Jangan Asal Pilih Makanan! Berikut Makanan Penyebab Kanker Paru Beserta Penangkalnya

  • March 31, 2020

Tidak hanya kebiasaan atau gaya hidup tertentu, makanan dan minuman yang Anda konsumsi tanpa sadar ternyata juga dapat menjadi penyebab kanker paru. Mengubah pola hidup dan menghindari kebiasaan merokok belum cukup untuk menangkal risiko kanker paru-paru. Anda juga perlu berhati-hati terhadap setiap makanan dan minuman yang Anda konsumsi.

Makanan apa saja yang dapat menjadi penyebab kanker paru?

Di bawah ini, terdapat daftar makanan yang sebaiknya Anda hindari, sehingga risiko terkena kanker paru tidak semakin besar.

  • Makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi

Dikatakan bahwa seseorang yang mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi berpotensi lebih besar terkena kanker paru. Tidak hanya menjadi penyebab kanker paru, makanan dengan kandungan lemak jenuh berbahaya bagi tubuh, karena dapat memicu kolesterol jahat. Memang, sudah seharusnya Anda mengurangi makanan berlemak demi kesehatan tubuh Anda di masa depan.

  • Mengonsumsi suplemen beta karoten dalam jangka waktu yang cukup lama

Cara terbaik bagi Anda untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi dalam tubuh, yaitu dengan mengonsumsi makanan sehat secara langsung, bukan dengan suplemen tambahan.

  • Mengonsumsi karbohidrat olahan

Sebagai alternatif, Anda dapat mengonsumsi sumber karbohidrat lain, seperti roti gandum, beras merah dan diseimbangkan dengan sayuran yang kaya serat. Dengan begitu, Anda tidak hanya dapat mengurangi potensi kanker paru, namun juga menurunkan kolesterol dan mencegah diabetes.

  • Makanan dengan kandungan arsenik

Mengonsumsi makanan dengan kandungan arsenik dapat berisiko merusak paru-paru. Kerusakan paru-paru tersebut dikatakan setara dengan seseorang yang aktif merokok selama puluhan tahun.

Makanan ini membantu menangkal kanker paru

Setelah Anda mengetahui jenis makanan apa saja yang menjadi penyebab kanker paru, berikut ini Anda dapat memilih berbagai makanan sehat untuk disantap sebagai penangkal kanker paru:

  • Makanan dengan kandungan karotenoid tinggi: wortel, paprika hijau dan merah, serta ubi jalar. Jenis makanan ini juga kaya akan antioksidan yang dapat melindungi kesehatan paru.
  • Jenis sayur silangan: brokoli dan kubis yang dipercaya memiliki sifat antikanker.
  • Makanan yang memiliki kandungan vitamin E: kacang-kacangan, alpukat, mangga, dan bibit gandum. Vitamin E dikatakan dapat memelihara kesehatan sel-sel paru.

Menelan Magnet Menyebabkan Perforasi Usus pada Anak

  • March 31, 2020

Mungkin Anda pernah mendengar kasus anak balita yang menelan mainan plastik, kerikil, koin atau manik-manik. Kasus yang sekarang cukup banyak terjadi di berbagai negara adalah anak yang menelan mainan magnet atau bola-bola magnet. Para korban biasanya balita hingga remaja, yang menelan magnet secara sengaja maupun tidak disengaja. Jika tertelan lebih dari satu atau banyak, magnet tersebut dapat saling menempel dengan kuat di dalam saluran pencernaan sehingga mengakibatkan perforasi gastrointestinal.

Perforasi gastrointestinal merupakan luka atau lubang yang terbentuk di saluran pencernaan. Jadi lubangnya bisa saja muncul di esophagus, lambung, usus, dan usus besar. Jika saluran pencernaan berlubang, maka isinya bisa mengalir ke rongga perut dan menyebabkan peritonitis atau radang pada lapisan rongga perut. Peritonitis sangat berbahaya karena infeksinya dapat masuk ke aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Jika kondisi ini terjadi, korban bisa mengalami gagal organ-organ tubuh dan meninggal.

Umumnya, perforasi disebabkan oleh penyakit seperti diverticulitis, radang usus buntu dan penyakit Crohn. Bisa juga terjadi lubang akibat trauma fisik, seperti tusukan pisau dan luka tembak. Penyebab yang jarang terjadi, tapi saat ini kasusnya meningkat, adalah tertelannya benda asing seperti magnet yang dapat merusak organ pencernaan. Kasus anak yang menelan mainan magnet atau manik-manik gelang magnet hingga terjadi perforasi gastrointestinal terjadi di Inggris, Kanada, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Orang tua tidak menyadari hal itu hingga anak-anak mereka mengeluhkan sakit perut yang hebat, demam, dan muntah yang mengeluarkan cairan berwarna aneh seperti kuning atau cokelat gelap.

Pada beberapa kasus tersebut, dokter terpaksa memotong dan membuang bagian usus yang berlubang karena sudah terlanjur rusak parah. saat anak dicurigai menelan dua magnet atau lebih, segeralah bawa ke rumah sakit. Menelan satu saja mungkin bisa membahayakan nyawa, tapi dua atau lebih kekuatan tarik-menarik antar magnet bisa menyebabkan organ pencernaan yang harusnya terpisah jadi saling menempel terbawa magnet dan timbul perforasi di area magnet menempel.

