Koma Miksedema, Hipotiroidisme Parah yang Mengancam Jiwa

Koma Miksedema, Hipotiroidisme Parah yang Mengancam Jiwa

  • January 21, 2021

Proses metabolisme tubuh diatur oleh hormon tiroid, yang juga berperan terhadap fungsi organ, Hormon ini diproduksi di kelenjar tiroid yang terletak di bagian depan leher. Hipotiroid atau hipotiroidisme adalah kurangnya kadar tiroid, yang mengakibatkan seluruh fungsi tubuh terganggu. Salah satu hipotiroid yang paling umum adalah gondongan.

Namun ketika komplikasinya semakin parah, ini dapat mengakibatkan koma miksedema atau krisis miksedema. Kondisi ini jarang terjadi, namun lebih sering menyerang wanita usia lanjut. Jika tidak ditangani dengan baik, koma miksedema dapat menyebabkan kematian.

Penyebab koma miksedema

Koma miksedema lebih sering disebabkan karena kurangnya produksi hormon tiroid oleh kelenjar tiroid (hipotiroid). Tapi, produksi hormon dalam jumlah berlebih (hipertiroidisme) juga dapat memicu kondisi tersebut. 

Kondisi ini juga dapat berkembang pada pasien dengan hipotiroidisme yang telah terjadi lama dan tak terdiagnosis, dan paling sering dipicu oleh infeksi, gagal jantung, penyakit serebrovaskular, dan terapi penggunaan obat. 

Tanda dan gejala

Pasien yang mengembangkan koma miksedema memiliki gejala hipotiroidisme yang sangat parah disertai dengan distorsi mental. Penderita krisis miksedema bukan berarti harus terbaring koma. Namun itu bisa menjadi komplikasi hipotiroidisme ekstrem.

Berikut adalah tanda dan gejalanya:

  • Hipotermia, dengan suhu tubuh mencapai hingga 26,6 ºC
  • Hipotensi
  • Bradikardi (jantung berdetak dengan lambat)
  • Tekanan nadi menurun, disertai dengan peningkatan tekanan diastolik
  • Sulit bernapas
  • Bengkak di sekitar mata (edema periorbital)
  • Lidah membesar (makroglosia)
  • Rambut kasar atau menipis
  • Perut membesar akibat penumpukan gas atau cairan (distensi abdomen)
  • Lebam atau memar
  • Kulit dingin, pucat, kering, bersisik, dan menebal
  • Kebingungan
  • Bicara melambat
  • Pingsan
  • Kejang

Harus segera ditangani

Koma miksedema adalah kondisi darurat medis. Jika setelah muncul gejala awal kondisi tidak segera diobati, risiko kematian bisa mencapai 50%. Bahkan dengan penanganan dini pun pasien masih memiliki risiko sebesar 25%. 

Selain itu, usia yang lebih tua, hipotermia persisten atau bradikardia, dan tingkat kesadaran rendah merupakan faktor prognosis buruk yang dapat meningkatkan angka mortalitas.

Pasien yang didiagnosis koma miksedema akan dibawa ke ruang ICU dan menerima tindakan  awal yang mencakup:

  1. Manajemen jalan napas

Kebanyakan pasien mengalami ketidakstabilan mental dan gagal napas, pemeliharaan jalan napas sangat penting. Pasien akan diberikan bantuan pernapasan selama 36-48 jam pertama, tapi beberapa pasien membutuhkannya selama 2-3 minggu.

  1. Penggantian hormon tiroid

Perawatan ini masih kontroversial karena kurangnya uji klinis. Perawatan diberikan secara intravena dengan beberapa jenis obat dan dosis yang disarankan. American Thyroid Association merekomendasikan terapi kombinasi dengan levothyroxine (T4) dan liothyronine (T3). Setelah pasien mampu minum obat melalui mulut, perawatan diubah ke bentuk oral.

  1. Terapi glukokortikoid

Perawatan diberikan untuk mengatasi kemungkinan insufisiensi adrenal akut dan hipopituitarisme pada pasien. Perawatan diberikan secara intravena dengan dosis yang telah ditentukan.

Pasien juga akan mendapatkan tindakan pendukung seperti penghangatan, pemberian obat infeksi, dan terapi hormon tiroid jika pasien mengalami hipotensi. Setelah kondisinya stabil, pasien dapat dipindahkan ke bangsal medis. 

Pada beberapa kasus, pasien myxedema coma membutuhkan perawatan bedah. Namun mereka berisiko tinggi mengalami komplikasi anestesi, serta komplikasi selama dan pasca operasi. 

Untuk meminimalisir komplikasi, dokter akan memberikan T4 dan glukokortikoid sebelum anestesi. Pemantauan ketat selama operasi dan pasca operasi dilakukan, yang meliputi pernapasan, jantung, dan volume serta status suhu.

Catatan

Di negara 4 musim, koma miksedema dapat berkembang selama musim dingin. Jika Anda menderita hipotiroid, Anda harus benar-benar menjaga kesehatan dan memerhatikan setiap gejala yang muncul. 

Tanyakan mengenai gangguan tiroid dan koma miksedema pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Mengenal Jenis-Jenis Tes untuk Periksa Mata

Mengenal Jenis-Jenis Tes untuk Periksa Mata

  • January 12, 2021

Saat Anda merasakan ada yang janggal pada penglihatan Anda, tentunya Anda akan memutuskan untuk memeriksa mata. Tapi, tahukah Anda, sebenarnya ada banyak sekali jenis periksa mata di klinik atau optik mata?

Setiap jenis pemeriksaan memiliki tujuan yang berbeda-beda. Berdasarkan kondisi Anda, Anda bisa diarahkan untuk melakukan jenis pemeriksaan yang paling sesuai dengan gejala.

