9 Cara Efektif Menghadapi Masalah Hubungan Suami Istri

  • April 16, 2021
masalah hubungan suami istri

Tidak ada hubungan tanpa permasalahan. Bahkan rumah tangga yang terbilang harmonis tak luput dari masalah hubungan suami istri. Istilah rumah tangga harmonis bisa dibilang berasal dari pasangan yang sukses mengatasi konflik dan menjaga cinta mereka tetap abadi. 

Pelajaran mengelola konflik rumah tangga bisa didapat dari membaca buku dan artikel, menghadiri seminar, konseling, belajar dari kisah pasangan sukses, atau sekedar menerapkan trial dan error

Artikel berikut akan memberi tahu Anda tips menghadapi konflik yang umum terjadi dalam pernikahan.

Masalah rumah tangga yang sering terjadi

Konflik rumah tangga biasanya berasal dari hal-hal yang sepele. Namun masalah yang dibiarkan berlarut-larut seperti bola salju yang akan menyebabkan keretakan rumah tangga Anda. 

Berikut beberapa masalah yang kerap terjadi dalam sebuah hubungan romantis:

  • Komunikasi yang buruk
  • Masalah dalam hubungan seksual
  • Finansial
  • Pembagian pekerjaan rumah
  • Tidak menjadikan pasangan dan keluarga sebagai prioritas
  • Kepercayaan terhadap pasangan

Cara menghadapi konflik rumah tangga

Ada banyak cara mengembalikan keutuhan rumah tangga Anda, dan berikut 9 cara terbaik untuk menghadapi masalah hubungan suami istri yang bisa Anda coba.

  1. Bergaul dengan orang-orang dalam hubungan yang sehat

Berteman dengan orang-orang yang memiliki hubungan pernikahan yang sehat akan membawa dampak positif bagi pernikahan Anda. Mereka juga merupakan sumber dukungan atas konflik pernikahan yang sedang Anda hadapi.

  1. Dahulukan kebahagiaan pasangan

Bertindaklah seolah-olah kebahagiaan pasangan lebih penting daripada kebahagiaan Anda. Mendahulukan pasangan membantu memelihara kepercayaan, rasa syukur, kemurahan hati, kasih sayang, dan mengarahkan pada keintiman fisik. 

  1. Prioritaskan hubungan di atas segalanya

Prioritas hubungan suami dan istri akan memudar seiring berjalannya waktu. Ada banyak hal yang bisa menggerogoti prioritas, misalnya orang tua, anak-anak, atau pekerjaan. 

Ketika memutuskan menikah, Anda dan pasangan telah berkomitmen untuk membangun sebuah rumah dan saling bersandar satu sama lain. Sebisa mungkin tempatkan hubungan Anda di atas hal apapun.

Sempatkan untuk menghabiskan waktu berkualitas di tengah sibuknya pekerjaan dan mengurus anak. 

  1. Ungkapkan rasa cinta

Mengungkapkan rasa cinta kepada pasangan menunjukkan bahwa kalian saling mencintai. Coba biasakan untuk mengatakan seberapa besar dan tulus cinta Anda kepada pasangan. 

Memperhatikan hal-hal kecil yang dilakukan pasangan, seperti potongan rambut atau mendengarkan ucapan pasangan juga menandakan Anda menghargai hubungan dengan pasangan Anda. 

  1. Ajak bernostalgia

Menghabiskan waktu berdua berjalan di area yang biasa kalian lalui di awal pernikahan akan membangkitkan kenangan indah di masa lalu. Bernostalgia juga menjadi cara merekatkan kembali hubungan.

  1. Berdo’a untuk pasangan

Do’a merupakan salah satu cara mencintai seseorang. Panjatkan do’a untuk kesehatan pasangan dan meminta bimbingan kepada Tuhan untuk melalui setiap masalah yang terjadi. 

  1. Mengubah kebiasaan

Kebiasaan buruk bisa menjadi masalah bagi beberapa orang. Jika pasangan mengomel mengenai suatu kebiasaan buruk Anda, misalnya menaruh pakaian kotor sembarangan, terima keluhan tersebut dan meminta maaflah. 

