Zoter Untuk Atasi Herpes Simplex, Apa Penyakit Ini?

  • May 16, 2021

Virus herpes simplex, juga dikenal dengan sebutan HSV, adalah sebuah infeksi yang menyebabkan herpes. Herpes dapat muncul di bagian tubuh manapun, dengan daerah yang paling sering menderita kondisi ini adalah alat kelamin dan mulut. Ada dua jenis virus herpes simplex, yaitu HSV-1 yang biasanya menyebabkan herpes oral dan umumnya bertanggung jawab untuk luka melepuh di sekitar mulut dan wajah; serta HSV-2 yang menyebabkan herpes alat kelamin. Jika Anda menderita herpes simplex, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan. Krim zoter merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi kondisi ini. 

Apa yang menyebabkan herpes simplex?

Kita tahu bahwa krim zoter digunakan sebagai obat herpes simplex. Namun, yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah apa yang menyebabkan penyakit ini? Virus herpes simplex adalah virus yang sangat menular dan dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain lewat kontak langsung. Anak-anak sering terkena HIV-1 lewat kontak dini dengan orang dewasa yang memiliki infeksi ini. Mereka kemudian akan membawa virus tersebut di dalam tubuh sepanjang hidup mereka. 

  • HSV-1. Virus ini dapat ditularkan lewat interaksi umum, seperti makan menggunakan peralatan makan yang sama, berbagi lip balm, ataupun berciuman. Virus ini akan menyebar dengan lebih cepat saat outbreak terjadi. Diperkirakan sekitar 67 persen orang-orang berusia 49 tahun atau lebih muda memiliki HSV-1 dalam tubuh, meskipun mereka tidak akan mengalami kekambuhan apapun. Selain itu, sangat mungkin untuk menderita herpes alat kelamin dari HSV-1 apabila seseorang yang melakukan seks oral menderita sariawan pada saat hubungan tersebut dilakukan. 
  • HSV-2. Virus ini ditularkan lewat hubungan seksual dengan orang yang memiliki HSV-2. DIperkiraan 20 persen orang dewasa yang aktif secara seksual di Amerika Serikat menderita infeksi HSV-2, menurut Akademi Dermatolog Amerika (AAD). Infeksi HSV-2 menyebar dengan ruam herpes. Secara kontras, kebanyakan orang akan mendapatkan HSV-1 dari orang-orang yang menderita infeksi namun tidak menunjukkan gejala apapun atau asymptimatic, atau tidak memiliki luka apapun. 

Setiap orang dapat tertular HSV, tidak peduli usia dan jenis kelamin. Risiko Anda berdasarkan paparan terhadap infeksi tersebut. Dalam kasus HSV yang ditularkan lewat hubungan seksual, orang-orang akan lebih berisiko saat mereka melakukan hubungan seksual tanpa pelindung seperti kondom atau metode pelindung lainnya. Faktor risiko HSV-2 lainnya adalah memiliki pasangan hubungan seksual yang banyak, melakukan hubungan seksual pada usia muda, adalah seorang wanita, memiliki penyakit menular seksual (PMS) lainnya, dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Apabila seorang ibu hamil menderita herpes alat kelamin pada saat melahirkan bayi, bayi dapat terpapar kedua HSV, dan dapat membuat bayi berisiko menderita komplikasi yang serius. 

Penting untuk dipahami bahwa seseorang mungkin tidak memiliki gejala herpes simplex apapun namun memiliki infeksi ini dalam tubuhnya. Orang tersebut juga dapat menularkan virus ke orang lain. Beberapa gejala yang dihubungkan dengan virus ini adalah luka melepuh di mulut dan alat kelamin, rasa nyeri saat buang air kecil (herpes alat kelamin), dan gatal-gatal (yang bisa diatasi menggunakan zoter). Anda juga dapat menderita gejala yang mirip dengan flu, seperti demam, kelenjar getah bening yang membengkak, sakit kepala, tubuh terasa lelah, dan kurangnya nafsu makan. HSV juga dapat menyebar ke mata, menyebabkan sebuah kondisi yang disebut herpes keratitis. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri mata, keluarnya cairan “discharge”, dan rasa berpasir di mata.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*