Manfaat, Jenis, & Efek Samping Paracetamol, Pereda Nyeri Antiinflamasi

  • September 13, 2021

Nyeri datang kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja. Rasa sakit atau nyeri yang ringan mungkin tidak terlalu mengganggu namun jika intens bahkan setelah beristirahat, rasanya perlu sedikit sentuhan obat. Terlebih untuk rasa sakit tak tertahankan dan sangat mengganggu serta menghambat aktivitas. 

Beberapa dari Anda akan langsung membeli atau mengambil obat di tempat  obatan-obatan Anda. Paracetamol mungkin merupakan salah satu obat yang selalu hadir di kotak obat Anda. Obat umum satu ini memang keberadaannya banyak dan mudah ditemukan serta diperoleh. Tanpa resep dokter pun Anda bisa mendapatkannya. Paracetamol dikenal sebagai obat pereda nyeri maupun demam. Obat ini tentunya aman bagi anak-anak, orang dewasa, bahkan wanita hamil atau menyusui yang pastinya setelah konsultasi dengan dokter. 

Lantas apa saja kandungan serta manfaat paracetamol yang menjadi andalan banyak orang untuk meredakan nyeri ini? Berikut penjelasan singkat untuk Anda dapat lebih mengenalnya.

Manfaat Paracetamol

Paracetamol atau disebut juga acetaminophen adalah obat farmasi untuk meredakan hingga menghilangkan rasa sakit (analgesik) serta penurun demam (antipiretik). Paracetamol tidak memiliki efek antiinflamasi yang dapat mengiritasi lapisan perut, membahayakan ginjal, atau memengaruhi pembekuan darah. 

Paracetamol cenderung tidak meningkatkan tekanan darah atau menyebabkan sakit perut atau pendarahan. Paracetamol bekerja dengan menghalangi otak untuk melepaskan zat yang menyebabkan rasa sakit atau nyeri. Beberapa manfaat paracetamol yang menjadikannya obat andalan adalah:

  • Menangani sakit ringan hingga sedang, 
  • Meredakan sakit punggung , 
  • Meredakan sakit kepala serta sakit kepala sebelah (migrain), 
  • Meredakan ketegangan otot , 
  • Meredakan nyeri haid, 
  • Meredakan sakit gigi dan 
  • Meredakan sakit dan nyeri karena pilek dan flu
  • Menurunkan demam (suhu tinggi)
  • Menurunkan demam setelah vaksinasi atau imunisasi
  • Mengurangi rasa nyeri saat atau setelah operasi
  • Mengobati masuk angin

Paracetamol dapat bermanfaat untuk menangani gejala penyakit Covid-19 namun bukan obat untuk Covid-19. Gejala Covid-19 seperti sakit kepala, demam, nyeri otot atau pegal-pegal mungkin dialami oleh orang yang terpapar. Untuk mengobatinya, paracetamol atau acetaminopen ini diperbolehkan untuk dikonsumsi karena tidak meningkatkan risiko buruk bagi penderitanya.

Efek samping paracetamol

Setiap orang beraksi pada paracetamol dengan berbagai gejala. Tetapi obat ini biasanya tidak memiliki efek samping. Gejala satu mungkin tidak tampak pada yang lainnya. meski jarang adanya laporan tentang efek samping obat, namun efek samping yang umum terjadi adalah reaksi alergi seperti gatal dan ruam atau mengantuk dan kelelahan. 

Paracetamol memang tidak mengandung zat anti inflamasi namun dalam konsumsi dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan dan gagal hati. Efek samping paracetamol dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu reaksi alergi dan kerusakan hati biasa karena penggunaan dosis tinggi.

Efek samping berupa reaksi alergi biasanya ditandai dengan:

  • Gatal dan ruam serta kemerahan
  • Kesulitan bernafas atau menelan
  • Kulit terkelupas atau melepuh
  • Terjadi pembengkakan pada pada wajah, bibir, lidah dan tenggorokan

Sedangkan untuk efek samping serius sebagai tanda kemungkinan kerusakan hati, meliputi: 

  • Mual dan nyeri pada lambung, 
  • Kehilangan nafsu makan, 
  • Urin dan kotoran berwarna gelap, keruh, atau berdarah, 
  • Sakit tenggorokan
  • Jumlah urin berkurang tiba-tiba, 
  • Mata dan kulit berwarna kuning 
  • Bagian kanan atas perut terasa sakit atau nyeri 
  • Kelelahan yang berlebih
  • Lebih banyak berkeringat
  • Kulit pucat 
  • Terjadi pendarahan atau memar yang tidak seperti biasanya

Apabila Anda mengalami efek samping seperti yang telah disebutkan di atas, segera hubungi dan periksakan ke dokter. 

Jenis obat paracetamol 

Obat paracetamol dapat terdiri dari bentuk tablet, kapsul, sirup cair, supositoria, cairan infus hingga bubuk. Tablet sendiri terbagi dalam tablet yang dapat dikunyah, harus dikunyah atau harus ditelan bulat. Lihat petunjuk penggunaan sebelum mengonsumsi obat ini. Anda dapat memilih berbagai jenis obat ini yang sesuai dengan kondisi Anda. 

Untuk anak-anak, jenis yang biasa digunakan adalah sirup namun bisa juga supositoria. Untuk orang dewasa atau remaja dapat meminum bentuk tablet atau kapsul. Jika Anda mengonsumsi tablet yang cepat larut, Anda dapat mengunyahnya atau biarkan larut di lidah, kemudian telan dengan atau tanpa air. Untuk tablet kunyah, kunyah secara menyeluruh sebelum Anda menelannya.

Jangan menghancurkan atau mengunyah tablet yang dikhususkan untuk diminum langsung atau memiliki sifat extended release (memiliki pelepasan dosis di saluran cerna yang diperlambat). Mengunyahnya dapat membuat obat menjadi terlepas semua sehingga meningkatkan risiko efek samping. 

Anda juga tidak diperkenankan membagi atau memotong tablet kecuali terdapat garis batas dan dokter Anda atau apoteker menyarankan atau mengizinkan untuk melakukannya. Untuk tablet yang dilarutkan dalam air, larutkanlah dalam jumlah air yang disarankan, lalu minum.

Setiap obat tentu memiliki lebih banyak manfaat dibanding dengan risikonya. Seperti obat paracetamol ini yang memiliki manfaat sebagai pereda nyeri dan penurun demam. Meski demikian, perlu diketahui efek samping dari obat tersebut. Paracetamol juga bermanfaat untuk mengurangi nyeri bagi para penderita Covid-19.

Dapatkan obat paracetamol asli yang sesuai dengan kondisi Anda tanpa harus keluar rumah di Toko SehatQ. Jenis tablet seperti Paracetamol Holi Pharma dan Sanmol hingga bentuk sirup untuk anak-anak tersedia. Kunjungi Toko SehatQ melalui website atau aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasinya sekarang di App Store atau Play Store.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*