Macam-macam tes periksa mata

Dokter Anda mungkin akan melakukan jenis tes periksa mata sesuai gejala yang Anda rasakan. Berikut ini beberapa jenis tes pemeriksaan mata yang umum dilakukan:

  • Topografi kornea

Topografi adalah teknik pemeriksaan mata untuk menganalisis morfologi kornea mata Anda. Tes ini dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer. Nantinya, hasil tes akan memperlihatkan kurva kornea mata.

Dari hasil tes ini, dokter bisa melihat apabila terjadi masalah pada permukaan di mata Anda, seperti pembengkakan jaringan parut, astigmatisme, atau penyakit keratoconus. 

Biasanya, topografi kornea akan dilakukan sebelum Anda menjalani prosedur operasi mata, transplantasi kornea, atau pemasangan lensa kontak.

  • Tonometri non-kontak

Jenis tes ini dilakukan untuk mendeteksi glaukoma pada pasien. Tonometri non-kontak memanfaatkan alat bernama tonometer.

Tonometer akan menghembuskan embusan udara dalam jumlah kecil. Ini akan mengukur tekanan mata Anda secara tidak langsung dengan memperhatikan daya tahan mata terhadap embusan tersebut.

  • Ultrasonografi

Ultrasonografi merupakan jenis tes yang dilakukan dengan memanfaatkan gelombang suara. Bukan hanya untuk mata, tes ini juga sering diterapkan untuk mendeteksi berbagai kondisi medis lainnya.

Gelombang suara akan membuat gambaran mengenai kondisi bagian dalam mata Anda. Hasilnya akan memberikan kejelasan pada dokter untuk mendiagnosa kondisi mata Anda.

Hasil tes ultrasonografi bisa menunjukkan apabila Anda menderita tumor, katarak, atau mengalami pendarahan pada mata Anda. Terkadang, tes ini juga dilakukan sebelum menjalani operasi katarak.

  • Tes lapang pandang

Tes periksa mata yang satu ini dilakukan untuk mengukur penglihatan samping yang disebut dengan perifer. Anda akan menatap objek di tengah garis penglihatan, misalnya dengan menatap suatu objek pada layar atau di mata dokter.

Sambil melihat target tersebut, Anda perlu mencatat apabila Anda melihat ada objek yang bergerak ke bidang penglihatan Anda. 

Biasanya, penglihatan samping perlu diperiksa apabila Anda diduga menderita kondisi medis tertentu, seperti glaukoma atau stroke. 

  • Tes pembiasan

Tes pembiasan merupakan tes paling umum yang biasanya dilakukan untuk meresepkan kacamata. Anda akan diminta untuk melihat grafik dalam jarak sekitar 6 meter. Kemudian, Anda akan melihat grafis melalui suatu alat yang disebut phoropter.

Dokter akan memindah-mindahkan lensa pada phoropter di depan mata Anda. Setiap lensa memiliki kekuatan yang berbeda.

Anda bisa memberitahu dokter apabila grafis tampak buram atau tidak terlihat jelas ketika Anda menggunakan lensa tertentu pada phoropter. Nantinya, hasil pemeriksaan ini akan memberikan gambaran mengenai minus, plus, atau kondisi apa pun pada mata Anda, untuk kemudian dibuatkan kacamata. 

  • Tes dilatasi pupil

Untuk melakukan tes  periksa mata yang satu ini, dokter akan memberikan suatu tetes mata khusus pada Anda. Obat tetes ini berguna untuk membesarkan pupil Anda, atau disebut dengan dilatasi.

Dengan obat ini, dokter bisa memeriksa retina mata Anda dengan lebih jelas untuk mencari tanda-tanda penyakit. 

Masih ada beberapa jenis tes periksa mata lainnya. Saat berkonsultasi dengan dokter, Anda akan diberitahu mengenai jenis tes yang perlu Anda jalani dan apa persiapan yang diperlukan.

Anies Baswedan Covid-19, Apa yang Perlu Dilakukan?

Anies Baswedan Covid-19, Apa yang Perlu Dilakukan?

  • December 18, 2020

Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ahmad Riza Patria dinyatakan positif Covid-19. Saat ini Anies Baswedan pun tengah menjalani karantina mandiri.

Setelah melakukan tes usap PCR pada Senin, 30 November 2020, Anies dinyatakan positif Covid-19. Menurut pernyataan dari siaran pers yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kondisi Anies Baswedan saat ini baik dan tanpa gejala.

Anies Baswedan Covid-19, lalu bagaimana jalannya pemerintahan di DKI Jakarta? Gubernur DKI Jakarta ini disebutkan akan tetap memimpin rapat-rapat secara virtual, sehingga tidak akan mengganggu jalannya pengambilan keputusan di pemerintahan.

Meskipun positif Covid-19, Anies Baswedan merupakan OTG atau orang tanpa gejala. Sekarang ini, sudah banyak orang yang melakukan swab test untuk mengetahui kondisi mereka. Apalagi jika Anda pernah terpapar atau bertemu dengan salah satu pasien yang positif Covid-19. 

