Ingin Jadi Apoteker? Pahami Kode Etik Apoteker Indonesia

  • October 2, 2020

Profesi apoteker bukanlah profesi yang bisa dijalani oleh sembarang orang. Untuk menjadi seorang apoteker, Anda perlu menjalani pendidikan serta praktek di bidang farmasi. Selain itu, Anda juga harus memahami kode etik apoteker dan bersedia untuk mematuhinya.

Apoteker membantu pasien, dokter, serta tenaga medis lainnya di rumah sakit dalam memberikan anjuran obat. Selain itu, apoteker juga terlibat dalam proses meracik obat. Bila seorang apoteker melakukan kesalahan dalam peracikan obat dan pemberian anjuran, dampak yang ditimbulkan bisa fatal untuk kesehatan pasien.

Karena itu, profesi apoteker bukanlah profesi yang mudah. Anda harus bersedia mengikuti kode etiknya dan menjalani sanksi apabila melakukan perbuatan yang melanggar.

Kode etik apoteker di Indonesia

Menurut UUU RI no. 36 tahun 2009 pasal 24 ayat 2, kode etik apoteker diatur oleh organisasi profesi. Dalam hal ini, kode etik diatur oleh organisasi profesi apoteker.

Terdapat tiga bagian pada pedoman kode etik apoteker di Indonesia. Berikut ini 15 pasal dalam kode etik apoteker yang dibagi berdasarkan tiga kategori.

BAB I: KEWAJIBAN UMUM

Pasal 1

“Seorang apoteker harus menjunjung tinggi, menghayati, dan mengamalkan sumpah/janji apoteker.”

Dalam sumpah apoteker, ada beberapa poin yang menjadi perhatian khusus, yaitu:

  • Melaksanakan asuhan kefarmasian
  • Merahasiakan kondisi pasien, resep, dan patient medication report
  • Melaksanakan pratik profesi sesuai ilmu hukum dan etik

Pasal 2

“Setiap Apoteker harus berusaha dengan sungguh-sungguh menghayati dan mengamalkan Kode Etik Apoteker Indonesia.”

Pasal 3

“Setiap Apoteker harus senantiasa menjalankan profesinya sesuai kompetensi Apoteker Indonesia serta selalu mengutamakan dan berpegang teguh pada prinsip kemanusiaan dalam melaksanakan kewajibannya.”

Pasal 4

“Setiap Apoteker harus selalu aktif mengikuti perkembangan di bidang kesehatan pada umumnya dan di bidang farmasi pada khususnya.”

Aktivitas seorang apoteker dalam mengikuti perkembangan nantinya akan dinilai lewat lewat nilai SKP dari Hasil Uji Kompetensi.

Pasal 5

“Di dalam menjalankan tugasnya setiap Apoteker harus menjauhkan diri dari usaha mencari keuntungan diri semata yang bertentangan dengan martabat dan tradisi luhur jabatan kefarmasian.”

Pasal 6

“Seorang Apoteker harus berbudi luhur dan menjadi contoh yang baik bagi orang lain.”

Artinya, seorang apoteker tidak diperbolehkan untuk menyalahgunakan kemampuan profesionalnya dan menjaga perilaku di hadapan publik.

Pasal 7

“Seorang Apoteker harus menjadi sumber informasi sesuai dengan profesinya.”

Sebelum memberikan informasi, seorang apoteker harus melakukan riset atau penggalian informasi sesuai dengan kebutuhan kondisi pasien. Mereka juga harus mampu menyampaikan informasi tersebut agar dipahami dengan efektif oleh sang pasien.

Pasal 8

“Seorang Apoteker harus aktif mengikuti perkembangan peraturan perundang-undangan di Bidang Kesehatan pada umumnya dan di Bidang Farmasi pada khususnya.”

BAB II: KEWAJIBAN APOTEKER TERHADAP PENDERITA

Pasal 9

“Seorang Apoteker dalam melakukan pekerjaan kefarmasian harus mengutamakan kepentingan masyarakat dan menghormati hak asazi penderita dan melindungi makhluk hidup insani.”

BAB III: KEWAJIBAN APOTEKER TERHADAP TEMAN SEJAWAT

Pasal 10

“Setiap Apoteker harus memperlakukan Teman Sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan.”

Pasal 11

“Sesama Apoteker harus selalu saling mengingatkan dan saling menasehati untuk mematuhi ketentuan-ketentuan Kode Etik.”

Pasal 12

“Setiap Apoteker harus mempergunakan setiap kesempatan untuk meningkatkan kerjasama yang baik sesama Apoteker di dalam memelihara keluhuran martabat jabatan kefarmasian, serta mempertebal rasa saling mempercayai di dalam menunaikan tugasnya.”

BAB IV: KEWAJIBAN APOTEKER TERHADAP SEJAWAT PETUGAS KESEHATAN LAINNYA

Pasal 13

“Setiap Apoteker harus mempergunakan setiap kesempatan untuk membangun dan meningkatkan hubungan profesi, saling mempercayai, menghargai dan menghormati Sejawat Petugas Kesehatan.”

Pasal 14

“Setiap Apoteker hendaknya menjauhkan diri dari tindakan atau perbuatan yang dapat mengakibatkan berkurangnya/hilangnya kepercayaan masyarakat kepada sejawat petugas kesehatan lainnya.”

BAB V: PENUTUP

Pasal 15

“Setiap Apoteker bersungguh-sungguh menghayati dan mengamalkan Kode Etik Apoteker Indonesia dalam menjalankan tugas kefarmasiannya sehari-hari.

Jika seorang Apoteker baik dengan sengaja maupun idtak sengaja melanggar atau tidak mematuhi Kode Etik Apoteker Indonesia, maka Apoteker tersebut wajib mengakui danmenerima sanksi dari pemerintah, Ikatan/Organisasi Profesi Farmasi yang menanganinya yaitu ISFI dan mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.”

Itulah 15 pasal kode etik apoteker yang perlu Anda pahami sebelum memutuskan untuk menjalani profesi sebagai apoteker.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*