Mengenal Migrain Okular, Sakit Kepala yang Sebabkan Kebutaan

Mengenal Migrain Okular, Sakit Kepala yang Sebabkan Kebutaan

  • March 10, 2021

Migrain okular adalah sakit kepala migrain yang disertai dengan gangguan penglihatan atau kebutaan sementara pada salah satu mata. Pada migrain okular, penglihatan biasanya kembali normal dalam waktu satu jam. Penyakit ini juga bisa terjadi dengan tanpa rasa sakit seperti migrain pada umumnya. 

Ini merupakan kondisi medis yang langka, tepatnya hanya terjadi pada 1 dari setiap 5 kasus. Orang yang menderita migrain jenis ini lebih berisiko kehilangan penglihatan permanen pada sebelah matanya.

Penyebab migrain okular

Sebenarnya belum ada penyebab yang jelas kenapa bisa terjadi. Kondisi ini dipercaya memiliki sebab yang sama dengan migrain. 

Kejang pada pembuluh darah di retina dikatakan memicu migrain okular, begitu pula dengan faktor genetika dan keseimbangan hormon.

Orang dengan riwayat keluarga migrain atau migrain okular rentan mengembangkan migrain okular. Beberapa penelitian menyebutkan 70 persen penderita migrain memiliki riwayat keluarga sakit kepala migrain.

Hormon estrogen, yang banyak ditemukan pada wanita, juga berperan dalam persepsi nyeri di otak sehingga wanita lebih cenderung berisiko terkena migrain okular. Kadar hormon estrogen berubah-ubah selama siklus menstruasi, kehamilan, menopause, juga penggunaan kontrasepsi.

Adapun faktor pemicu migrain okular mirip dengan migrain, meski pemicu yang dirasakan setiap orang berbeda-beda:

  • Cahaya terang
  • Suara keras
  • Bau menyengat, seperti parfum dan asap rokok
  • Stres, kecemasan, dan relaksasi setelah melewati stres
  • Kurang tidur
  • Perubahan cuaca
  • Minuman beralkohol, terutama anggur merah
  • Mengonsumsi kafein terlalu banyak, atau penarikan dari kafein
  • Makan makanan yang mengandung nitrat 
  • Makanan yang mengandung MSG, seperti makanan cepat saji, makanan olahan, dan jajanan kaki lima
  • Makanan dengan kandungan tyramine, termasuk produk kedelai dan daging asap
  • Pemanis buatan

Gejala migrain okular

Gangguan penglihatan saat migrain adalah tanda mendasar dari migrain okular. Penderita akan mengalami mata rabun atau kehilangan penglihatan sehingga membuat Anda tidak bisa membaca atau mengemudi dengan aman. Kondisi ini berlangsung kurang dari satu jam. 

Namun gangguan penglihatan juga bisa terjadi sebelum migrain. 

Sementara itu gejala lainnya meliputi:

  • Sakit kepala berlangsung 4 sampai 72 jam.
  • Mual dan muntah
  • Peka terhadap suara atau cahaya

Jika Anda sedang mengemudi atau melakukan aktivitas berat di luar ruangan, hentikan kegiatan untuk sementara waktu hingga penglihatan Anda benar-benar kembali normal. Migrain dapat diatasi dengan obat resep atau ibuprofen yang dijual bebas.

Memijat kulit kepala dan beristirahat di tempat yang gelap dan sunyi membantu meredakan gejala.

Perbedaan migrain okular dan migrain visual

Migrain okular atau migrain mata kadang digunakan untuk menyebut jenis migrain lain, yaitu migrain aura atau visual. 

Migrain visual sering muncul secara tiba-tiba dan penderitanya akan merasa seperti melihat melalui jendela yang retak. Aura seperti lampu berkedip, lingkaran cahaya yang bergelombang, atau zigzag juga sering terjadi. 

Mereka juga akan mengalami:

  • Mati rasa atau kesemutan di tangan atau wajah
  • Kebingungan
  • Indra perasa atau penciuman terganggu

Gejala migrain visual biasanya memengaruhi kedua mata dan berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Sakit kepala bisa terjadi setelah gejala migrain visual mereda atau terkadang tidak disertai migrain sama sekali. 

Catatan

Migrain okular dapat menyerang tanpa Anda sadari faktor pemicunya. Untuk mengetahui apa yang menyebabkan migrain okular kambuh, Anda bisa mengidentifikasinya melalui jurnal harian. 

Catat apa saja makan yang Anda konsumsi, aktivitas, dan jam tidur Anda setiap hari. Karena ketidakseimbangan estrogen dapat berpengaruh, jangan lupa menulis siklus menstruasi Anda.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*