Inilah Cara Yang Dilakukan Untuk Mengatasi Katapleksi!

  • September 6, 2021

Cataplexy atau katapleksi adalah suatu kondisi yang menyebabkan otot seseorang lemah secara tiba-tiba. Katapleksi biasanya terjadi ketika seseorang sedang merasakan emosi yang kuat. Misalnya menangis, tertawa, atau marah.

Saat mengalami katapleksi Anda mungkin akan kehilangan kendali atas ekspresi wajah dan leher. Kondisi ini biasanya terjadi selama beberapa detik hingga 2 menit. Tingkat keparahan katapleksi bisa bervariasi. Katapleksi dengan tingkat keparahan rendah dapat menyebabkan seseorang kehilangan kontrol ototnya. Sedangkan katapleksi dengan tingkat keparahan tinggi dapat menyebabkan seseorang pingsan dan tidak dapat bergerak atau berbicara.

Katapleksi berhubungan dengan narkolepsi. Narkolepsi merupakan gangguan saraf yang menyebabkan seseorang selalu merasa ngantuk. Narkolepsi memiliki dua tipe, tipe 1 dan tipe 2. Salah satu gejala narkolepsi tipe 1 adalah katapleksi.

Saat ini penyebab katapleksi masih diteliti lebih dalam. Namun, penyebab utama katapleksi yang banyak diperkirakan adalah kurangnya hormon hipokretin (orexin) dalam otak. Hormon ini membantu Anda tetap sadar dan mengontrol siklus tidur rapid eye movement (REM). 

Kurangnya hormon ini diduga disebabkan oleh adanya perubahan sistem kekebalan yang menyerang sel-sel otak yang mengandung hipokretin. Selain itu, bagian lain dari otak yang mengontrol siklus tidur Anda juga diduga berperan dalam menyebabkan narkolepsi dengan katapleksi. Beberapa faktor risiko katapleksi meliputi :

  • Cedera kepala atau otak traumatis
  • Tumor atau pertumbuhan di dekat area otak yang mengontrol tidur
  • Infeksi, seperti flu babi (virus H1N1), serta disuntik dengan vaksin untuk virus H1N1
  • Menderita narkolepsi

Diagnosis katapleksi dilakukan dengan cara melakukan beberapa pemeriksaan fisik dan tes seperti di bawah ini.

  1. Pemeriksaan fisik

Saat pemeriksaan fisik Anda harus jujur pada dokter dengan menjelaskan semua gejala yang dirasakan. Saat melakukan pemeriksaan fisik, dokter juga akan bertanya mengenai beberapa hal.Seperti seberapa sering Anda mengalami gejala katapleksi, berapa durasi gejala katapleksi yang dirakan, apa peristiwa yang memicu, dan otot mana yang terpengaruh.

  1. Menanyakan riwayat tidur

Dokter akan memberikan serangkaian pertanyaan singkat untuk mengukur rasa kantuk Anda atau yang biasa disebut dengan skala kantuk epworth. Anda mungkin diminta untuk menyimpan catatan tidur mendetail selama satu atau dua minggu, dan memakai perangkat seperti jam tangan yang dikenal sebagai actigraph untuk mengukur periode aktivitas dan istirahat.

  1. Tes polysonogram

Tes ini dilakukan dokter guna mencatat apa yang terjadi pada otot dan otak saat Anda tidur.

  1. Multiple sleep latency test

Tes ini dilakukan mengevaluasi rasa kantuk yang berlebihan di siang hari dengan mengukur seberapa cepat Anda tertidur di siang hari. Meskipun begitu, tidak semua tes harus Anda jalani. Jika dari pemeriksaan fisik dokter sudah dapat mendiagnosis bahwa Anda mengalami katapeksi, maka Anda tidak perlu melakukan tes yang lain. Tes lain hanya perlu dilakukan jika dokter menduga bahwa Anda mengalami katapleksi dan narkolepsi.

Cara mengobati katapleksi umumnya dilakukan bukan untuk menghilangkan kondisi tersebut sepenuhnya, melainkan untuk meredakan gejala yang dialami. Untuk mengurangi gejala katapleksi, Anda bisa mengonsumsi obat dan menerapkan gaya hidup sehat.

  1. Konsumsi obat

Obat yang bisa Anda konsumsi untuk mengurangi gejala katapleksi tanpa adanya narkolepsi, yaitu

  • Antidepresan trisiklik, seperti clomipramine (Anafranil)
  • Inhibitor serotonin serotonin selektif (SSRI), jenis antidepresan lain, seperti fluoxetine (Prozac) atau venlafaxine (Effexor XR)
  • Sodium oxybate (Xyrem), yang dapat membantu mengatasi katapleksi dan rasa kantuk di siang hari

Sedangkan jika Anda mengalami katapleksi dan narkolepsi, beberapa pilihan obat yang bisa Anda konsumsi adalah

  • Modafinil (Provigil), untuk mengurangi rasa kantuk
  • Stimulan yang menyerupai amfetamin
  1. Menerapkan gaya hidup sehat

Beberapa gaya hidup sehat yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala katapleksi, yaitu

  • Tidur 7-8 jam setiap hari
  • Tidur dengan jadwal yang sama setiap hari
  • Ciptakan kamar tidur yang nyaman
  • Tidak mengonsumsi kafein, alkohol, dan makanan berat sebelum tidur
  • Olahraga yang teratur
  • Konsumsi makanan bergizi

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan mengobati katapleksi. Jika Anda mengalami kondisi yang tidak kunjung membaik, segera periksa diri ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*