Hampir semua rumah sakit di Jakarta menyediakan layanan swab test, hasilnya pun bisa Anda dapatkan dari 1×24 jam hingga 2 hari. Namun, tahukah Anda, apa yang harus Anda lakukan saat menunggu hasil swab? Untuk membantu menghentikan penyebaran Covid-19, seperti gubernur Anies Baswedan, lakukan 2 langkah kunci ini sambil menunggu hasil tes Anda:

  1. Tetap di rumah dan pantau kesehatan Anda

Tetap di rumah dan pantau kesehatan Anda untuk membantu melindungi teman, keluarga, dan orang lain dari kemungkinan mendapatkan Covid-9 dari Anda. Tetap di rumah dan jauh dari orang lain:

  •  Jika memungkinkan, jauhi orang lain, terutama orang-orang yang memiliki resiko lebih tinggi untuk menjadi sangat sakit dari Covid-19, seperti orang dewasa dan orang lain kondisi medis.
  • Jika Anda telah menghubungi seseorang dengan Covid-19, tinggal di rumah dan jauh dari orang lain selama 14 hari setelah kontak terakhir Anda dengan orang tersebut.
  • Jika Anda mengalami demam, batuk atau gejala lain, tetap di rumah dan jauh dari orang lain (kecuali untuk mendapatkan perawatan medis).
  1. Pikirkan tentang orang-orang yang baru saja Anda temui

Jika Anda di diagnosis dengan Covid-19, petugas kesehatan dapat menghubungi Anda untuk memeriksa kesehatan Anda, mendiskusikan siapa yang telah Anda temui dan menanyakan di mana Anda menghabiskan waktu sementara Anda mungkin dapat menyebarkan Covid-19 kepada orang lain. Sementara Anda menunggu hasil tes COVID-19 Anda, pikirkan semua orang yang pernah Anda kunjungi baru-baru ini. Sangat penting untuk mengingat orang-orang yang Anda kunjungi.

Anies Baswedan termasuk OTG atau orang tanpa gejala yang positif Covid-19. Jika Anda pernah melakukan kontak dengan pasien Covid-19, Anda disarankan untuk langsung melakukan isolasi mandiri untuk menghindari paparan di lingkungan sekitar Anda. Untuk melakukan tes, Anda disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Tips Mengatasi Kondisi Telapak Kaki Sakit

  • November 2, 2020

Telapak kaki menjadi salah satu bagian kaki yang mudah sekali terasa nyeri. Kondisi telapak kaki sakit jelas tidak menguntungkan Anda sebab akan mengganggu beragam aktivitas yang sudah Anda rencanakan sebelumnya. Kondisi ini umumnya akan lebih terasa ketika Anda baru bangun tidur.

Telapak kaki yang terasa sakit dan nyeri menjadi sulit dihindari karena tuntutan kegiatan Anda. Sehari-hari berjalan dan berkegiatan tentu menjadi beban tersendiri bagi bagian bawah kaki sehingga Anda akhirnya mengalami telapak kaki sakit.

Namun sebenarnya, kondisi ini bisa dengan cepat Anda atasi. Tidak melulu harus ke dokter, berikut ini cara-cara mudah yang dapat Anda lakukan untuk segera memulihkan kondisi telapak kaki agar bisa segera kembali beraktivitas.

  1. Meninggikan Posisi Kaki

Telapak kaki sakit bisa disebabkan oleh adanya cairan garam yang cukup besar yang menumpuk di bagian bawah kaki Anda. Sebenarnya tidak sulit untuk mengatasinya. Cobalah untuk melakukan terapi meninggikan kaki setiap hari setidaknya 15—20 menit. Posisikan kaki Anda lebih tinggi dari badan dengan mengangkatnya sejajar dengan dinding atau cukup meletakkan bantal di bagian bawah kaki. Anda bahkan dapat melakukan terapi ini sembari tidur malam agar di pagi hari tidak perlu merasakan telapak kaki sakit.

  • Mengompres dengan Es

Ketika terlalu banyak beraktivitas, akan sangat mudah Anda terserang gejala telapak kaki sakit. Untuk mengatasinya, cobalah ambil beberapa batu es yang diletakkan di botol atau bisa juga Anda menyelimuti batu es tersebut dengan handuk. Gunakan batu es tersebut untuk mengompres bagian telapak kaki yang terasa linu atau nyeri. Mengompres dengan batu es yang dingin dapat mengurangi ketegangan di area tersebut sehingga secara perlahan telapak kaki Anda terasa nyaman kembali.

  • Rutin Melakukan Peregangan

Kondisi kaki yang menegang kerap menjadi sumber utama telapak kaki terasa sakit. Jalan keluarnya agar bisa menghilangkan sekaligus menurunkan frekuensi rasa sakit tersebut adalah sebisa mungkin membuat kaki dalam kondisi rutin. Cobalah mulai sekarang melakukan peregangan secara rutin setiap pagi. Tidak perlu lama-lama, cukup sekitatr 10—15 menit dan Anda dapat merasakan hasilnya.

  • Menurunkan Berat Badan

Orang-orang dengan berat badan berlebih cenderung lebih mudah mengalami telapak kaki sakit. Ini karena berat tubuh yang berlebih menambah beban telapak kaki tiap kali Anda berdiri maupun berjalan. Melakukan diet sehat dan berolahraga secara teratur untuk menurunkan berat badan secara langsung dapat memulihkan kondisi telapak kaki yang kerap terasa nyeri maupun linu.

  • Memilih Cermat Alas Kaki

Tidak jarang masalah telapak kaki sakit disebabkan oleh alas kaki yang digunakan. Penyebab telapak kaki terasa nyeri umumnya karena Anda mengenakan alas kaki yang keras ataupun terlalu sering menggunakan alas kaki beralas sol tinggi alias high heels. Cobalah mulai sekarang Anda memilih lebih cermat alas kaki Anda agar telapak kaki terasa nyaman. Jangan terlalu sering menggunakan high heels. Pilih juga alas kaki yang memiliki bantalan sol lembut agar tidak memberikan tekanan berlebih bagi telapak kaki.

  • Minum Parasetamol

Anda bisa mengatasi masalah telapak kaki sakit dengan mengonsumsi obat yang mudah dibeli di mana saja. Ketika merasakan keluhan di telapak kaki, cobalah mengonsumsi obat jenis parasetamol guna mengurangi rasa sakit. Namun, jangan terlalu sering menggunakannya. Anda bisa memakai parasetamol untuk memulihkan kondisi telapak kaki jika memang nyeri yang terasa mulai tidak tertahan.

