Reaksi Alergi Bahan Pembalut Sebabkan Ruam Daerah Kewanitaan

  • December 22, 2020

Seseorang dapat mengalami ruam saat memakai pembalut saat masa menstruasi tiba. Reaksi alergi terhadap bahan pembalut dan terjadinya gesekan di sekitar daerah kewanitaan menjadi penyebab utama ruam tersebut. Meskipun tidak berbahaya, ruam di daerah kewanitaan dapat menganggu aktivitas, terutama apabila hal ini membuat vagina gatal, menyebabkan rasa nyeri saat buang air kecil dan melakukan hubungan seksual, serta cairan tidak normal yang keluar dari vagina. Artikel ini akan membahas seluk beluk seputar ruam vagina akibat pembalut. 

Penyebab ruam vagina

Ada beberapa potensi penyebab ruam akibat memakai pembalut, mulai dari gesekan, reaksi alergi terhadap bahan pembalut, dan iritasi yang disebabkan oleh panas dan kelembapan. 

  • Gesekan

Memakai pembalut dapat menyebabkan gesekan akibat gerakan tubuh, mengakibatkan ruam terjadi di daerah sekitar kewanitaan. Menurut Pusat Kesehatan Wanita Muda, berjalan, berlari, dan bentuk aktivitas fisik lainnya dapat menyebabkan pembalut bergerak maju mundur dan menyebabkan ruam gesekan pada vulva. Untuk meminimalisir gerakan, Anda bisa memakai pembalut berukuran lebih kecil. 

  • Contact dermatitis

Contact dermatitis  adalah sebuah istilah yang digunakan oleh tenaga medis profesional untuk mendeskripsikan reaksi kulit yang alergi. Seseorang dapat menderita ruam akibat paparan berbagai bahan pembalut berbahaya dan zat kimia yang melakukan kontak langsung dengan vulva. Pembalut terbuat dari berbagai jenis material yang dapat menyebabkan iritasi, seperti adhesive dan pewangi tambahan. 

  • Panas dan kelembapan

Tujuan utama pembalut adalah untuk mengumpulkan dan menangkap cairan menstruasi yang keluar dari vagina. Kelembapan dan panas yang terperangkap dapat mengiritasi vulva dan menyebabkan ruam di daerah kewanitaan. Beberapa zat yang dapat menyebabkan iritasi saat Anda memakai pembalut dan celana dalam dan menyebabkan terjadinya ruam di antaranya adalah keringat, air seni, adhesive, dan nylon. 

  • Jarang mengganti pembalut

Sangat penting bagi Anda untuk rutin mengganti pembalut dengan teratur setiap harinya. Membiarkan pembalut terisi penuh dan terus menyentuh vulva dapat menyebabkan terbentuknya ruam di daerah kewanitaan. Sangat disarankan untuk mengganti pembalut setiap 3-4 jam sekali, tidak peduli seberapa sedikit darah menstruasi yang keluar. Melakukan hal tersebut sangat penting kiranya untuk menghindari bau tidak sedap yang disebabkan karena pertumbuhan bakteri dan mencegah terjadinya iritasi. 

  • Perkembangan infeksi

Jarang mengganti pembalut juga dapat menyebabkan infeksi, dan mengakibatkan gejala seperti gatal, pembengkakan, dan keluarnya cairan tidak normal dari vagina. Menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2008, kebersihan pembalut dan daerah kewanitaan yang buruk dapat menyebabkan infeksi pada saluran reproduksi bawah, bacterial vaginosis, dan infeksi jamur. 

Dalam beberapa kasus, cukup jelas bahwa ruam yang tumbuh disebabkan karena memakai pembalut. Namun, dalam studi kasus yang dilakukan pada tahun 2009, dokter mengevaluasi aspek-aspek ruam yang berbeda, termasuk lokasi dan tampilan, untuk mendiagnosa seseorang yang memiliki ruam pembalut. Keberadaan gejala lain dapat mengindikasikan bahwa adanya infeksi. Misalnya, seseorang yang menderita infeksi jamur vagina akan memiliki gejala seperti vagina terasa gatal, saat buang air terasa sakit, saat melakukan hubungan seksual terasa sakit, dan abnormal discharge.

Ruam yang terjadi akibat kontak langsung dengan pembalut umumnya akan hilang dengan sendirinya setelah 2-3 hari. Jika ruam disebabkan karena infeksi, ruam akan sembuh setelah perawatan khusus dilakukan. Sedikit tidak mungkin untuk mencegah terjadinya ruam apabila penyebab ruam vagina adalah alergi bahan pembalut. Namun, Anda mencoba mengganti merek pembalut yang berbeda dan mencoba memakai tampon sebagai pilihan alternatif saat menstruasi.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*