Dukung keputusannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, kemudian minta bantuannya untuk mengubah kebiasaan Anda. 

  1. Menenangkan diri

Jika Anda dan pasangan terlibat dalam pertengkaran sengit, jangan biarkan emosi Anda meledak dan melakukan tindakan di luar kendali. Sebelum itu terjadi, ambil sedikit waktu untuk menenangkan diri. 

Saat Anda dan pasangan sudah tenang, bicarakan masalah tersebut dengan baik-baik dan temukan solusinya bersama-sama. 

  1. Ikut konseling 

Jika masalah hubungan suami istri dirasa tidak dapat diperbaiki, kunjungi psikolog atau konselor untuk mendapat bantuan. Konseling membantu menyelesaikan kesalahpahaman dan mencegah terjadinya perceraian. 

Itu tadi 9 cara mudah menghadapi masalah hubungan suami istri. Semoga bisa membantu. 

sering mengeluarkan air mani

Sering Mengeluarkan Air Mani, Bahaya Bagi Diri Sendiri

  • February 12, 2021

Masturbasi merupakan kegiatan dimana pria ingin melepaskan hasrat seksualnya jika mereka sendirian. Banyak pria yang cenderung melakukan kegiatan tersebut untuk memberikan kepuasan terhadap diri mereka. Walaupun dapat memberikan kepuasan, masturbasi atau sering mengeluarkan air mani dianggap sebagai dampak buruk bagi kesehatan.

Apakah Mitosnya Memberikan Kebenaran?

Banyak mitos yang menyatakan bahwa sering mengeluarkan air mani dapat menimbulkan beberapa kondisi seperti disfungsi ereksi dan penurunan jumlah sperma. Namun, mitos tersebut tidak menunjukkan bahwa kondisi tersebut bisa terjadi.

Apa Dampaknya Bagi Diri Sendiri?

Sering mengeluarkan air mani dapat memberikan dampak buruk bagi diri pria. Berikut adalah beberapa hal yang terjadi pada pria jika mereka sering melakukan hal tersebut:

  • Perasaan bersalah

Salah satu hal yang muncul adalah perasaan bersalah. Masturbasi merupakan hal yang dapat melanggar etika dalam keyakinan tertentu. Di sisi lain, dalam dunia medis, masturbasi bukan merupakan hal yang tidak salah untuk dilakukan, karena dapat memberikan manfaat berikut:

  • Meningkatkan suasana hati.
  • Meningkatkan konsentrasi.
  • Meningkatkan performa seks.
  • Mengurangi stres.
  • Mengurangi rasa tegang.
  • Mengurangi rasa sakit.
  • Penurunan sensitivitas seksual

Hal lain yang timbul jika Anda sering mengeluarkan air mani adalah penurunan sensitivitas seksual. Penurunan tersebut terjadi karena Anda melakukan masturbasi secara agresif dan terlalu kuat mencengkram penis.

  • Aktivitas harian terganggu

Jika Anda sering melakukan masturbasi, Anda akan kehilangan konsentrasi sehingga dapat memberikan dampak yang buruk terhadap aktivitas Anda sehari-hari. Meskipun demikian, hal tersebut jarang terjadi dan dialami oleh sebagian orang yang mungkin lebih rentan terhadap perasaan yang dialami ketika melakukan masturbasi.

Selain kehilangan konsentrasi, sebagian orang yang melakukan masturbasi dapat menyebabkan dirinya kurang bertanggung jawab terhadap orang lain dan membuat dirinya semakin kecanduan terhadap kegiatan tersebut.

  • Kanker prostat

Menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2008, orang-orang yang berusia sekitar 20 hingga 30 tahun yang sering melakukan masturbasi bisa mengalami risiko yang lebih besar terhadap kanker prostat.

Namun, penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2016, menyatakan bahwa pria yang ejakulasi lebih dari 20 kali sebulan tidak lebih rentan terhadap risiko kanker prostat.

Bagaimana Cara Memperbaiki Diri?