Inkontinensia Urine, Akibat Kandung Kemih Terlalu Aktif

  • February 27, 2020

Inkontinensia urine adalah kondisi ketika seseorang tidak dapat mengontrol keluarnya air seni. Tingkat keparahan kondisi ini juga bervariasi. Kondisi ini bisa berupa keluarnya sedikit air seni secara tidak sengaja ketika batuk, bersin, bisa juga berupa dorongan untuk buang air kecil secara mendadak dan mendesak, sehingga sampai menyebabkan mengompol. Kondisi ini dapat terjadi secara temporer atau bisa bertahun-tahun tergantung penyebabnya. Salah satu jenis inkontinensia adalah inkontinensia dorongan, yaitu tidak bisa mengontrol keluarnya urine karena sangat mendesak urine keluar secara tiba-tiba.

Inkontinensia dorongan sering juga disebut kandung kemih over aktif, karena desakan yang tidak bisa ditahan untuk buang air kecil disebabkan oleh otot-otot detrusor kandung kemih yang terlalu aktif berkontraksi. Selain dorongan mendadak untuk buang air kecil yang tidak bisa ditahan, gejala lain kandung kemih yang terlalu aktif adalah terlalu sering kebelet popo dalam sehari-semalam, begitu terasa harus segera ke kamar kecil karena sulit ditahan. Hal tersebut tentu saja dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, karena membatasi kelulasaan penderitanya untuk bepergian.

Penyebab pasti mengapa otot detrusor kandung kemih menjadi terlalu aktif tidak diketahui, tetapi ada faktor risikonya antara lain perubahan hormonal, adanya kejang dan pelemahan pada otot panggul, infeksi saluran kemih, efek samping dari obat tertentu dan penyakit yang mempengaruhi otak serta saraf tulang belakang, misalnya stroke dan multiple sclerosis. Jika penyebabnya adalah infeksi saluran kemih tentu saja gejala inkontinensia akan berhenti begitu infeksinya sembuh. Tetapi jika penyebabnya tidak jelas, tentulah tidak semudah itu mengatasinya.

Mengatasi inkontinensia dorongan bisa dilakukan dengan modifikasi gaya hidup, misalnya membatasi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein dan alkohol karena dapat mempengaruhi produksi air seni dan mengiritasi kandung kemih. Latihan kegel yang memperkuat otot dasar panggul juga dianjurkan untuk mengatasi inkontinensia. Kontraksikan otot panggul seperti menahan pipis, tahan beberapa detik dan lepas. Latihan tersebut mudah dilakukan dan bisa dilakukan sambil duduk di mobil, saat menonton tv, sambil kerja di depan laptop dan sebagainya.

Ketahui Golongan Darah dan Rhesus untuk Mencegah Anemia Hemolitik

  • January 2, 2020

Mengetahui golongan darah sangat penting untuk mengetahui kecocokan antara pendonor dan penerima darah. Selain golongan darah ABO yang terdiri dari A, B, AB dan O, penting juga untuk mengetahui rhesus darah positif atau negatif, terutama bagi perempuan calon ibu. Ketidakcocokan golongan darah pada penerima transfusi atau ketidakcocokan rhesus antara ibu dan bayinya bisa menyebabkan anemia hemolitik. Anemia hemolitik adalah kekurangan sel darah merah yang disebabkan oleh penghancuran sel-sel darah merah secara prematur. Normalnya sel darah merah akan dihancurkan dalam waktu 120 hari dan digantikan oleh sel darah merah baru yang diproduksi di sumsum tulang.

Saat penghancuran sel darah merah terjadi dalam jangka waktu terlalu cepat, sumsum tulang tidak mampu secepat itu memproduksi sel darah merah pengganti, akibatnya terjadilah anemia. Anemia hemolitik bisa juga terjadi akibat infeksi virus dan bakteri, akibat penggunaan obat seperti anti malaria, akibat penyakit autoimun, akibat menerima transfusi darah dari donor dengan golongan darah yang berbeda serta akibat bayi berbeda rhesus darah dengan ibu kandungnya. Perlu Anda tahu, setiap golongan darah memiliki rhesus, bisa negatif atau positif. Rhesus merupakan sejenis protein di permukaan sel darah merah, jika sel darah memiliki protein ini berarti rhesus positif.

Seseorang dengan rhesus darah negatif misalnya, akan mengalami reaksi imunitas saat menerima darah dengan rhesus positif, perempuan hamil dengan rhesus negative juga akan mengalami hal tersebut jika bayi yang dikandung memiliki rhesus positif. Sel darah rhesus positif akan dihancurkan oleh sistem imunitas tubuh pemilik rhesus negatif karena dianggap sebagai benda asing yang membahayakan. Timbullah kondisi anemia hemolitik pada penerima transfusi dan bayi yang berbeda rhesus dengan ibunya. Kondisi anemia hemolitik akan menimbulkan gejala:

  • Denyut jantung terlalu cepat
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Rasa lemas
  • Warna kulit dan mata menguning
  • Warna urine menjadi gelap
  • Limpa yang membesar

Untuk mencegah terjadinya anemia hemolitik pada penerima transfusi darah, perlu didapat donor yang cocok golongan darahnya. Sedangkan untuk mencegah terjadinya pada bayi, berikan obat pada ibu dengan rhesus negatif agar antibodinya tidak menyerang sel darah merah bayi dengan rhesus positif.