Pengobatan yang Bisa Dilakukan Jika Bayi Tuli

Pengobatan yang Bisa Dilakukan Jika Bayi Tuli

  • January 25, 2021

Gangguan pendengaran pada anak, khususnya bayi pada umumnya sangat sulit disadari oleh para orang tua. Penyebab gangguan pendengaran pada atau segera setelah bayi lahir sangat beragam, untuk itu perlu dipahami dengan benar agar bisa mengobatinya. Kenali ciri-ciri bayi tuli terlebih dahulu, sebelum asal dalamĀ  melakukan pengobatan.

Bayi yang terlahir dengan gangguan tunarungu tentu akan mengalami gangguan pada proses penyembuhan, untuk balita tentu mereka tidak akan bisa mendengar kata yang dilontarkan orang tua dan menirukannya. Padahal sudah masuk fase untuk mengenal dan belajar kata, inilah pentingnya bagi orang tua untuk selalu memantau kondisi anak dalam masa perkembangan.

Ciri-ciri Bayi Tuli

Meskipun sama-sama memiliki gangguan pendengaran hingga tuli, namun bayi dengan kondisi ini mengalami ciri dan gejala yang muncul berbeda. Semakin lama anak mengalami gangguan pendengaran ini, maka perkembangan anak juga akan terganggu. Para orang tua perlu mengetahui gejala dari gangguan ini untuk mencegah komplikasi, berikut beberapa cirinya.

  • Tidak merasa terkejut ketika mendengar suara yang keras.
  • Tidak menoleh untuk merespons ke arah sumber suara yang muncul.
  • Tidak mengucapkan sepatah kata apapun meski sudah menginjak usia 1 tahun.
  • Tidak menoleh ketika dipanggil dan mengalihkan pandangan ketika melihat seseorang.
  • Terlambat bicara, perkembangan bicara tidak sesuai dengan usia.
  • Pelafalan bicara terdengar tidak jelas.
  • Tidak mengikuti perintah atau instruksi yang diberikan.
  • Bicara dengan suara yang lebih keras dari umumnya.
  • Seringkali berbicara sendiri, seolah menanggapi pertanyaan dari orang lain.
  • Menyalakan televisi dengan volume tinggi.
  • Anak mengatakan bahwa ia tidak mendengar suara orang tua dengan jelas.
  • Cenderung menggunakan satu telinga ketika mendengar atau mengeluh.

Pada umumnya gejala gangguan pendengaran ini lebih mudah dideteksi saat masih bayi dan balita ketimbang pada anak-anak yang sudah dewasa dan bisa berbicara dengan lancar. Pada bayi dan balita, orang tua bisa lebih mudah memantau memakai grafik perkembangan anak. Perhatikan petunjuk-petunjuk tertentu yang mengarah pada gangguan pendengaran pada anak.

Pengobatan

Terdapat beberapa faktor risiko yang membuat bayi lebih berisiko mengalami gangguan pendengaran, hal ini perlu diketahui sebelum para orang tua memilih pengobatan guna mengatasi kondisi tersebut, berikut ini beberapa kondisi yang harus diwaspadai.

  • Memiliki riwayat keluarga dengan gangguan pendengaran.
  • Lahir secara prematur.
  • Dirawat dalam jangka waktu yang lama di NICU.
  • Pernah menggunakan obat-obatan yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran.
  • Mengalami komplikasi saat proses melahirkan.
  • Mengalami infeksi yang dapat berdampak pada fungsi pendengaran, seperti peradangan selaput otak (meningitis) atau infeksi cytomegalovirus (CMV).

Dokter akan melakukan pemeriksaan pendengaran untuk mengetahui penyebab spesifik yang menjadi gangguan pendengaran pada anak. Selain itu, disarankan untuk melakukan pemeriksaan fisik pada bayi sejak dini, karena sebanyak 80-90 persen dari kasus gangguan pendengaran bayi bisa dideteksi dengan tes pendengaran.

Sementara itu menurut data dari U.S National Library od Medicine, dalam mengobati gangguan pendengaran sejak dini memungkinkan bayi dapat mengembangkan keterampilan bahasa secara normal tanpa adanya penundaan. Perawatan harus dimulai sejak usia enam bulan, berikut beberapa perawatan tersebut.

  • Terapi bicara.
  • Belajar bahasa isyarat.
  • Implan koklea bagi bayi dengan gangguan pendengaran sensorineural berat.

Pengobatan lain yang bisa dilakukan tergantung pada penyebab dan ciri-ciri bayi tuli yang muncul, seperti pemberian obat untuk menangani infeksi dan tindakan operasi untuk memperbaiki masalah struktural pada pendengaran bayi.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*