Sering mengeluarkan air mani tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan secara fisik, namun juga dapat menimbulkan masalah kesehatan secara mental. Meskipun demikian, dampak yang dialami setiap orang berbeda. Sebagian orang dapat menahan diri setelah melakukan masturbasi, namun sebagian orang tidak dapat mengendalikan diri mereka setelah melakukan masturbasi.

Jika Anda sering melakukan masturbasi dan ingin berhenti melakukan kegiatan tersebut, Anda perlu pahami bahwa cara-cara untuk menghentikannya membutuhkan waktu. Meskipun demikian, berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

  • Mengalihkan pikiran

Salah satu cara yang umum untuk menghentikan diri dari masturbasi adalah mengalihkan pikiran Anda dari hal tersebut. Ada berbagai cara yang dapat Anda lakukan untuk mengalihkan pikiran Anda, salah satunya termasuk fokus pada pekerjaan. Semakin lama Anda alihkan pikiran Anda, semakin terbiasa Anda tidak melakukan masturbasi.

  • Meningkatkan interaksi dengan orang lain

Berinteraksi dengan orang lain juga merupakan hal yang penting untuk dilakukan, karena dapat meningkatkan hubungan. Orang-orang yang sering melakukan masturbasi cenderung mengasingkan diri dari orang-orang di sekitarnya. Hal tersebut dapat mempengaruhi hubungan mereka dengan orang lain.

  • Berhenti menonton konten pornografi

Anda sebaiknya jangan menonton konten pornografi untuk menahan diri dari godaan secara seksual. Menonton konten pornografi dapat mempengaruhi perilaku manusia sehingga mereka bisa melakukan hal tersebut di dunia nyata.

  • Berkonsultasi dengan terapis

Jika Anda tidak dapat mengatasi masalah yang berkaitan dengan seks sendiri, Anda bisa meminta bantuan psikolog atau psikiater. Mereka dapat membantu Anda fokus dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan

Sering mengeluarkan air mani dapat membahayakan diri manusia, baik secara fisik maupun mental. Hal tersebut dapat membuat mereka kecanduan sehingga sulit untuk mengendalikan diri. Pengendalian diri juga membutuhkan waktu. Namun, beberapa cara di atas dapat membantu manusia berada di kehidupan yang benar.

Pertahankan Hubungan Saat Pandemi, Begini Tips Pacaran Online

  • February 4, 2021

Di kala pandemi, Anda mungkin terpaksa membatasi hubungan fisik dengan orang lain, termasuk pacar Anda sendiri. Anda pun terpaksa melakukan pacaran online untuk tetap menjalin hubungan yang sehat. 

Akan tetapi, pacaran online tentunya berbeda dengan bertemu langsung secara fisik. Ungkapan nonverbal seperti sentuhan biasanya diperlukan untuk membangun hubungan dalam berpacaran. 

Karena itu, Anda mungkin memerlukan solusi agar bisa berpacaran dengan sehat secara online

Cara pacaran online yang efektif

Tentunya, berpacaran secara online akan terasa berbeda. Namun, Anda tetap bisa mempertahankan hubungan yang efektif dengan pacar Anda melalui cara-cara berikut:

  • Saling memberikan hadiah

Karena Anda tidak bisa menghabiskan momen spesial bersama, cobalah ungkapkan perasaan Anda pada pasangan melalui hadiah. Memberikan hadiah juga bisa menjadi salah satu bentuk love languages untuk mengungkapkan komitmen Anda pada pasangan.

Anda tidak harus memberikan hadiah hanya pada momen spesial. Pemberian hadiah juga bisa dilakukan sekedar untuk penyemangat ketika pasangan Anda sedang melalui sesuatu yang berat. 

Berikan hadiah yang bermanfaat dan juga bermakna pagi pasangan Anda. Sertakan surat yang Anda tuliskan dari hati, agar pasangan Anda bisa merasakan perasaan Anda sepenuhnya.

  • Buat jadwal komunikasi rutin

Di tengah kesibukan selama pandemi, cobalah untuk saling meluangkan waktu untuk satu sama lain. Diskusikan dengan pasangan Anda untuk membuat jadwal komunikasi rutin.

