 

  • Tes pembiasan

Tes pembiasan merupakan tes paling umum yang biasanya dilakukan untuk meresepkan kacamata. Anda akan diminta untuk melihat grafik dalam jarak sekitar 6 meter. Kemudian, Anda akan melihat grafis melalui suatu alat yang disebut phoropter.

Dokter akan memindah-mindahkan lensa pada phoropter di depan mata Anda. Setiap lensa memiliki kekuatan yang berbeda.

Anda bisa memberitahu dokter apabila grafis tampak buram atau tidak terlihat jelas ketika Anda menggunakan lensa tertentu pada phoropter. Nantinya, hasil pemeriksaan ini akan memberikan gambaran mengenai minus, plus, atau kondisi apa pun pada mata Anda, untuk kemudian dibuatkan kacamata. 

  • Tes dilatasi pupil

Untuk melakukan tes  periksa mata yang satu ini, dokter akan memberikan suatu tetes mata khusus pada Anda. Obat tetes ini berguna untuk membesarkan pupil Anda, atau disebut dengan dilatasi.

Dengan obat ini, dokter bisa memeriksa retina mata Anda dengan lebih jelas untuk mencari tanda-tanda penyakit. 

Masih ada beberapa jenis tes periksa mata lainnya. Saat berkonsultasi dengan dokter, Anda akan diberitahu mengenai jenis tes yang perlu Anda jalani dan apa persiapan yang diperlukan.