Penyebab dan Gejala Penyakit Hidronefrosis

Penyebab dan Gejala Penyakit Hidronefrosis

  • February 4, 2021

Penyakit hidronefrosis adalah sebuah kondisi yang biasanya terjadi ketika ginjal membengkak akibat urin gagal mengalir dengan benar dari ginjal ke kandung kemih. Pembengkakan tersebut umumnya memengaruhi satu ginjal saja, namun terkadang dapat melibatkan keduanya. 

Penyakit hidronefrosis bukanlah penyakit utama, melainkan kondisi kedua yang disebabkan oleh penyakit lain, seperti karena penyumbatan atau hambatan pada saluran kemih. Penyakit hidronefrosis diperkirakan memengaruhi 1 dari 100 bayi. Artikel ini akan membahas penyakit ini dengan lebih detail.

Apa gejalanya?

Biasanya, urin mengalir melewati saluran kemih dengan tekanan yang minimal. Tekanan tersebut dapat bertambah apabila ada hambatan pada saluran kemih. Setelah urin menumpuk dalam waktu yang lama, ginjal Anda dapat membesar. Ginjal dapat dipenuhi dengan urin dan semakin membesar sehingga menekan organ-organ tubuh di sekitarnya. 

Apabila penyakit hidronefrosis dibiarkan saja dan tidak diobati dalam waktu yang lama, tekanan tersebut dapat menyebabkan ginjal untuk kehilangan kemampuannya dalam berfungsi secara permanen. Gejala ringan hidronefrosis di antaranya adalah sering buang air kecil. Gejala parah lain yang dapat Anda derita di antaranya adalah rasa nyeri di perut, mual, muntah, rasa nyeri saat buang air kecil, dan demam. 

Mengganggu aliran air seni juga dapat meningkatkan risiko Anda dalam menderita infeksi saluran kemih (UTI). Karena alasan inilah mengapa UTI merupakan salah satu komplikasi penyakit hidronefrosis yang paling sering dijumpai. 

Adapun beberapa tanda-tanda adanya infeksi saluran kemih di antaranya adalah warna air seni yang keruh, rasa nyeri saat buang air kecil, rasa terbakar saat buang air kecil, aliran urin yang lemah, sakit punggung, sakit kandung kemih, demam, dan tubuh yang menggigil. Apabila Anda melihat adanya tanda-tanda penyakit hidronefrosis, hubungi dokter untuk membicarakan gejala yang Anda derita. Infeksi saluran kemih yang tidak diobati dapat menyebabkan kondisi yang lebih parah, seperti pyelonephritis, infeksi di ginjal, dan sepsis, yang mana merupakan infeksi aliran darah atau keracunan darah. 

Penyebab hidronefrosis

Sesungguhnya hidronefrosis bukanlah sebuah penyakit. Melainkan, sebuah kondisi yang dapat disebabkan karena kondisi internal dan eksternal yang memengaruhi ginjal dan sistem yang mengumpulkan urin. Salah satu penyebab penyakit hidronefrosis yang paling sering dijumpai adalah uropati obstruktif unilateral aku. Ini adalah perkembangan hambatan tiba-tiba di salah satu ureter, yang mana merupakan tabung yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Penyebab utama penyumbatan tersebut adalah batu ginjal, namun jaringan parut dan penggumpalan darah juga dapat menyebabkan uropati obstruktif unilateral akut. 

Ureter yang tersumbat dapat menyebabkan urin mengalir kembali ke ginjal, yang mana akan menyebabkan pembengkakan. Aliran balik urin tersebut dikenal dengan sebutan refluks vesicoureteral (VUR). Kemungkinan penyebab penyumbatan lain yang mengakibatkan penyakit hidronefrosis di antaranya adalah kekusutan pada ureteropelvis, yaitu tempat pertemuan ureter dengan panggul ginjal; pembesaran kelenjar prostat pada pria, yang dapat disebabkan karena prostatitis atau pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia); kehamilan, yang menyebabkan tekanan akibat janin yang tumbuh; tumor di dekat ureter; dan penyempitan ureter akibat cidera atau cacat bawaan lahir. 

Apabila Anda mendapatkan diagnosa dan perawatan penyakit hidronefrosis, harapan sembuh dari kondisi ini cukup baik. Pengangkatan sumbatan sangat penting agar ginjal Anda dapat kembali berfungsi dengan normal. Apabila penyakit hidronefrosis Anda membutuhkan tindakan bedah medis, tingkat kesuksesan bagi Anda dalam mendapatkan pemulihan atau penyembuhan penuh diperkirakan sekitar 95 persen.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*