Sering Batuk Malam Hari? Ini Penyebabnya

  • November 17, 2020

Batuk malam hari merupakan hal yang umum dijumpai. Demam dan flu dapat membuat tubuh memproduksi lendir dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Saat Anda berbaring, lendir dapat menetes ke bagian belakang tenggorokan dan memicu refleks batuk. Batuk berlendir atau berdahak dikenal dengan batuk produktif atau batuk basah, sementara batuk tidak berlendir disebut batuk kering. Sering batuk malam hari dapat membuat seseorang sulit tidur dan memengaruhi kualitas hidup seseorang. Artikel ini akan membahas hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan batuk malam hari.

Penyebab batuk malam hari

Ada beberapa penyebab batuk malam hari, di antaranya adalah:

  • Infeksi virus

Kebanyakan kasus batuk malam hari disebabkan oleh infeksi virus seperti demam dan flu. Gejala demam dan flu akut biasanya bertahan selama satu minggu. Saat gejala demam dan flu mengiritasi saluran udara bagian atas, butuh beberapa waktu agar kerusakan tersebut sembuh. Saluran udara sangat sensitif, sehingga banyak hal dapat memicu terjadinya batuk. Terutama pada malam hari, saat tenggorokan Anda berada pada kondisi paling kering. Batuk kering dapat bertahan hingga beberapa minggu setelah gejala demam dan flu akut hilang.

  • Asma

Asma merupakan sebuah kondisi yang menyebabkan saluran udara membengkak dan menyempit, membuat seseorang kesulitan bernapas. Batuk kronis merupakan salah satu gejala asma yang umum dijumpai. Batuk asma dapat bersifat produktif (berdahak) ataupun tidak produktif (tanpa dahak). Batuk akan terasa parah pada malam hari atau pagi hari. Selain batuk malam hari, asma juga akan menyebabkan gejala lain seperti mengi, sesak napas, dada terasa nyeri dan sesak, serta suara berbunyi saat Anda menghembuskan napas.

  • GERD

Penyakit refluks gastroesofagus merupakan jenis refluks asam yang kronis. Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Asam lambung dapat mengiritasi kerongkongan dan memicu refelks batuk. Gejala lain GERD di antaranya adalah sakit ulu hati, dada terasa nyeri, muntah makanan atau cairan asam, terasa ada benjolan di belakang tenggorokan, batuk kronis, radang tenggorokan kronis, suara serak, dan kesulitan menelan.

  • Postnasal drip

Kondisi ini terjadi ketika ingus menetes dari saluran hidung ke tenggorokan. Kondisi ini lebih mudah terjadi pada malam hari saat Anda berbaring untuk tidur. Postnasal drip terjadi ketika tubuh memproduksi lendir dalam jumlah lebih banyak dari biasanya, saat Anda menderita demam, flu, ataupun alergi. Saat lendir menetes di belakang tenggorokan, kondisi ini dapat memicu refleks batuk dan menyebabkan batuk malam hari. Gejala postnasal drip yang lain di antaranya adalah radang tenggorokan, terasa ada benjolan di belakang tenggorokan, kesulitan menelan, dan hidung meler.

  • Penyebab lain

Selain hal-hal yang disebutkan sebelumnya, ada penyebab lain yang dapat mengakibatkan batuk malam hari, di antaranya adalah iritasi lingkungan, penghambat ACE, dan batuk rejan.

Hubungi dokter apabila batuk malam hari Anda terus menerus terjadi selama lebih dari 2 bulan atau ketika batuk menjadi lebih parah. Apabila Anda menderita gejala lain seperti sesak napas, demam, sakit dada, batuk darah, dan turunnya berat badan tanpa ada alasan yang jelas, carilah bantuan medis secepatnya. Batuk malam hari mungkin dapat membuat Anda kesulitan tidur, namun jarang kondisi ini menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang serius. Kebanyakan batuk malam hari merupakan gejala demam dan flu. Anda bisa mengobati batuk malam hari dengan obat-obatan OTC ataupun home remedies.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*