***

Apabila berbagai langkah mengobati telapak kaki sakit sudah Anda lakukan namun tetap tidak menemui rasa nyaman, cobalah untuk berobat ke dokter. Pasalnya, ada beberapa penyakit serius yang memiliki gejala telapak kaki terasa sakit.

12 Gejala Seseorang Mengalami Hipokondria

  • September 22, 2020

Hipokondria merupakan salah satu bentuk gangguan kecemasan yang berlebihan. Pengidap illness anxiety ini akan memiliki kecemasan berlebihan yang menganggap dirinya sedang mengidap penyakit serius. Padahal, secara medis penyakit itu tidak terbukti adanya.

Mereka biasanya yakin bahwa penyakit yang dia derita tidak terdeteksi. Biasanya penderita hipokondria sering memeriksakan dirinya guna untuk mendapat opini yang berbeda.

Gejala-gejala Hipokondria

Memang, penderita hipokondria ini secara fisik tidak menunjukkan gejala apa-apa. Hanya saja, tubuh merasakan gejala kecil berupa perut berbunyi, batuk, hingga bersin. Saat merasakan gejala minor ini, penderitanya semakin yakin dirinya sedang mengidap penyakit yang serius.

Selain itu, bisa juga akan muncul gejala-gejala berikut ini:

  1. Gejala utamanya adalah terobsesi dengan pemikiran bahwa dirinya sedang menderita penyakit serius
  2. Orang yang menderita hipokondria biasanya mengkhawatirkan gejala kecil dan menganggap itu adalah pertanda adanya penyakit serius
  3. Tidak percaya atau tidak bisa diyakinkan oleh dokter ketika hasil pemeriksaan negatif
  4. Mengalami ketakutan berlebih terhadap datangnya penyakit yang dialami selama enam bulan, namun pada penyakit tertentu tidak bisa berubah seiring waktu
  5. Muduah sekali merasa cemas saat berkaitan dengan kondisi kesehatan
  6. Memeriksakan diri berkali-kali untuk mencari-cari tanda penyakit
  7. Penderita tidak bisa melakukan aktivitas dengan baik karena merasa tertekan mengenai penyakit yang dikhawatirkannya
  8. Sering membuat janji temu dengan dokter untuk meyakinkan diri mengidap penyakit serius, atau justru menghindari perawatan medis karena takut terkena penyakit tertentu
  9. Menghindari diri untuk melakukan sesuatu karena khawatir kondisi kesehatannya, padahal belum tentu dia mengidap penyakit tersebut
  10. Terus menerus membicarakan kondisi kesehatannya dan kemungkinan dirinya menderita penyakit
  11. Merasa cemas berlebihan bahwa dirinya sedang mengalami penyakit tertentu atau khawatir kemungkinan risiko penyakit tertentu karena faktor keturunan
  12. Sering mencari tahu di internet terkait gejala atau pun kemungkinan risiko penyakit tertentu

Apa Penyebab Hipokondria?

Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apa yang menjadi penyebab seseorang mengalami hipokondria. Hanya saja, biasanya gejala ini muncul di usia dewasa. Ada beberapa faktor yang diyakini berperan munculnya gangguan kecemasan ini, yaitu:

  • Dibesarkan di lingkungan keluarga atau orangtua yang punya kekhawatiran berlebihan mengenai kesehatan mereka atau dirinya
  • Merasa sulit menerima ketidakpastian terkait sensasi tidak biasa pada tubuhnya. Sehingga dia menganggap bahwa sensasi tersebut merupakan sesuatu yang serius sehingga dia berusaha mencari bukti untuk mengkonfirmasi apa yang dikhawatirkannya
  • Waktu kecil pernah menderita penyakit serius sehingga membuat dirinya terlalu takut saat tubuh mengalami gejala kecil
  • Pernah mengenal atau melihat seseorang meninggal karena kondisi medis yang berat.

Sesuatu yang berlebihan tidaklah baik, termasuk pada kekhawatiran mengenai kondisi kesehatan. Sebab, seseorang yang terkena hipokondria dapat menurunkan kualitas hidupnya. Terlebih jika tingkat kecemasan yang dialami sudah terlalu parah dan membuat dia tidak bisa memikirkan hal lai selain penyakit serius yang dia yakini ada di tubuhnya.

Pikiran yang terus dibayangi oleh penyakit tertentu membuat Anda takut dan bisa menjadi gejala awal dari hipokondria. Saat perasaan tersebut mengganggu pekerjaan bahkan kehidupan Anda, segera hubungi psikiater agar Anda segera mendapat penanganan dan pemeriksaan yang aman. Sebab, rasa cemas akan kondisi kesehatan ini justru membuat kondisi kesehatan Anda semakin memburuk.

Ataupun jika ada orang terdekat yang mengalami gejala-gejala hipokondria ini, yakinkan mereka untuk meminta pertolongan pada orang yang profesional agar kecemasannya bisa teratasi dengan baik sebelum kualitas hidupnya semakin mneurun.

10 Ciri-ciri Hamil Kembar yang Perlu Diketahui Semua Ibu Hamil

  • August 5, 2020

Mengandung anak kembar mungkin didambakan oleh sebagian orang. Sehingga calon ibu dan ayah akan merasa sangat beruntung bisa memiliki bayi kembar. Mereka pun tentu akan pensaran dengan ciri-ciri hamil kembar.

Sebagian wanita mungkin dapat merasa sedang mengandung anak kembar. Namun untuk mendapatkan hasil pasti, cara satu-satunya adalah dengan melakukan USG.

Ciri-ciri Hamil Kembar yang Patut Dikenali

Secara umum, ciri-ciri hamil kembar tidak jauh berbeda dengan kehamilan pada umumnya. Namun, yang paling terlihat adalah ukuran perut yang sangat besar bahkan pada usia kehamilan masih sangat muda.