Misalnya, Anda dan pasangan berkomitmen untuk melakukan video call setiap akhir pekan. Pastikan Anda bisa disiplin melakukan komitmen tersebut demi hubungan yang sehat. 

Pilihlah hari dan waktu yang paling sesuai dengan Anda dan pasangan. Terlalu jarang berkomunikasi tidak sehat bagi hubungan Anda. Tapi, terlalu sering melakukan video call juga bisa menghambat kehidupan sehari-hari Anda. 

  • Lakukan aktivitas bersama

Pacaran online bukan berarti Anda tidak bisa lagi melakukan berbagai aktivitas bersama dengan pasangan Anda. Anda tetap bisa beraktivitas sambil saling berkomunikasi melalui telepon atau video call.

Misalnya, sambil melakukan video call, Anda dan pasangan bersama-sama memutuskan untuk menonton serial drama Korea. Sambil menonton, Anda dan pasangan bisa saling berkomentar, sehingga kegiatan itu terasa seperti dilakukan bersama-sama secara langsung.

Anda juga bisa mengajak pasangan untuk bermain online game. Atau, Anda juga bisa mengajak pasangan untuk bernyanyi bersama melalui telepon, seperti sedang berkaraoke. 

  • Over-communication

Di saat seperti ini, ketika Anda dan pasangan tidak bisa bertemu secara fisik terlalu sering, make over communication adalah hal yang penting. Komunikasilah sebanyak-banyak, baik melalui surat, melalui chat, video call, dan lain sebagainya.

Sampaikan semua yang ada dalam pikiran dan perasaan Anda. Bersikaplah terbuka. Segera selesaikan kesalahpahaman jika ada.

Sambil melakukan hal tersebut, ingatlah untuk tetap menghargai pasangan Anda. Jika pasangan kurang bisa bersikap terbuka, maka berikan waktu agar mereka bisa terbiasa. Yakinkan juga pasangan Anda bahwa Anda bersedia menerima keterbukaan mereka dengan positif. 

Pacaran online memang bukan hal yang mudah. Tapi, jadikanlah situasi pandemi ini sebagai kesempatan untuk menguji kedalaman komitmen Anda dan pasangan dalam menjalin hubungan.

Karena, jika Anda berkeinginan untuk menikah dan hidup bersama dengan pasangan nantinya, Anda perlu terlebih dahulu tahu rasanya hidup berjauhan. Dengan begitu, Anda dan pasangan akan menjadi lebih siap untuk menghadapi situasi apapun ke depannya nanti.Jadikan pacaran online sebagai cara untuk menjalin hubungan dengan tantangan baru. Pastikan Anda dan pasangan sama-sama berkomitmen untuk bisa melakukannya dengan sungguh-sungguh.

Jangan samakan kriteria pasangan ideal Anda dengan orang lain.

Punya Kriteria Pasangan Ideal? Ini Cara Menemukannya

  • December 23, 2020

Menjalani hubungan bersama orang yang ideal tentunya menjadi dambaan setiap orang. Namun mengenai kriteria pasangan ideal, pandangan tiap orang tentulah tidak sama. Kriteria pasangan ideal bagi Anda bisa saja berbeda jauh dengan kriteria pasangan ideal dengan sahabat atau saudara Anda. 

Karena alasan itulah, satu-satunya yang bisa menentukan ideal tidaknya seseorang untuk menjadi pasangan adalah Anda sendiri. Jangan terlalu mendengarkan pendapat orang lain sebab saran mereka belum tentu cocok dengan Anda. 

Saat ini, Anda mungkin bingung untuk bertanya ke diri sendiri bagaimana cara menemukan pasangan ideal yang Anda impi-impikan. Sebenarnya, caranya mudah. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menemukan orang yang sesuai dengan kriteria pasangan ideal versi Anda. 

