Mengenal Kalsium Propionat, Bahan Tambahan untuk Roti

  • January 13, 2021

Kalsium propionat adalah bahan tambahan yang banyak dijumpai di berbagai makanan, khususnya makanan yang dipanggang seperti roti. Kalsium propionat bertindak sebagai pengawet untuk membantu memperpanjang usia makanan dengan cara menghambat pertumbuhan dan reproduksi mikroorganisme. Meskipun kalsium propionat bermanfaat untuk produsen makanan, tentunya sebagai konsumen Anda penasaran apakah bahan tambahan ini aman untuk dikonsumsi atau tidak. Artikel ini akan membahas hal-hal yang perlu Anda ketahui seputar kalsium propionat dengan lebih detail.

Apa itu kalsium propionat?

Kalsium propionat adalah garam organik yang terjadi secara alami yang terbentuk akibat reaksi antara kalsium hidroksida dan asam propionat. Kalsium propionat biasanya digunakan untuk bahan tambahan makanan, yang dikenal dengan nama E282, untuk membantu mengawetkan produk makanan seperti roti, produk dairy (keju, yogurt, dan lain-lain), minuman (minuman buah), minuman beralkohol (beer, anggur, cider), dan daging olahan (hot dog, ham). Kalsium propionat memperpanjang usia makanan dengan cara menghambat pertumbuhan dan reproduksi jamur dan mikroorganisme lainnya. Pertumbuhan jamur dan bakteri merupakan gangguan yang merugikan di dunia industri makanan yang menggunakan proses panggangan, karena memanggang akan menyediakan sebuah kondisi yang ideal untuk pertumbuhan jamur. Kalsium propionat telah disetujui penggunaanya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Organisasi Pertanian dan Makanan (FAO).

Apakah kalsium propionat aman dikonsumsi?

Kalsium propionat telah diteliti dengan ekstensif penggunaanya oleh FDA sebelum diklasifikasikan oleh mereka sebagai “umumnya dianggap aman”. Selain itu, WHO dan FAO belum membuat panduan asupan harian yang dapat diterima, yang berarti kalsium propionat dianggap memiliki risiko yang rendah. Sebuah studi hewan menunjukkan bahwa memberi makan 1-3 gram kalsium propionat pada tikus setiap harinya selama 4 hingga 5 minggu tidak menunjukkan efek apapun terhadap pertumbuhan tikus. Selain itu, studi 1 tahun pada tikus menunjukkan bahwa konsumsi diet yang mengandung 4 persen kalsium propionat, yang mana merupakan persentase lebih tinggi dari yang kebanyakan orang konsumsi setiap harinya, tidak memiliki efek beracun apapun. 

Kebanyakan studi laboratorium tentang kalsium propionat dan keracunan menunjukkan hasil yang negatif, kecuali pada beberapa studi yang menggunakan kalsium propionat dalam jumlah yang sangat tinggi. Misalnya, dalam satu dari studi tersebut, peneliti menyuntikkan kalsium propionat dalam jumlah yang tinggi pada kantung kuning telur embrio ayam dan menyebabkan ketidaknormalan. Penting untuk diketahui bahwa tubuh Anda tidak menyimpan kalsium propionat, yang berarti zat ini tidak akan menumpuk di dalam sel. Kalsium propionat dipecah oleh saluran pencernaan, untuk kemudian diserap, dimetabolisme, dan dibuang. 

Kemungkinan efek samping

Umumnya, kalsium propionat aman untuk dikonsumsi dengan hampir tidak ada efek samping sama sekali. Dalam situasi yang langka, kalsium propionat dapat menyebabkan efek samping negatif, seperti sakit kepala dan migraine. Satu studi pada manusia menghubungkan asupan propionat terhadap meningkatnya produksi insulin dan glukagon, sebuah hormon yang menstimulasi pelepasan glukosa (gula). Hal ini dapat menyebabkan resistensi insulin, sebuah kondisi di mana tubuh Anda tidak dapat menggunakan insulin dengan benar, yang mana nantinya dapat menyebabkan penyakit diabetes tipe 2. Sebagai tambahan, sebuah studi pada 27 anak menemukan bahwa beberapa mereka menderita gelisah, gangguan tidur, perhatian yang buruk, dan lekas marah setelah mengkonsumsi roti yang mengandung kalsium propionat setiap harinya. Akan tetapi, studi pada manusia dibutuhkan pada area ini sebelum dapat ditentukan bahwa kalsium propionat menyebabkan efek tersebut.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*