Ketahui Golongan Darah dan Rhesus untuk Mencegah Anemia Hemolitik

  • January 2, 2020

Mengetahui golongan darah sangat penting untuk mengetahui kecocokan antara pendonor dan penerima darah. Selain golongan darah ABO yang terdiri dari A, B, AB dan O, penting juga untuk mengetahui rhesus darah positif atau negatif, terutama bagi perempuan calon ibu. Ketidakcocokan golongan darah pada penerima transfusi atau ketidakcocokan rhesus antara ibu dan bayinya bisa menyebabkan anemia hemolitik. Anemia hemolitik adalah kekurangan sel darah merah yang disebabkan oleh penghancuran sel-sel darah merah secara prematur. Normalnya sel darah merah akan dihancurkan dalam waktu 120 hari dan digantikan oleh sel darah merah baru yang diproduksi di sumsum tulang.

Saat penghancuran sel darah merah terjadi dalam jangka waktu terlalu cepat, sumsum tulang tidak mampu secepat itu memproduksi sel darah merah pengganti, akibatnya terjadilah anemia. Anemia hemolitik bisa juga terjadi akibat infeksi virus dan bakteri, akibat penggunaan obat seperti anti malaria, akibat penyakit autoimun, akibat menerima transfusi darah dari donor dengan golongan darah yang berbeda serta akibat bayi berbeda rhesus darah dengan ibu kandungnya. Perlu Anda tahu, setiap golongan darah memiliki rhesus, bisa negatif atau positif. Rhesus merupakan sejenis protein di permukaan sel darah merah, jika sel darah memiliki protein ini berarti rhesus positif.

Seseorang dengan rhesus darah negatif misalnya, akan mengalami reaksi imunitas saat menerima darah dengan rhesus positif, perempuan hamil dengan rhesus negative juga akan mengalami hal tersebut jika bayi yang dikandung memiliki rhesus positif. Sel darah rhesus positif akan dihancurkan oleh sistem imunitas tubuh pemilik rhesus negatif karena dianggap sebagai benda asing yang membahayakan. Timbullah kondisi anemia hemolitik pada penerima transfusi dan bayi yang berbeda rhesus dengan ibunya. Kondisi anemia hemolitik akan menimbulkan gejala:

  • Denyut jantung terlalu cepat
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Rasa lemas
  • Warna kulit dan mata menguning
  • Warna urine menjadi gelap
  • Limpa yang membesar

Untuk mencegah terjadinya anemia hemolitik pada penerima transfusi darah, perlu didapat donor yang cocok golongan darahnya. Sedangkan untuk mencegah terjadinya pada bayi, berikan obat pada ibu dengan rhesus negatif agar antibodinya tidak menyerang sel darah merah bayi dengan rhesus positif.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*