4 Jenis Penyakit Pernapasan Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui

4 Jenis Penyakit Pernapasan Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui

  • October 21, 2021

WHO menyatakan bahwa anak bernapas lebih cepat dibanding orang dewasa. Ini menjadi salah satu faktor yang penting bagi tumbuh kembang anak selain nutrisi. Pasokan oksigen yang memadai mampu mendorong kinerja tubuh anak di masa perkembangannya. Sayangnya, anak-anak pun bisa mengidap penyakit pernapasan.

Situasi berisiko yang memicu penyakit pernapasan

Pada situasi di mana anak masih dalam fase pertumbuhannya, orang tua harus lebih jeli dalam melihat tanda-tanda penyakit pernapasan pada anak. Orang tua juga harus mengetahui apa saja jenisnya agar bisa lebih cekatan dalam mencari pertolongan pertama untuk penyakit pernapasan pada anak jika kambuh sewaktu-waktu. Berikut jenis-jenis penyakit pernapasan anak yang perlu Anda ketahui:

Alergi

Pada orang dewasa, masalah alergi mungkin terdengar cukup sepele. Tapi tidak untuk anak-anak. Sebab, ketidaktahuan anak-anak dan orang tua bisa membuat alergi jadi semakin parah dan sulit diatasi. Alergi sendiri adalah salah satu jenis gangguan pernapasan yang paling umum diderita oleh anak-anak.

Beberapa ciri-ciri anak yang memiliki alergi yang mengganggu sistem pernapasan antara lain:

  • Hidung yang berlendir atau mengeluarkan cairan bening hingga kekuningan
  • Hidung yang terasa tersumbat
  • Mudah bersin-bersin
  • Munculnya rasa gatal dan tidak nyaman di hidung yang membuat anak menggosok-gosok hidung
  • Mata yang ikut berair
  • Munculnya allergy shrines atau lingkaran hitam di bawah mata
  • Nafsu makan yang menurun hingga hilang sama sekali

Alergi pada anak bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari serbuk sari bunga, asap rokok, cuaca, debu, asap polusi kendaraan, bahkan bulu hewan peliharaan.

Bronkitis

Bronkitis adalah salah satu penyakit pernapasan yang bisa diidap oleh anak, bahkan sejak bayi berusia kurang dari 12 bulan. Bronkitis biasanya disebabkan oleh virus yang masuk ke saluran pernapasan dan menimbulkan peradangan pada area bronkus atau batang paru.

Ada beberapa gejala bronkitis yang dapat muncul pada anak, meski tidak semua anak memiliki gejala-gejala tersebut. Beberapa di antaranya:

  • Hidung berair atau mengeluarkan lendir cukup banyak
  • Batuk kering yang kemudian berubah menjadi batuk berdahak
  • Rasa tidak enak badan yang bisa membuat anak jadi rewel
  • Kedinginan dan tubuh yang menggigil
  • Demam
  • Munculnya rasa nyeri di punggung dan otot
  • Tenggorokan yang sakit dan meradang
  • Bersin-bersin yang berulang

Jika Anda menemukan gejala-gejala ini, pastikan untuk langsung membawa anak ke dokter agar bisa menemukan penyebabnya. Jika memang anak mengidap bronkitis, diperlukan penanganan dokter.

Pneumonia

Pneumonia merupakan salah satu penyakit pernapasan akut yang menyerang salah satu atau kedua paru-paru. Ia bisa saja disebabkan oleh bakteri, virus atau bahkan jamur. Nah, anak-anak pun bisa menderita pneumonia, bahkan penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian anak terbesar jika dibandingkan dengan penyakit menular lainnya.

Beberapa gejala awal dari pneumonia pada anak adalah sebagai berikut:

  • Batuk yang diikuti dengan kesulitan bernapas
  • Sesak napas atau napas yang cenderung lebih cepat
  • Nafsu makan menurun
  • Demam pada anak
  • Gangguan pencernaan seperti diare
  • Anak terlihat lemas dan sakit kepala

Perhatikan anak jika sudah memunculkan gejala-gejala tersebut karena bisa jadi ia mengidap pneumonia. Segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Asma

Asma juga merupakan penyakit pernapasan yang paling sering muncul di kalangan anak-anak. Asma bisa saja disebabkan oleh alergi yang tidak teratasi dengan baik sehingga anak jadi sesak napas. Rasa sesak napas ini sendiri disebabkan oleh adanya pembengkakan. Akibatnya, hidung anak bisa saja mengeluarkan lendir dan kesulitan bernapas karena saluran pernapasannya menyempit akibat pembengkakan tersebut.

Asma juga bisa disebabkan oleh sinusitis. Adanya radang di selaput lendir menyebabkan hidung mengeluarkan lebih banyak cairan dibanding flu biasa. Jika ini terjadi, jadwalkan anak untuk bertemu dengan dokter anak atau dokter spesialis paru-paru, ya.

fadli

E-mail : admin@euskanikross.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*