Tapi, tidak semua ciri-ciri hamil kembar bisa dilihat secara kasat mata. Ada juga tanda-tanda lain yang harus dikenali untuk memastikan Anda sedang mengandung anak kembar. Apa saja?

  1. Berat Badan Naik Drastis

Kenaikan berat badan secara drastis dapat terasa semenjak awal kehamilan. Ini bisa jadi merupakan ciri-ciri hamil kembar. Perbedaannya dengan kehamilan normal bisa mencapai 4,5 kilogram di usia kehamilan yang sama.

Namun, naiknya berat badan secara drastis tidak melulu disebabkan oleh hamil kembar. Ada juga karena konsumsi kalori berlebihan saat masa kehamilan.

  1. Meningkatnya Hormon hCG

hCG atau Human chorionic gonadotropin merupakan jenis hormon yang diproduksi oleh plasenta selama kehamilan. Ciri-ciri hamil kembar berikutnya adalah produksi hormon hCG meningkat dari kehamilan normal. Efek dari kadar hCG yang sangat tinggi menyebabkan ibu hamil mengalami mual dan muntah yang parah.

Tapi, tidak semua kasus peningkatan hormon hCG ini mengindikasikan ibu hamil bayi kembar, ya. Sebab, setiap wanita memproduksi hormon yang bervariasi dan bisa juga dipengaruhi oleh faktor lain.

Jumlah hormon hCG ini bisa dites dengan melakukan pemeriksaan darah. Hal ini selain untuk memastikan Anda sedang hamil bayi kembar, juga untuk mencari tahu penyebab hormon hCG untuk mencegah kondisi lain yang tidak diinginkan.

  1. Mengalami Mual yang Berlebihan

Orang yang mengalami hamil kembar biasanya akan mengalami mual dan muntah yang parah. Morning sickness ini terjadi karena adanya lonjakan hormon hCG selama masa kehamilan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hamil kembar dapat menyebabkan produksi hormon hCG naik drastis. Akan tetapi, mual yang parah tidak selalu menjadi tanda kalau Anda sedang hamil bayi kembar. Sebab, hampir semua wanita hamil akan mengalami morning sickness.

  1. Terdengar Detak Jantung Ganda

Di akhir semester pertama, detak jantung janin biasanya sudah mulai terdengar. Untuk mendeteksinya, dokter akan menggunakan Doppler. Apabila terdengar detak jantung ganda, kemungkinan Anda mengalami hamil kembar.

Akan tetapi perlu diingat sekali lagi, bahwa mungkin saja detak jantung kedua itu sumbernya dari detak jantung ibu, detak jantung yang terasa di bagian perut ibu, atau gema dari detak jantung bayi.

  1. Merasa Tidak Nyaman

Meski saat masa kehamilan memang menyebabkan ibu tidak nyaman, namun saat hamil kembar akan terasa jauh lebih tidak nyaman.

Ketidaknyamanan yang dirasakan seperti:

  • Berkurangnya kualitas tidur
  • Perut kram karena rahim sangat membesar dari biasanya
  • Mengalami gangguan pencernaan seperti perut kembung hingga sembelit
  • Sering buang air kecil
  • Mengalami nyeri punggung

 

  1. Hasil Tes AFP Tinggi

AFP atau alpha fetoprotein merupakan kehamilan yang biasanya dilakukan di trimester kedua. Tes ini untuk memeriksa adanya kemungkinan cacat bayi dan mengukur kadar protein tertentu yang dikeluarkan oleh jantung bayi. Dari hasil AFP yang terlalu tinggi, dapat mengindikasikan Anda mengalami kehamilan kembar.

  1. Sesak Napas

Anda merasa sesak napas yang lebih buruk dibanding pada kehamilan normal. Ini bisa menjadi tanda Anda sedang hamil anak kembar. Sebab, adanya dua janin di dalam rahim membuat diafragma ibu terdorong dan membuat ibu merasa sangat tidak nyaman ketika bernapas.

  1. Gerakan Janin Terasa Lebih Sering

Hamil kembar biasanya ditandai dengan gerakan janin yang terasa lebih sering dan lebih awal. Tapi, tanda ini tidak selalu bisa menjadi patokan. Sebab jika gerakan janin lebih awal, kemungkinan Anda mengalami gangguan pencernaan.

  1. Merasa Sangat Kelelahan

Ibu hamil yang merasa kelelahan adalah hal yang biasa terjadi. Tapi, pada kehamilan kembar akan lebih berat sehingga tubuh butuh banyak energi untuk memenuhi asupan nutrisi 2 janin dalam kandungan. Kehamilan pun menjadi semakin berat sehingga membuat ibu merasa sangat lelah.

  1. Tinggi Fundus Lebih Besar

Fundus adalah jarak puncak tulang kemaluan dengan puncak rahim, biasanya tinggi fundus diukur selama masa kehamilan. Hal ini bertujuan untuk memperkirakan usia kehamilan serta pertumbuhan bayi.

Ciri-ciri hamil kembar adalah bobot janin lebih besar sehingga rahimpun meregang lebih jauh agar kedua janin dapat ruang yang cukup. Itulah kenapa wanita hamil kembar dilihat dari ukuran perut yang lebih besar dibanding dengan usia kandungannya sendiri.

Metodologi Lengkap Biopsi Tiroid

  • July 22, 2020

Dalam memberikan diagnosis kepada pasien, tenaga medis memiliki beragam metodologi. Salah satu yang mungkin cukup umum dilakukan adalah biopsi. Memang tidak semua penyakit perlu didiagnosis dengan biopsi, tetapi untuk kondisi khusus, seperti masalah pada tiroid atau kelenjar getah bening, misalnya, biopsi tiroid dapat dibilang suatu keharusan.

