Kapan Siklus Haid Normal Setelah Lepas KB Suntik 3 Bulan?

  • October 22, 2021

Penggunaan alat kontrasepsi seperti pil KB atau KB suntik berfungsi untuk mencegah terjadinya kehamilan, mengatur siklus menstruasi yang tidak teratur, atau mengurangi gejala sindrom pramenstruasi (PMS). Dibandingkan dengan yang lain, pil atau suntik KB dianggap alat kontrasepsi yang paling ampuh. 

Setelah beberapa bulan berhenti menggunakan pil atau suntik KB, tubuh wanita akan kembali seperti sedia kala. Pembuahan pun bisa terjadi. Tapi beberapa wanita mungkin akan mengalami siklus haid yang tidak normal setelah lepas KB suntik 3 bulan. 

Cara kerja pil dan suntik KB

Tak banyak yang tahu bahwa kontrasepsi oral, suntik KB, dan metode pengendalian kelahiran lainnya terbagi menjadi dua kategori, yaitu aktif dan tidak aktif. 

Alat kontrasepsi aktif mengandung hormon estrogen dan terkadang progestin untuk mencegah ovulasi. Kedua hormon ini akan mengubah lapisan rahim dan lendir serviks agar sperma tidak bisa mencapai sel telur dan membuahinya. Agar lebih efektif, pil KB diminum dalam jangka waktu tertentu. 

Manfaat pil KB mampu mengatasi gangguan siklus haid

Sedangkan pil yang tidak aktif tidak mengandung hormon, tapi bekerja dengan cara menurunkan hormon kesuburan. Penurunan hormon memicu rahim untuk melepaskan lapisannya sehingga terjadilah menstruasi. Biasanya pil tidak aktif ini dikonsumsi selama seminggu setelah mengonsumsi pil aktif.  

Kenapa siklus haid tak kembali normal setelah berhenti menggunakan KB suntik?

Tergantung pada pil atau KB suntik yang Anda gunakan, Anda bisa memiliki siklus menstruasi bulanan dengan normal atau bahkan tidak menstruasi sama sekali. Sehingga, terganggunya siklus haid selepas penggunaan alat kontrasepsi sangatlah wajar. 

Fenomena terganggunya siklus menstruasi setelah berhenti menggunakan KB disebut dengan amenore pasca pil. Biasanya kondisi ini tak berlangsung lama hingga akhirnya siklus bulanan dan kesuburan Anda kembali. Beberapa wanita membutuhkan waktu 2-4 minggu atau bahkan 3 bulan. 

Tapi ada beberapa kondisi yang bisa mengganggu siklus haid setelah lepas KB suntik 3 bulan, meliputi:

  • Kehamilan yang tak disadari: Bisa saja siklus haid yang tak teratur disebabkan karena kehamilan yang tidak Anda sadari. Untuk memastikan hal itu, dokter akan melakukan pemeriksaan kadar hormon, salah satunya tes HCG.
  • Disfungsi ovarium: Ketika fungsi ovarium terganggu, siklus menstruasi menjadi tidak normal. Ada beberapa penyebab disfungsi ovarium, salah satunya adalah menopause dini.
  • Tingkat stres yang tinggi: Stres berkepanjangan dapat mempengaruhi keseimbangan hormon dan siklus menstruasi Anda menjadi lebih pendek atau lebih panjang dari biasanya.
  • Kecemasan kronis: Sama dengan stres, kecemasan juga bisa membuat siklus haid tidak teratur. 
  • Perubahan berat badan yang ekstrim: Penurunan berat badan ekstrem dapat menghentikan produksi hormon pengontrol ovulasi sehingga siklus menstruasi terhenti. Sedangkan kelebihan berat badan membuat kadar estrogen dalam darah berlebih sehingga mengubah frekuensi menstruasi Anda.
  • Ketidakseimbangan tiroid: Hipotiroidisme dan hipertiroidisme dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur atau menstruasi berat.
  • Melakukan olahraga berat: Melakukan latihan intens akan menghabiskan simpanan energi tubuh. Hal ini bisa mempengaruhi hormon yang terlibat dalam menstruasi dan ovulasi.  
  • Polip rahim atau fibroid: Wanita dengan polip atau fibroid akan mengalami menstruasi berat dan siklus yang tidak teratur.
  • PCOS: PCOS atau sindrom ovarium polikistik adalah kondisi lain yang ditakutkan oleh banyak wanita. PCOS biasanya muncul setelah Anda berhenti menggunakan pengendalian kelahiran, dan disebabkan oleh tingginya kadar hormon pria. PCOS bisa menyebabkan siklus haid tak teratur dan dalam kasus yang parah menyebabkan kemandulan. 

Haruskah menemui dokter?

Apabila siklus haid setelah lepas KB suntik 3 bulan tidak kunjung kembali normal hingga lebih dari 3 bulan bahkan hampir setahun, ada baiknya untuk mengunjungi dokter. Pertama-tama dokter akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui kondisi kesehatan kemudian meresepkan obat-obatan jika diperlukan. Mereka juga akan merekomendasikan bentuk kontrasepsi lain dengan efek samping yang lebih ringan.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*