Mastocytosis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

  • March 9, 2021

Ketika menderita penyakit kulit, selain merasakan sakit pasien juga bisa merasa kurang pede karena bercak yang terlihat. Salah satu jenis penyakit kulit yang dapat menyebabkan kondisi seperti itu adalah mastocytosis.

Mastocytosis terjadi karena kelainan sel, dimana sel mast meningkat dan menumpuk di beberapa organ tubuh Contoh bagian tubuh yang dapat mengalami penumpukan sel mast adalah kulit, sumsum tulang, hati, usus halus, dan limpa.

Sel mast memiliki peran pada sistem kekebalan tubuh dan menghasilkan mediator seperti histamin yang penting dalam respons tubuh pada alergi. Jika sel mast diproduksi dalam jumlah yang banyak, jumlah mediator yang dilepaskan bisa sangat tinggi dan menyebabkan banyak gejala muncul.

Mastocytosis dibedakan menjadi dua jenis, antara lain:

  • Mastocytosis kutan

Pada mastocytosis kutan, penumpukan sel mast ada pada kulit saja dan tidak ditemukan pada bagian tubuh lain. Jenis mastocytosis ini biasanya menyerang anak-anak dan menyebabkan ruam merah pada kulit dengan rasa gatal. Mastocytosis kutan tidak mengancam jiwa, namun penderita memiliki risiko reaksi alergi yang lebih tinggi.

  • Mastocytosis sistemik

Penumpukan sel mast ditemukan pada beberapa bagian tubuh dan umumnya terjadi pada orang dewasa. Sel mast dapat ditemukan pada sumsum tulang, hati, usus, limpa, dan lainnya serta bisa mengancam jiwa.

Apa saja tanda dan gejala mastocytosis? 

Gejala mastocytosis dibedakan dari jenisnya, yaitu:

  1. Mastocytosis kutan
  • Ruam merah pada kulit
  • Rasa gatal di kulit
  • Muncul bintik-bintik merah
  • Benjolan besar di kulit

Jika ruam dan benjolan digaruk maka akan semakin bengkak dan memerah. Pemicu rasa gatal pada mastocytosis dapat seperti perubahan suhu, bahan pakaian, mengkonsumsi makanan pedas atau panas, hingga obat-obatan,

  1. Mastocytosis sistemik
  • Mudah lelah
  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat
  • Diare
  • Kembung
  • Mual dan muntah
  • Tekanan darah rendah
  • Pembesaran kelenjar getah bening, hati, atau limpa
  • Mengalami anemia
  • Osteoporosis
  • Mengalami gangguan kesehatan mental seperti gangguan kecemasan, sulit fokus, dan depresi

Apa yang menyebabkan mastocytosis?

Penyebab mastocytosis secara spesifik belum diketahui. Namun, perubahan mutasi gen pada sel mast diduga memiliki peran pada penyakit ini. 

Pada banyak kasus, mastocytosis tidak diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya. Namun, pada beberapa kasus juga ditemui bahwa anak yang menderita mastocytosis orang tuanya juga menderita penyakit ini.

Bagaimana dokter mendiagnosis mastocytosis?

Diagnosis mastocytosis dilakukan dokter dengan melakukan wawancara, pemeriksaan fisik terutama kulit, dan riwayat medis pasien. Dokter juga akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang, antara lain:

  • Biopsi kulit, dengan mengambil sampel jaringan kulit untuk melihat sel mast.
  • Tes darah dan urine, bertujuan untuk memeriksa kadar sel mast pada darah dan urine
  • USG perut, bertujuan untuk melihat apakah terdapat pembesaran pada hati atau limpa
  • Pemeriksaan sumsum belakang, bertujuan untuk melihat kadar sel mast pada sumsum tulang belakang
  • DEXA scan, bertujuan untuk memeriksa kepadatan tulang pasien

Pengobatan mastocytosis

Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk mastocytosis. Dokter akan melakukan perawatan untuk meminimalkan gejala. Perawatan pada pasien mastocytosis akan dilakukan berdasarkan jenis dan tingkat keparahan mastocytosis yang diderita. 

  • Mastocytosis kutan

Untuk meredakan gejala pada mastocytosis kutan, dokter akan memberikan krim kortikosteroid yang dapat mengurangi jumlah sel mast dalam tubuh pasien. Obat lainnya yang akan direkomendasikan dokter adalah antihistamin untuk mengobati reaksi alergi.

  • Mastocytosis sistemik

Pada perawatan mastocytosis sistemik, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan kemoterapi seperti cladribine.

Untuk beberapa pasien mastocytosis sistemik agresif akan menjalani transplantasi sel induk hematopoietik alogenik atau transplantasi sumsum tulang belakang. Gejala mastocytosis sistemik juga dapat diredakan dengan antihistamin, aspirin, atau cromolyn.

Jika Anda memiliki gejala mastocytosis, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat untuk menghindari komplikasi yang mungkin terjadi.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*