Selain itu, beberapa kondisi yang diduga kuat terserang kanker biasanya juga akan dilakukan biopsi. Secara garis besar, biopsi adalah prosedur medis yang digunakan untuk mendiagnosis pasien dengan cara mengambil sampel jaringan yang bermasalah.

Sampel jaringan yang bermasalah tersebut nantinya akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium sehingga dokter mengetahui dengan pasti dan tepat mengenai apa yang tengah terjadi di dalam tubuh pasien.

  • Seberapa Penting Biopsi Tiroid untuk Dilakukan?

Kelenjar tiroid merupakan bagian penting di dalam tubuh kita. Namun, tiroid cenderung rentan terhadap gangguan medis. Beberapa penyakit, termasuk kanker, bisa menyerang tiroid kapan saja selama faktor-faktor pemicu terpenhi.

Kelenjar tiroid, yang terletak di leher bagian bawah, biasanya akan membesar ketika tengah terserang sesuatu. Kemungkinan terbaik dari benjolan pada kelenjar tiroid adalah penyakit goitre atau yang kita kenal dengan gondok.

Sedangkan kemungkinan terburuk dari kondisi itu adalah tumor ataupun kanker tiroid. Tenaga medis, dalam hal ini dokter, tidak dapat memberikan gambaran kondisi yang sesungguhnya tanpa metode diagnosis yang lengkap dan mendalam.

Biopsti tiroid adalah metode diagnosis lengkap dan mendalam yang dimaksud di atas. Oleh karenanya, biopsi tiroid tingkat urgensinya amat tinggi dalam rangka memastikan diagnosis pasien.

Namun, untuk sampai ke titik biopsi tiroid ini, tenaga medis telah memiliki prosedur dan standar kualifikasi tersendiri. Jadi, tidak sembarang gangguan di kelenjar tiroid bisa langsung didiagnosis dengan biopsi.

  • Bagaimana Biopsi Tiroid Dilakukan?

Secara garis besar, biopsi bisa dilakukan secara eksisi maupun insisi. Biopsi eksisi adalah prosedur pembedahan untuk mengangkat seluruh benjolan yang tumbuh di dalam tubuh. Sedangkan biopsi insisi, sederhananya, adalah pengambilan sampel jaringan yang diduga dapat berkembang sebagai penyakit, seperti kanker.

Biopsi tiroid insisi ini adalah yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Apa pun teknik biopsi yang dilakukan pada tubuh, biasanya membutuhkan lama waktu yang tidak selalu sama.

Ada banyak metode yang bisa diterapkan dalam prosedur biopsi. Biasanya hal ini disesuaikan dengan area di mana terjadinya masalah. Namun, khusus untuk biopsi tiroid ada tiga metode umum yang bisa dilakukan oleh tenaga medis, di antaranya:

  • Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB)

Fine needle aspiration biopsy (FNAB) atau biopsi aspirasi jarum halus merupakan metode yang dilakukan dengan bantuan jarum suntik berdiameter kecil.  Tindakan ini bisa dilakukan untuk tumor atau benjolan yang letaknya di permukaan tubuh (superficial) dan bisa teraba, misalnya tumor pada kelenjar getah bening, kelenjar tiroud, kelenjar liur, payudara, dan lain-lain.

Prosedur FNAB dilakukan seperti injeksi (suntik). Kulit pada daerah yang ingin diambil sampelnya dibersihkan dengan alkohol untuk kemudian jarum disuntikkan untuk mengambil sampel tumor.

Metode ini terbilang cukup efektif. Pasalnya, dokter sudah bisa mendapatkan suatu diagnosis tentang kondisi pasien tanpa perlu tindak bedah lanjutan yang memiliki berbagai efek samping bagi pasien.

  • Core Needle Biopsy

Tidak ada perbedaan berarti dengan metode yang pertama kecuali di alat yang digunakan. Pada metode ini jarum yang digunakan untuk biopsi tiroid jauh lebih besar.

Biopsi jarum inti atau core needle biopsy ini merupakan pemeriksaan lanjutan ketika biopsi jarum halus tidak bisa menentukan penyebab benjolan tiroid.

  • Biopsi Melalui Bedah Invasif

Biopsi operasi sangat jarang dilakukan dan melibatkan pembuatan sayatan di leher pasien, untuk mengangkat kelenjar tiroid. Prosedur ini dilakukan di bawah pengaruh anestesi dan memiliki masa pemulihan yang lebih lama dari jenis biopsi lainnya.

  • Berapa Lama Prosedur Biopsi Tiroid Dilakukan?

Tidak ada waktu pasti mengenai durasi pelaksanaan biopsi tiroid. Semuanya tergantung dari jenis biopsi yang dilakukan beserta tingkat kesulitannya. Namun, rata-rata waktu biopsi yang menggunakan jarum halus atau needle biopsy yakni sekitar 10-15 menit. Operasi biopsi tiroid atau surgical biopsy jelas membutuhkan waktu yang lebih lama ketimbang needle biopsy.

Sementara itu, hasil dari biopsi tiroid akan keluar juga dalam waktu yang tak bisa ditentukan. Pasalnya, sampel dari jaringan memiliki karakteristik tersendiri. Jenis dan kondisi pasien pun menentukan berapa lama hasil biopsi tiroid bisa keluar.

Jika biopsi tiroid menggunakan metode sederhana hasilnya bisa keluar dalam 2 hingga 3 hari. Sementara untuk kasus yang lebih rumit, biasanya membutuhkan waktu cukup lama yakni sekitar 7 sampai 10 hari.

 

Fibrilasi Atrium, Detak Jantung Yang Tidak Beraturan

  • July 17, 2020
Waspadai Fibrilasi Atrium yang Bisa Bikin Kelumpuhan Mendadak

Fibrilasi atrium adalah detak jantung yang tidak teratur dan seringkali cepat yang dapat meningkatkan resiko stroke, gagal jantung, dan komplikasi terkait jantung lainnya. Fibrilasi atrium juga disebut AFib atau AF.