  1. Seringlah Berdebat 

Jangan langsung menjalin hubungan dengan orang yang terlihat benar-benar memperlakukan Anda dengan baik dan lembut. Pastikan dahulu hal yang Anda senangi tersebut memang sifat aslinya. Caranya tidak sulit, semakin sering Anda berdebat dengannya terkait suatu hal, Anda akan bisa melihat bagaimana pandangan dan sikap aslinya. Jika dalam perdebatan Anda menemukan nilai-nilai yang tidak sepaham, hal tersebut dapat menjadi pertimbangan cocok tidaknya dia dengan kriteria pasangan ideal Anda. 

  1. Buat Perjalanan Bersama 

Tidak ada salahnya pergi bersama-sama dengan orang yang Anda anggap sesuai dengan kriteria pasangan ideal Anda selama beberapa hari. Pergi berlibur menjelajahi suatu tempat dapat menunjukkan bagaimana sikapnya memperlakukan Anda. Pasalnya di dalam perjalanan yang lebih dari sehari, akan ada saatnya Anda maupun dia menunjukkan sisi terburuk atau kesulitan yang paling besar. Bisakah kalian saling menolong ataupun menerima? Jawabannya ditentukan oleh Anda sendiri. 

  1. Perhatikan Perlakuan ke Orang Lain 

Sebaiknya Anda tidak hanya berfokus pada perlakuan orang yang Anda inginkan menjadi pasangan terhadap Anda. Perhatikan pula sikapnya memperlakukan orang lain. Sangat besar kemungkinan sifat asli seseorang tertutupi terhadap calon pasangannya. Namun, sikap asli justru akan terkuak ketika ia berhadapan dengan keluarga maupun teman dekatnya. Mungkin dia akan mencoba menyembunyikan sikap aslinya. Karena itu, tidak ada salahnya Anda meminta diajak jika ia bertemu dengan teman-teman maupun kerabatnya guna bisa “mengintai” perlakuannya kepada orang lain. 

  1. Perbandingkan Prinsip 

Pastikan Anda dan calon pasangan memiliki dasar ataupun prinsip yang sama. Pasalnya jika ada perbedaan terkait prinsip antara dua orang yang berpasangan, masalah besar bisa merusak hubungan di masa mendatang. Beberapa hal yang termasuk prinsip, di antaranya keputusan spiritual ataupun masalah kepemilikan anak. Bisa juga ada perbedaan prinsip lain yang Anda miliki, seperti soal politik ataupun pekerjaan. Bandingkan dan pastikan prinsip orang yang Anda harapkan menjadi pasangan tidak bertentangan dengan prinsip Anda. 

  1. Temukan Perbedaan 

Memiliki prinsip yang sama memang akan membuat hubungan menjadi lebih kuat dan bisa terhindar dari masalah besar. Akan tetapi, jangan memilih pasangan yang semua pandangan dan kebiasaannya sama seperti Anda. Terlalu seragam antara Anda dan pasangan hanya menghadirkan kebosanan. Kriteria pasangan ideal adalah yang memiliki perbedaan yang tidak melanggar prinsip. Perbedaan tersebut dapat membuat obrolan semakin seru dan selalu ada sehingga hubungan menjadi lebih berwarna. 

  1. Kemampuan Tertawa 

Yang terakhir, namun menjadi salah satu yang terpenting. Ketika mencari kriteria pasangan ideal, jangan lupa mempertimbangkan kemampuannya membuat Anda tertawa. Pastikan selera humor yang ia miliki mampu membuat Anda ceria dan membuat Anda lupa akan masalah sejenak. 

*** 

Kriteria pasangan ideal yang Anda miliki tidak akan bisa datang begitu saja tanpa usaha. Carilah orang yang Anda anggap tepat dengan kriteria pasangan yang sudah Anda bangun, jangan mengandalkan orang lain. Dengan demikian, pasangan Anda kelak adalah yang benar-benar sesuai dengan harapan Anda.

Apa Itu Threesome? Ini 5 Faktanya

  • November 24, 2020

Agar tidak menimbulkan banyak persepsi di kalangan masyarakat, bagi yang belum benar-benar mengetahui, threesome adalah salah satu bentuk aktivitas hubungan seks yang melibatkan tiga orang. Kondisi ini bisa dengan dua pria dan satu perempuan, dua perempuan dan satu pria atau ketiga-tiganya perempuan dan ketiga-tiganya adalah laki-laki.

