Mengenal Jenis-Jenis Tes untuk Periksa Mata

Mengenal Jenis-Jenis Tes untuk Periksa Mata

  • January 12, 2021

Saat Anda merasakan ada yang janggal pada penglihatan Anda, tentunya Anda akan memutuskan untuk memeriksa mata. Tapi, tahukah Anda, sebenarnya ada banyak sekali jenis periksa mata di klinik atau optik mata?

Setiap jenis pemeriksaan memiliki tujuan yang berbeda-beda. Berdasarkan kondisi Anda, Anda bisa diarahkan untuk melakukan jenis pemeriksaan yang paling sesuai dengan gejala.

Macam-macam tes periksa mata

Dokter Anda mungkin akan melakukan jenis tes periksa mata sesuai gejala yang Anda rasakan. Berikut ini beberapa jenis tes pemeriksaan mata yang umum dilakukan:

  • Topografi kornea

Topografi adalah teknik pemeriksaan mata untuk menganalisis morfologi kornea mata Anda. Tes ini dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer. Nantinya, hasil tes akan memperlihatkan kurva kornea mata.

Dari hasil tes ini, dokter bisa melihat apabila terjadi masalah pada permukaan di mata Anda, seperti pembengkakan jaringan parut, astigmatisme, atau penyakit keratoconus. 

Biasanya, topografi kornea akan dilakukan sebelum Anda menjalani prosedur operasi mata, transplantasi kornea, atau pemasangan lensa kontak.

  • Tonometri non-kontak

Jenis tes ini dilakukan untuk mendeteksi glaukoma pada pasien. Tonometri non-kontak memanfaatkan alat bernama tonometer.

Tonometer akan menghembuskan embusan udara dalam jumlah kecil. Ini akan mengukur tekanan mata Anda secara tidak langsung dengan memperhatikan daya tahan mata terhadap embusan tersebut.

  • Ultrasonografi

Ultrasonografi merupakan jenis tes yang dilakukan dengan memanfaatkan gelombang suara. Bukan hanya untuk mata, tes ini juga sering diterapkan untuk mendeteksi berbagai kondisi medis lainnya.

Gelombang suara akan membuat gambaran mengenai kondisi bagian dalam mata Anda. Hasilnya akan memberikan kejelasan pada dokter untuk mendiagnosa kondisi mata Anda.

Hasil tes ultrasonografi bisa menunjukkan apabila Anda menderita tumor, katarak, atau mengalami pendarahan pada mata Anda. Terkadang, tes ini juga dilakukan sebelum menjalani operasi katarak.

  • Tes lapang pandang

Tes periksa mata yang satu ini dilakukan untuk mengukur penglihatan samping yang disebut dengan perifer. Anda akan menatap objek di tengah garis penglihatan, misalnya dengan menatap suatu objek pada layar atau di mata dokter.

Sambil melihat target tersebut, Anda perlu mencatat apabila Anda melihat ada objek yang bergerak ke bidang penglihatan Anda. 

Biasanya, penglihatan samping perlu diperiksa apabila Anda diduga menderita kondisi medis tertentu, seperti glaukoma atau stroke. 

  • Tes pembiasan

Tes pembiasan merupakan tes paling umum yang biasanya dilakukan untuk meresepkan kacamata. Anda akan diminta untuk melihat grafik dalam jarak sekitar 6 meter. Kemudian, Anda akan melihat grafis melalui suatu alat yang disebut phoropter.

Dokter akan memindah-mindahkan lensa pada phoropter di depan mata Anda. Setiap lensa memiliki kekuatan yang berbeda.

Anda bisa memberitahu dokter apabila grafis tampak buram atau tidak terlihat jelas ketika Anda menggunakan lensa tertentu pada phoropter. Nantinya, hasil pemeriksaan ini akan memberikan gambaran mengenai minus, plus, atau kondisi apa pun pada mata Anda, untuk kemudian dibuatkan kacamata. 

  • Tes dilatasi pupil

Untuk melakukan tes  periksa mata yang satu ini, dokter akan memberikan suatu tetes mata khusus pada Anda. Obat tetes ini berguna untuk membesarkan pupil Anda, atau disebut dengan dilatasi.

Dengan obat ini, dokter bisa memeriksa retina mata Anda dengan lebih jelas untuk mencari tanda-tanda penyakit. 

Masih ada beberapa jenis tes periksa mata lainnya. Saat berkonsultasi dengan dokter, Anda akan diberitahu mengenai jenis tes yang perlu Anda jalani dan apa persiapan yang diperlukan.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*