Selama fibrilasi atrium, dua bilik atas jantung Anda (atria) berdetak dengan kacau dan tidak teratur, tidak terkoordinasi dengan dua bilik bawah (ventrikel) jantung Anda. Gejala fibrilasi atrium sering termasuk jantung berdebar, sesak napas dan lemah.

Episode atrial fibrilasi dapat datang dan pergi, atau Anda dapat mengembangkan atrial fibrilasi yang tidak hilang dan mungkin memerlukan perawatan. Meskipun atrial fibrilasi itu sendiri biasanya tidak mengancam jiwa, terkadang menjadi kondisi medis serius yang memerlukan perawatan darurat.

Perhatian utama dengan fibrilasi atrium adalah potensi untuk mengembangkan bekuan darah di dalam bilik atas jantung Anda. Gumpalan darah yang terbentuk di jantung ini dapat bersirkulasi ke organ lain dan menyebabkan aliran darah tersumbat (iskemia).

Abnormalitas atau kerusakan pada struktur jantung adalah penyebab paling umum dari fibrilasi atrium. Kemungkinan penyebab atrial fibrilasi lainnya meliputi:

  • Tekanan darah tinggi
  • Serangan jantung
  • Penyakit arteri koroner
  • Katup jantung abnormal
  • Cacat jantung sejak lahir (bawaan)
  • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau ketidakseimbangan metabolisme lainnya
  • Paparan terhadap stimulan, seperti obat-obatan, kafein, tembakau atau alkohol
  • Sick sinus syndrome, fungsi yang tidak tepat dari alat pacu jantung alami jantung
  • Penyakit paru paru
  • Operasi jantung sebelumnya
  • Infeksi virus
  • Stres karena operasi, pneumonia atau penyakit lainnya
  • Sleep apnea

Untuk mencegah terjadinya fibrilasi atrium, Anda perlu menjalani gaya hidup sehat jantung untuk mengurangi resiko penyakit jantung. Gaya hidup sehat dapat meliputi:

  • Konsumsi makanan yang menyehatkan jantung
  • Meningkatkan aktivitas fisik Anda
  • Hindari merokok
  • Mempertahankan berat badan yang sehat
  • Membatasi atau menghindari kafein dan alkohol
  • Mengurangi stres, karena stres dan kemarahan yang hebat dapat menyebabkan masalah irama jantung
  • Menggunakan obat-obatan yang dijual bebas dengan hati-hati, karena beberapa obat pilek dan batuk mengandung stimulan yang dapat memicu detak jantung yang cepat

Jika Anda memiliki gejala fibrilasi atrium, segera berdiskusi dengan dokter Anda. Dokter Anda dapat memesan elektrokardiogram untuk menentukan apakah gejala Anda terkait dengan fibrilasi atrium atau gangguan irama jantung lainnya (aritmia).

Paronikia, Nanah Pada Kuku

  • June 29, 2020
Paronikia merupakan infeksi kulit di sekitar kuku tangan dan kaki Anda

Paronikia adalah infeksi kulit di sekitar kuku dan kuku kaki Anda. Bakteri atau sejenis ragi yang disebut Candida biasanya menyebabkan infeksi ini. Bakteri dan ragi bahkan dapat bergabung dalam satu infeksi.

Tergantung pada penyebab infeksi, paronikia dapat muncul perlahan dan berlangsung selama berminggu-minggu atau muncul tiba-tiba dan hanya berlangsung selama satu atau dua hari. Gejala paronychia mudah dikenali dan biasanya dapat dengan mudah dan berhasil diobati dengan sedikit atau tanpa kerusakan pada kulit dan kuku Anda.  Infeksi Anda bisa menjadi parah dan bahkan mengakibatkan kuku Anda hilang sebagian atau seluruhnya jika tidak dirawat.

Paronikia juga disebut whitlow. Hal ini mungkin berhubungan dengan felon, yaitu infeksi pada pulpa di ujung jari. Paronikia bisa akut, yaitu kurang dari 6 minggu atau kronis dimana kondisi bertahan lebih dari 6 minggu.

  • Paronikia akut

Infeksi akut hampir selalu terjadi di sekitar kuku dan berkembang dengan cepat.  Biasanya akibat kerusakan pada kulit di sekitar kuku karena menggigit, memetik, hangnail, manikur, atau trauma fisik lainnya.  Bakteri Staphylococcus dan Enterococcus adalah agen infeksi yang umum dalam kasus paronychia akut.

  • Paronikia kronis

Paronikia kronis dapat terjadi pada jari tangan atau kaki Anda, dan ia muncul perlahan. Kondisi ini biasanya berlangsung selama beberapa minggu dan sering kembali. Hal ini biasanya disebabkan oleh lebih dari satu agen penular, seringkali Candidayeast dan bakteri.

Paronikia kronis lebih umum terjadi pada orang yang terus-menerus bekerja di air.  Kulit yang basah secara kronis dan perendaman yang berlebihan mengganggu penghalang alami kutikula. Hal ini memungkinkan ragi dan bakteri tumbuh dan berada di bawah kulit untuk membuat infeksi.

Gejala paronikia akut dan kronis sangat mirip. Kondisi ini sebagian besar dibedakan dari satu sama lain oleh kecepatan serangan dan durasi infeksi. Infeksi kronis datang perlahan dan berlangsung selama berminggu-minggu. Infeksi akut berkembang dengan cepat dan tidak bertahan lama.  Kedua infeksi dapat memiliki gejala berikut:

  • Kemerahan kulit di sekitar kuku Anda
  • Kelembutan kulit di sekitar kuku Anda
  • Lepuh berisi nanah
  • Perubahan bentuk, warna, atau tekstur kuku
  • Pelepasan pada kuku Anda

Terdapat beberapa penyebab paronikia akut dan kronis. Penyebab yang mendasari masing-masing adalah bakteri, ragi Candida, atau kombinasi dari dua agen.

