Mengonsumsi Sedikit Daging dengan Diet Flexitarian, Adakah Efek Sampingnya?

  • December 23, 2020

Diet flexitarian cocok dilakukan bagi orang yang ingin mengonsumsi makanan berbasis tanaman, namun tetap diperbolehkan mengonsumsi produk hewani dengan jumlah yang tidak berlebihan. Diet ini lebih fleksibel dibandingkan jenis diet vegetraian atau vegan. Diet flexitarian dipercaya mampu mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, kanker, serta mengurangi berat badan, 

Bagaimana aturannya? 

Diet flexitarian tidak memiliki aturan jelas mengenai jumlah kalori atau zat gizi lainnya. Sebanarnya,  flexitarian sebenarnya lebih tepat disebut sebagai gaya hidup daripada jenis diet. Beberapa prinsip yang bisa diterapkan:

  • Lebih banyak mengonsumsi buah, sayur, legum, dan gandum utuh
  • Mengutamakan protein nabati daripada protein hewani
  • Tetap memasukkan daging ke dalam menu makanan, meskipun jumlahnya tidak banyak
  • Mengonsumsi makanan yang melalui proses sependek dan sealami mungkin
  • Batasi konsumsi gula tambahan dan gula

Diet ini dimulai dengan cara memastikan berapa banyak produk hewani yang akan dikonsumsi dalam satu minggu. Meskipun beberapa orang masih diperbolehkan untuk mengonsumsi daging-dagingan dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan produk nabati. Secara umum, tujuan dari diet flexitarian yaitu mengonsumsi makanan atau minuman nabati yang bergizi dan meminimalisisr asupan hewani. 

Risiko kekurangan zat gizi tertentu

Seseorang berisiko kekurangan gizi tertentu saat mereka membiasakan mengurangi konsumsi produk hewani, terutama daging-dagingan. Beberapa zat gizi yang mungkin akan berkurang saat melakukan diet flexitarian diantaranya:

  • Vitamin B12

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa vegetarian cenderung mengalami kekurangan vitamin B12. Sebanyak 62% ibu hamil dan lebih dari 90% orang tua yang melakukan diet vegetarian kekurangan vitamin B12. Diet flexitarian merupakan jenis diet semi-vegetarian. Pasalnya, vitamin B12 mayoritas terkandung pada produk hewani. Pelaku diet flexitarian membutuhkan suplemen B12 untuk mencegah terjadinya defisiensi.  

  • Seng dan zat besi

Tak hanya itu, produk hewani juga merupakan sumber mineral seng dan besi sehingga risiko defisiensi kandungan gizi tersebut mungkin saja dapat terjadi. Anda dapat menyiasatinya dengan mengonsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian yang kaya akan seng dan zat besi, meskipun tidak sekaya pada produk hewani. Jangan lupa untuk mengonsumsi vitamin C bersamaan dengan konsumsi zat besi karena akan meningkatkan kemampuan penyerapannya. 

  • Kalsium

Pelaku flexitarian juga mungkin membatasi susu dan produk hasilnya sehingga berisiko mengalami kekuarangan kalsium. Oleh karena itu, penting untuk menambah sumber kalsium nabati seperti yang terkandung pada sayuran hijau dan tahu. 

  • Asam lemak omega-3. 

Asam lemak omega-3 biasanya didapatkan dari ikan berlemak, seperti salmon, sardin, serta bandeng. Pelaku flexitarian bisa menggantinya dengan bahan pangan nabati seperti biji kenari, chia, atau rami meskipun belum bisa sepenuhanya menggantikan asam lemak omega-3 pada produk hewani. 

Efeknya terhadap kesehatan mental

Sebuah studi menunjukkan bahwa pelaku vegetarian dan semi-vegetarian, termasuk diet flexitarian, yang mencoba pengalaman diet baru lebih rentan mengalami deperesi dibandingkan mereka dengan pola konsumsi omnivora. Akan tetapi, hal ini tidak sepenuhnya berlaku untuk semua orang karena mungkin terdapat beberapa faktor pemicu depresi lainnya yang memengaruhi. 

Beberapa orang yang kurang nyaman dengan kebiasaan diet flexitarian mungkin akan mengaplikasikannya secara perlahan dengan mengurangi asupan produk hewani sedikit demi sedikit, terlebih mereka yang awalnya adalah penggemar daging berat.

Pilihan diet tergantung pada kondisi setiap orang dan risiko penyakit yang mungkin diderita. Anda yang sedang dalam keadaan hamil atau anak-anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan sebaiknya mengonsumsi baik produk nabati maupun hewani secara seimbang agar mendapatkan gizi secara optimal.  

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*