Beberapa orang mungkin memiliki pertanyaan apakah aktivitas tersebut terdapat kenikmatan dalam hubungan seks intim antara dua orang atau justru lebih memberi kenikmatan. Tentu ini menjadi selera masing-masing orang, karena seseorang bisa tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Atau juga tidak sedikit orang yang mendambakan momen itu.

Fakta-fakta Threesome

Aktivitas seks ini bisa merujuk pada cinta segitiga atau hubungan percintaan tiga jalan, fenomena inilah yang mendorong seorang peneliti dari Birmingham City University, Ryan Scoats dalam mendapatkan gelar PhD. Berikut fakta-fakta mengenai aktivitas seks tersebut menurut hasil penelitian Ryan.

  1. Banyak yang Pernah Melakukan

Berdasarkan penemuan dari penelitian yang dilakukan Scoats, tiga mahasiswa yang ia tanyai mengaku pernah melakukan aktivitas seks tersebut pada tahun kedua kuliah. Sementara enam mahasiswa lainnya mengaku sudah melakukannya lebih dari satu kali.

  • Lebih Banyak Perempuan

FFM merupakan istilah untuk Female-female Male artinya komposisi aktivitas seks lebih didominasi perempuan yang berjumlah dua orang dan laki-laki satu orang, komposisi ini lebih sering ditemui ketimbang MMF yang lebih condong banyak laki-lakinya.

Dari 10 orang pria yang ditanyai Scouts, tujuh diantaranya mengaku pernah melakukan dengan komposisi FFM. Sementara lima pria mengaku memilih komposisi MMF dan 10 orang lain mengaku pernah melakukan dengan kedua komposisi tersebut.

  • Pria Cenderung Terbuka

Scoats menjlelaskan bahwa para pria lebih menerima dan terbuka untuk membicarakan aktivitas seks yang masih cukup tabu bagi kebanyakan orang ini. Ia menjelaskan bahwa para lelaki ini merasa nyaman untuk memberi tahu kepada setidaknya teman dekat mereka ketika memilih melakukan aktivitas tersebut.

Menurut Scoats, hal ini juga dikarenakan pengurangan homofobia pada umumnya di masyarakat ini memungkinkan pria memiliki tga jenis tanpa rasa takut mengenai apa yang dipikirkan orang lain. Namun, karena keterbatasan penelitian ini baru dilakukan dengan sampel kebanyakan laki-laki kulit putih.

  • Pria Sering Mengajak Sahabat

Dalam melakukan hubungan MMF, pria lebih suka mengajak teman yang sudah dikenalnya dengan sanga baik. Teman dekat atau sahabat, jika tidak memiliki hubungan yang baik seorang pria yang diajak maka dia akan menolaknya. Kondisi ini lebih kepada ke fantasi si pelaku dalam melakukan aktivitas seksual tersebut.

  • Perempuan Enggan MMF

Jika para perempuan lebih terbuka dalam melakukan aktivitas MMF ini, maka berbeda dengan perempuan. Scoats dalam penelitian terpisahnya menyebut jika perempuan enggan untuk mengikuti atau bergabung dalam aktivitas seksual tersebut karena sejumlah alasan.

Scoats menyebut kemungkinan para perempuan menolak ajakan untuk melakukan threesome bisa jadi karena mereka tidak ingin diintimidasi dan keberatan. Perempuan bisa terkesan bahwa mereka hanya sebagai objek saja, ketimbang laki-laki yang mampu berinteraksi secara seksual.

Terlepas dari beberapa fakta di atas, aktivitas seksual ini harus dipahami dengan benar agar tidak salah dalam kelanjutannya. Hal ini karena adanya faktor risiko kesehatan bagi mereka yang melakukan hal ini. Salah satunya risiko terkena infeksi menular seksual lebih besar, tentunya seseorang tidak ingin terkena infeksi yang bisa membahayakan nyawa seseorang ini.