  • Paronikia akut

Agen bakteri yang diperkenalkan ke daerah sekitar kuku Anda oleh beberapa jenis trauma biasanya menyebabkan infeksi akut.  Hal ini bisa terjadi dari menggigit atau mencungkil kuku atau hangnail, ditusuk oleh alat manikur, menekan kutikula Anda terlalu agresif, dan jenis cedera serupa lainnya.

  • Paronikia kronis

Agen yang mendasari infeksi pada paronikia kronis yang paling umum adalah ragi Candida, tetapi bisa juga bakteri. Karena ragi tumbuh dengan baik di lingkungan yang lembab, infeksi ini sering disebabkan oleh kaki atau tangan Anda yang terlalu sering dalam air. Peradangan pada paronikia kronis juga berperan.

Dalam kebanyakan kasus, dokter dapat mendiagnosis paronikia hanya dengan mengamatinya.

Dokter Anda dapat mengirim sampel nanah dari infeksi Anda ke laboratorium jika pengobatan tampaknya tidak membantu.  ni akan menentukan agen penular yang tepat dan akan memungkinkan dokter Anda meresepkan pengobatan terbaik. Beberapa bukti laboratorium infeksi, seperti:

  • Mikroskop pewarnaan gram dapat mengungkapkan bakteri
  • Mikroskopi kalium hidroksida dapat mengungkapkan jamur
  • Kultur bakteri
  • Penyeka virus
  • Tzanck smears
  • Guntingan kuku untuk kultur (mikologi)

Perawatan di rumah seringkali sangat berhasil dalam mengobati kasus-kasus ringan. Jika Anda memiliki koleksi nanah di bawah kulit, Anda dapat merendam area yang terinfeksi dalam air hangat beberapa kali sehari dan mengeringkannya secara menyeluruh sesudahnya. Perendaman akan mendorong area untuk mengalir sendiri. Dokter Anda mungkin akan meresepkan antibiotik jika infeksinya lebih parah atau jika paronikia tidak menanggapi perawatan di rumah. 

Paronikia kronis lebih sulit diobati. Anda harus pergi ke dokter karena perawatan di rumah tidak mungkin berhasil. Dokter Anda mungkin akan meresepkan obat antijamur dan menyarankan Anda untuk tetap mengeringkannya. Dalam kasus yang parah, Anda mungkin memerlukan pembedahan untuk mengangkat bagian kuku Anda.  Perawatan topikal lain yang menghambat peradangan juga dapat digunakan.

Paronikia akut biasanya hilang sepenuhnya dalam beberapa hari, dan jarang kambuh pada orang sehat. Namun paronikia kronis dapat bertahan selama berbulan-bulan atau lebih dan dapat terulang pada individu yang memiliki kecenderungan. Jika Anda memiliki gejala-gejala paronikia, Anda disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Dampak Terapi Okupasi untuk Perkembangan Anak Autisme

  • April 5, 2020

Anak yang kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari sering ditemui dengan gangguan spektrum autisme. Gangguan ini dapat menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam memahami peraturan sosial, ketidakpatuhan terhadap peraturan sosial yang berlaku, kurang fleksibel terhadap hal-hal baru dan ketertarikan pada hal yang dikenal seja sehingga sulit untuk mencoba hal baru, perilakunya cenderung repetitive, hingga gangguan aktivitas (hipo atau hiperaktif).

Terapi okupasi dan autisme

Meskipun hingga saat ini penyebab dari gangguan spektrum autisme belum diketahui secara pasti, tetapi pada umumnya anak dengan gangguan autisme membutuhkan beberapa terapi seperti, terapi okupasi.

Terapi okupasi bukanlah terapi yang berhubungan dengan pekerjaan, terapi ini bertujuan untuk membantu anak dengan disabilitas fisik, sensorik atau kognitif dapat hidup dengan mandiri dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Diharapkan anak dengan gangguan spektrum autisme bisa bermain, bersekolah, dan melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri, sehingga kualitas hidup baik di sekolah dan di rumah meningkat. Berikut kemampuan yang dapat dicapai dengan terapi okupasi:

  • Merawat diri sendiri, seperti toilet training, memakai baju secara mandiri, menggosok gigi, dan menyisir rambut.
  • Kemampuan motorik halus seperti kemampuan memegang pensil untuk menulis
  • Kemampuan motorik kasar seperti berjalan atau mengendarai sepeda
  • Kemampuan persepsi dengan harapan anak dengan gangguan spektrum autisme dapat membedakan warna, bentuk, dan ukuran
  • Kepekaan terhadap tubuh sendiri dan hubungan antar anggota tubuh yang lain
  • Kemampuan visual untuk membantu dalam membaca dan menulis
  • Kemampuan untuk beradaptasi, bersosialisasi, menyelesaikan masalah, dan berkomunikasi.

Meningkatkan kemampuan anak dengan autisme dengan terapi okupasi

Jangan anggap sepele, ternyata dengan meningkatnya kemampuan tersebut pada anak dengan gangguan spektrum autisme dapat membantu mereka untuk membangun hubungan dengan orang lain, melatih konsentrasi, mengungkapkan perasaan dengan cara yang lebih tepat, bermain, dan dapat mengontrol diri sendiri. Sangat penting bagi para orang tua untuk memahami bahwa gangguan spektrum autisme memiliki variasi gejala yang berbeda mulai dari ringan hingga berat. Kebutuhan dan efek terapi okupasi juga akan berbeda-beda sesuai dengan spektrum gejala autisme yang timbul pada anak