Penyebab dan Gejala Stress pada Anak

  • February 7, 2020

Gejala stress yang dialami anak-anak sering tidak disadari oleh orang tua. Gejela stress pada anak berupa perubahan fisik dan perilaku. Stress bisa terjadi saat tuntutan yang diberikan dan kemampuan seseorang untuk memenuhi tuntutan tersebut tidak sesuai seperti, orang tua terlalu menuntut anaknya untuk harus mendapat nilai A dalam ujian matematika. Saat anak tersebut mendapatkan nilai B, maka bisa jadi anak tersebut langsung merasa stress karena takut dimarahi orang tuanya saat pulang ke rumah.

Biasanya masing-masing anak punya cara yang berbeda dalam menghadapi stres. Semuanya itu tergantung dari umur mereka, kepribadian mereka, dan cara mereka dalam sesuatu masalah. Oleh karena itu, orang tua perlu mengenali gejala stress pada anak.

Gejala-gejala stress pada anak

  1. Tidak dapat mempertahankan kontak mata
  2. Tidak mau disentuk orang lain
  3. Menunjukkan perilaku yang tidak kooperatif
  4. Tidak terbuka dengan perubahan
  5. Hanya ingin bermain, tidak ingin berinteraksi dengan orang lain
  6. Cenderung pilih-pilih teman, hanya ingin bermain dengan anak tertentu
  7. Ingin orang tua lebih dekat pada mereka daripada biasanya
  8. Menjadi tidak fokus saat mengerjakan tugas atau saat bermain
  9. Sering memegang suatu benda yang membuatnya terasa nyaman
  10. Terjebak melakukan permainan atau aktivitas yang berulang
  11. Susah tidur atau tidur lebih lama daripada biasanya. Perubahan pola tidur pada anak-anak dapat menjadi salah satu penanda kalau anak sedang stres.
  12. Kehilangan nafsu makan atau makan lebih banyak daripada biasanya.
  13. Menjadi pemarah. Anak-anak cenderung kurang bisa mengekspresikan perasaan ngambek dan sifatnya cenderung berubah-ubah.

Penyebab stress pada anak

Orang tua mungkin penasaran bagaimana anak-anak bisa stress. Jika orang dewasa kebanyakan mengalami stress karena urusan pekerjaan, keuangan, masalah politik, dan hubungan, lain halnya stress yang dialami anak-anak. Seorang anak juga dapat mengalami stress karena pekerjaan rumah, kegiatan esktrakurikuler, dan konflik dengan temannya. Hal ini adalah beberapa masalah umum yang dapat menyebabkan stress pada anak.

  • Faktor keluarga, seperti perceraian orangtua, kematian anggota keluarga, pindah ke rumah baru atau kelahiran saudara kandung. Misalnya saja kelahiran saudara kandung dapat membuat anak merasa cemburu, takut kalau ia tidak akan disayang lagi oleh orang tuanya.
  • Kegiatan yang terlalu padat. Sudah merasa capek di sekolahan, masih harus mengikuti les ini dan itu. Anak-anak juga masih butuh waktu bermain.
  • Tuntutan prestasi akademik dari orang tua. Anak-anak sering merasa takut untuk membuat kesalahan atau jika tidak sempurna dalam melakukan sesuatu.
  • Bullying. Anak-anak yang sering di-bully biasanya takut atau malu untuk menceritakannya kepada guru atau orangtuanya karena takut terlihat lemah di depan teman-temannya.
  • Menonton atau membaca sesuatu yang seram. Walaupun cerita seram yang dibaca atau ditontonnya adalah cerita fiksi, namun tak jarang ini dapat menimbulkan stress bagi anak-anak.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*